My first last love

My first last love
Bab 35


__ADS_3

*Author Pov


Setelah mengantar Pak Haris dan Bu Intan,  Al dan Rara langsung masuk ke kamar Al.  Begitu pula dengan Bu Sarah, yang langsung masuk ke kamarnya.


" Jadi ini kamarnya suamiku?" Al membuka pintu kamarnya dan Rara mengikuti dari belakang.  Begitu masuk terlihat kamar yang cukup luas, banyak poster terpampang di dinding kamar.


Ada poster Power Rangers mungkin itu sudah ada sejak Al kecil karna gambarnya yang sedikit buram,  selain itu banyak poster kapal perang, dan ada juga poster yang membuat Rara tak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Iya,  kenapa?  Aneh ya?"


" Enggak kok,  biasa aja. Ini kamar dari kamu kecil Bi?" Humaira menutup pintu.


" Iya, aku udah tidur di kamar ini sejak umur aku 3 tahun.  Sejak saat itu aku tidur sendiri karna kata Papih kalo mau jadi perwira itu harus berani makanya aku mulai tidur sendiri."


" Pantesan ada poster Power Rangers. Aku juga gak nyangka loh Bi..  Ternyata kamu itu fansnya Justin Bieber."


Kata Humaira sambil menahan tawa.  Bahkan terlihat ada bingkai foto yang memperlihatkan Al sedang bersma JB tapi itu hanha editan..


Dengan cepat Al menutup bingkai foto tersebut.


" Ahaahah....  Kalo Power Rangers itu emang kartun kesukaan aku Mai...  Makanya meskipun udah bulukan kayak gitu gak aku copotin karna itu poster pertama aku yang aku beli pake uang jajan aku sendiri."


" Ouh....  Terua kalo JB? Sejak kapan kamu jadi Blibers?  Aku gak nyangka kalo seorang perwira kayak kamu bisa jadi Blibers?" Rara berjalan menuju meja yang terdapat bingkai foto yang tadi dan mengambilnya.


" Kamu samle edit foto kamu sama JB kayak gini?  Perasaan JB pernah deh ke Indo."


" Siapa bilang aku fansnya JB?"


" Kalo bukan terus ini apa dong? Kamu juga nempel posternya JB,  kalo bukan fana terus apa?"


" Ini tuh hadiah dari seseorang, aku cuman menghargai dan masalah poster itu ada ceritanya Mai..." Al mengambil fotonya dan meletakkan nya ke tempat semula.


" Cerita?  Cerita apa? Apa jangan-jangan dari mantan kamu lagi?"


Al terkekeh melihat Rara yang cemberut menandakan bahwa dia sedang cemburu.

__ADS_1


" Kalo iya emang kenapa?"


" Isshh.... Kamu maaih sayang sama mantan kamu itu?!!! " Al tidak menjawab malahan senyuman di bibirnya semakin lebar.


" Ouh...I see,  I see.  Kalo kamu masih sayang sama mantan kamu itu kenapa kamu gak nikah aja sama mantan kamu itu?  Ouh..  Atau jangan-jangan mantan kamu itu yang ninggalin kamu nikah sama orang lain terus kamu jadiin aku sebagai pelampiasan kamu gitu?"


" Siapa bilang? Aku gak bilang apa-apa tuh sama kamu."


" Isshh...  Dasar nyebelin!!  Aku mau mandi dimana kamar mandinya?!"


Hal itu benar-benar membuatnya emosi. Dia mengambil baju dari kopernya lalu berjalan ke kamar mandi yang di tunjuk Al. Dia bahkan, menutup pintu dengan keras.


Melihat itu, Al tertawa terpingkal-pingkal sampai matanya berair.


' Maafin aku Mai, ada hal yang belum bisa aku ceritain sama kamu.  Tapi kalo waktunya udah tiba aku pasti kasih tau kamu semuanya. Dan sekarang aku rasa belum waktunya.'


Humaira sedang berdiri di balkon kamar Al yang menghadap ke taman belakang.


Dia mentap langit yang kala itu penuh dengan bintang yang samgat indah.


' Kalian memang selalu menjadi sahabat terbaik aku, kapan dan dimana pun kalian pasti selalu ada.  Kalian selalu menemani aku di saat-saat seperti ini'


Rara mencoba melpaskan pelukan Al.


Hatinya masih tak terima kalau suaminya itu masih menyimpan kenang-kenangan dari mantannya.


" Sebentar aja Mai... Just for a moment oke? Kamu masih marah sama aku gara-gara yang tadi?"


Rara diam tak menjawab


' Menurut Lo?  Ya kali lakinya masih nyimpen kenangan dari mantannya bisa biasa aja...  Dasar nyebelin!'


" Masalah JB itu bukan dari mantan aku Mai... Itu emang dari cewek yang aku sayangi bahkan sampai sekarang aku masih menyayangi dia.  Tapi kamu tenang aja di hati aku selamanya cuman ada kamu seorang."


" Kalo bukan dari mantan kamu terus dari siapa?  Kok kamu gak kasih tau aku?"

__ADS_1


" Ada seseorang,  tapi untuk sekarang aku belum bisa kasih tahu kamu.  Saat tiba waktunya aku pasti bakalan kasih tau kamu semuanya. Aku punya alasan tersendiri kenapa aku belum ngasih tahu kamu. Sama kaya kamu yang belum bilang siapa cinta pertama kamu ke aku."


" Aku yakin kalo waktunya udah tiba kamu pasti bakalan cerita siapa orang itu.  Aku gak bakalan maksa kamu buat ngasih tau aku begitu juga sebaliknya.


Karna aku percaya sama kamu Mai... "


'Karna orang itu kamu sendiri Bi...'


" Kamu jangan marah lagi yah.  Kamu percaya kan sama suami kamu ini?"


Humaira mengangguk. Mereka berdua menatap langit dengan posisi seperti tadi.  Perlahan tangan Al merayap masuk ke baju Humaira, dia mengelus perut rata istrinya dan membuat Rara geli.


" Di dalam rahim kamu udah ada benih cinta aku.  Kapan yah Mai mereka bakalan jadi dan tumbuh?"


" Kata Mamih tadi dia pengen cepet nimang cucu. Gimana kalo kita bikin Mai?"


Humaira masih saja diam tak menggubris permintaan  Bilal.


Kemudian Bilal membalikkan tubuhnya sehingga kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lain.


Perlahan Bilal memejamkan matanya dan mendekat menuju bibir Rara.  Hanya tinggal satu senti lagi bibir mereka akan bertemu sebelum tangan Rara menahannya.


" Kenapa?" Tanya Al heran.


" Jangan disini, gimana kalo ada orang yang liat?"


" Ya biarin aja kita juga udah nikah udah halal.  Jadi apa masalahnya?"  Al memajukan lagi bibirnya.  Dan lagi-lagi tangan Rara menahannya.


" Ya tetep aja Bi...  Gak enak kalo ada yang liat."


Al menatap Rara dengan puppy eyesnya. " Kita masuk ke kamar aja." Rara menarik tangan Al, ekspresi Al. pun berubah 180 derajat dia tersenyum lebar.


Al mengunci kedua pintu kamarnya dan mematika lampu. Ia menghampiri Rara yang sedang duduk di pinggir ranjang.


Tanpa aba-aba dia langsung menyerang istrinya dengan mencumbunya.  Al melumat bibir kecil Humaira dia bahkan menggigit bibir bawahnya. Humaira hanya bisa pasrah dan menerima semua perilaku dari suaminga tersebut.  Dia melingkarkan tangannya ke leher Al.

__ADS_1


Kini ciuman itu sudah berpindah ke leher jenjang milik Rara. Al membuka satu per satu baju Humaira dan miliknya hingga mereka hanyut dalam kemesraan dan tertidur.


### TBC


__ADS_2