My first last love

My first last love
Bab 4


__ADS_3

Nama aku Bilal Wira Handoko sering di panggil Al, 23 tahun seorang TNI AL, dan sekarang bertugas di Makasar. Aku anak tunggal Ayah aku seorang dokter dan Ibu guru. Aku punya sahabat dari orok namanya Rendi sama Danis, kita dari kecil suka barengan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan sampe sekarang kita mereka juga TNI AL. Tapi kita di tugasin di beda kota merka tugasnya di Pontianak. Ngomong-ngomong masalah asmara? Aku punya pacar namanya Kesya dia model buat majalah NYP, kita udah pacaran selama kurang lebih 3 tahun sama masa Pdkt. Umur kita terpaut 2 tahun dan di lebih tua dari aku, tapi umur bukanlah jadi penghalang buat orang jatuh cinta iya gak? Dia itu orangnya baik, pengertian walaupun kita jarang ketemu tapi dia gak marah ataupun kesel kayak kebanyakan cewek yang aku kenal.


Selaiin jadi TNI, aku juga mulai merintis usaha sendiri yaitu buka caffe di daerah Bandung deket rumah. Biar ada tambahan dan menghilangkan rasa jenuh kalo lagi libur itung-itung bantu orang jiga supaya punya kerja wkwwkwk.. Yah intinya aku buka Caffe yang seenggaknya buat aku nyaman buat stay di sana. Bukan karna gak ada Caffe yang bagus di Bandung tapi, aku di sekitar tempat tinggal aku gak masih jarang ada caffe yang cocok buat santai sama keluarga. Nama Caffenya 'Alcaffe' sesuai dengan nama panggilan aku. Dan baru aja buka sekitar 6 bulan lalu.


Minggu ini aku dapet libur 2 minggu jadi mau pulang ke Bandung sekalian cek perkembangan Caffe, masalah Caffe aku percayain sama sepupu namanya Yasmin jadi aku ga terlalu pusing. Aku berangkat dari Makasar hati senin malem dan baru nyampe rumah jam 7 lanjut tidur.....


Jam 12 aku bangun buat mandi terus sholat udah itu mampir ke caffe sekalian ketemu Kesya.....


• Di Caffe


Aku nyampe di Cafge jam 13.30 langsung ke ruangan Yasmin buat nanyain perkembangan Caffe. "Yas... Gimana caffe aman-aman aja kan?" Tanyaku pada Yasmin yang sedang berkutat dengan laptopnya." Eh.. Kak Al, kapan pulang? Caffe aman, tenag aja ga ada masalah." Sambil menutup laptopnya" Ehhmm sukur deh... kakak baru pulang tadi pagi makanya baru mampir sekarang ke caffe sambil janjian sa Kesya." " Ouh.. Jam berapa janjian sama Kesyanya?" " Jam 2 sengaja dateng lebih awal biar bisa ketemu kamu dulu. Soalnya dia belum tau kalo kakak punya Caffe." " Kenapa ga di kasih tau kak? Kan kalian udah pacaran lama juga, mestinya kakak ga main rahasia-rahasiaan sama kak Kesya." " Siap juga yang main rahasia-rahasiaan sama dia. Kakak cuman mau kasih dia surprise aja, waktu itu juga setelah caffe ini di resmiin kakak juga harus kerja lagi jadi ga ada waktu buat kasih tau dia makanya sekarang kakak ajak dia ketemu disini sekalian bilang" "Ehmmm gitu... Ya udah sana ke bawah sebelum dia dateng nanti gagal lagi surprisenya heheh" " Ya udah aku ke bawah dulu" " Iya..." aku turun ke bawah dan duduk di meja deket jendela, sambil ningguin Kesya aku main HP buat cek siapa tau aja ada info penting, ternyata bakalan ada reuni SMP aku, sabtu sekarang lokasinya di Hotel Mawar. Tanpa ambil pusing aku hubungi si panitia, karna udah lama juga gak ketemu sama temen SMP sekalian juga mumpung masih libur dari pada bete di rumah mendingan aku dateng aja.

__ADS_1


Setelah nunggu sekitar 15 menit akhirnya bidadari aku dateng juga, aku langsung berdiri dan meluk dia buat melepas rasa rindu. " Haii... Beb udah lama nunggunya?" " Engga kok aku juga baru sampe." Jawabku sambil melepas pelukan. " Oh ya, kamu mau pesen apa? makan apa minum?" " Ehhmm.. aku pesen minum jus alpukat aja." " Ya udah, aku pesenin dulu." Aku beranjak dari meja untuk memesan jus alpucat dan americano. Saat sedang menunggu pesanan aku lihat Kesya sedang sibuk dengan ponsel pintarnya tapi sesekali dia keliatan bingung. Pesananpun sudah siap aku kembali ke meja dan Kesya masih sibuk dengan Hpnya hingga dia.tak sadar bahwa aku sudah kembali.


" Sayang kamu lagi apa kok serius banget kaliatannya?" Ucapku sambil menydorkan jus padanya. " Eh.. Engga aku gapap kok, ini aku lagi ngecek schedule buat satu bulan kedepan jadi terlalu fokus." jawabnya sambil celingukan. " Oh.. Kamu sebaiknya jangan ambil job terlalu banyak harus jaga kesehatan juga. Jangan sampe kecapean apalagi sakit." Kataku sambil mengelus rambutnya dan dia hanya tersenyum kikuk. Senyum yang tak biasanya dia perlihatkan padaku, senyum yang seperti menutupi sesuatu.


" Iya, kamu tenang aja aku pasti jaga kesehatan kok." " Oh iya abis ini kita ke


mall ya, udah lama kitagak nonton." " Okey apapun untuk bidadariku. sekarang abisin dulu jus kamunya, waktu kita juga masih banyak kok. Kita bakalan jalan kemanapun kamu mau"


Setelah dari caffe kami langsung ke mall BTC. Karena tempatnya yang cukup dekat dengan caffe jadi gak butuh waktu lama cukup 10 menit menggunakan mobil kami sudah sampai. Kami langsung menuju ke bioskop untuk membeli tiket dan nonton, tapi baru saja duduk Kesya tiba-tiba merasa pusing. " Sayang, aku tiba-tiba pusing terua mual. Aku mau ke toilet dulu ya." 'Sayang?' Aku mencerna kata-kata Kesya barusan selama ini dia selalu memanggilku dengan sebutan Beb atau Honey dia tak pernahanggilku dengan sebutan 'Sayang'. "Ya udah kiata ke toilet aja" dia mengangguk dan begitu keluar dia langsung lari mencari toilet. Aku mengikutinya dari belakang karna takut terjadi apa-apa.


Setelah keluar dari toilet, ku lihat dia sangat pucat, langsung saja ak menghampirinya dan ku rangkul bahunya. " Kamu gapapa?" Aku sangat cemas melihat orang yang cintai seperti itu. " Engga kok, aku gapapa. Tapi kayalnya sekarang kita ga bisa nonton soalnga aku masih pusing." " Iya gapapa sekarang aku anter aku pulang ya?" Dia mengangguk, dan aku langsung memapahnya menuju ke tempat parkir dan masuk ke mobil. Selama diperjalanan pulang Kesya hanya diam sambil memijat pelipisnya dan bersandar di kursi yang sudah aku rendahkan.

__ADS_1


Aku mengantar Kesya ke apartemennya, tapi begitu aku mau turun dia menolak untuk ku antar sampai pintu. " Kamu ga usah anterin aku sampe pintu. Aku gapapa kok." " Tapi gimana kalo kamu kenapa-napa? Nanti siapa yang nolongin?" " Udah gapapa Al, I'm okey. You can go right now." " Kamu yakin?" Aku memastikan bahwa dia tak


baik-baik saja. " Iya, aku gapapa kok, kamu tenang aja. Mendingan sekarang kamu langsung pulang, istirahat kamu juga baru pulang. Aku pamit ya." Aku hanya bisa mengangguk dengan permintaannya. Tak biasanya dia seperti itu, aku juga sering mengantarnya sampai depan rumah tapi kenapa kali ini tidak? bahkan sekarang masih sore masih jam 16.45. Begitu melihatnya masuk ke dalam lift, aku langsung melajukan mobilku ke rumah. Dan selama di perjalann aku terus memikirkan kejanggalan hari ini mulai dari dia melamun di caffe, panggilan sayang, dan dia menolakku untuk mengantarnya sampai depan pintu apartemen.


Begitu sampai di rumah ternyata orang tuaku sudah pulang.


" Assalamualaikum..." " Walaikumsalam... Kamu abis dari mana?" " Abis dari caffe Mih, terus jalan bentar sama Kesya." " Kenapa gak di ajak main kesini?" " Dia lagi ga enak badan pih, makanya cuman sebentar mainnya. Aku langsung ke kamar ya, cape mau istirahat." " Ya udah sana kamu istirhat aja."


Aku pun beranjak ke atas menuju kamarku dan langsung ku rebahkan tubuhku di atas kasur, karna aku sudah sholat ashar saat pulang dari apartemen Kesya, jadi aku langsung istirahat......


### TBC****

__ADS_1


__ADS_2