My first last love

My first last love
Bab 20


__ADS_3

** Bilal Pov


Sudah seminggu sejak lebih sejak terakhir kali aku melihatnya. Ada perasaan dalam hatiku yang sulit untuk kuartikan rasanya aku ingin sekali melihat dia. Tapi aku tak punya alasan untuk hal itu. Aku tak punya alasan yang mengharuskan aku bertemu dengannya. Jangankan untuk bertemu mengirim pesan pun aku tak punya keberanian.


Mulai besok aku akan kembali aktif dengan pekerjaan dan juga aktivitas ku sebagai TNI. Dan aku juga akan mulai tinggal di asrama. Yang entah sampai kapan hingga aku mendapatkan jatah libur....


Malam ini keluarga ku sedang kumpul keluarga sambil menonton TV, meski pun tak ada saluran yang aku sukai. Aku hanya diam sambil meminkan game di ponselku.


" Al besok kamu mulai tinggal di asrama kan?" Pertanyaan Mamih membuatku menghentikan game yang sedang ku mainkan.


" Iya Mih, mulai besok Al udah tinggal di asrama lagi."


" Sampe kapan? Kamu bisa sering-sering pilang ke rumah?"


" Masih belum tau Mih, tapi kayaknya Al juga ga bisa sering-sering ke rumah juga soalnya kan ada aturannya Mih kita ga bisa seenaknya aja kalo mau keluar asrama. Emang kenapa?"


" Ga papa Mamih cuman nanya doang, kirain kamu bisa lebih sering ke rumah. Mamih soalnya bosen di rumah ga ada temen buat ngobrol. Oh iya kalo engga kamu suruh Kesya aja sering main kesini yah biar Mamih makin deket sama calon menantu Mamih."


Deg.... Aku memang belum bercerita pada Mamih tentang kandasnya hubunganku dengan Kesya. Selama ini baru Rara dan Papih saja yang tau.


" Dia udah putus sama Kesya Mih." Kali ini Pak Yadi yang berbicara setelah dari tadi menjadi pendengar setia.


" Putus? Kok bis sih Al? Siapa yang putusin dulu kamu apa Kesya? Kalian ada masalah apa sampe putus kayal gitu? Kalian kan udah pacaran lama kirain Mamih hubungan kalian ini udah mau serius?"


Mamih memghujani lu dengan berbagai pertanyaan. Memang Kesya cukup sering aku ajak main ke rumah walaupun sebaliknya dia tak pernah mengajak ku untul bertemu apa lagi berkenalan dengam orang tua nya?


" Kita putus secara baik-baik kok Mih, ga ada masalah appun. Lagian sekarang kita juga tetep temenan, Al udah putus sam Kesya sekitar 2 atau 3 bulan lah. Dia udah nikah dan sekarang lagi ngandung...... bla bla bla..... "


Aku memjelaskan semuanya pada kedua orangtua ku. Papih hanya manggut-manggut saja sedangkan Mamih awalnya tak terima namun setelah aku jelaskan Mamih akhirnya menerima juga.


" Mih jodoh itu di tangan Allah, mungkin Kesya emang bukan jodoh Al, dan suatu saat nanti Al pasti juga ketemu sama jodh Al entah itu cepat atau lambat." Aku mencoba memberikan pengertian pada Mamih agar tak terlalu memukirkan masalah percintaan ku ini.

__ADS_1


" Iya, Mamih juga tau Allah pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik buat anak Mamih satu-satunya ini. Sekarang kamu lebih baik tidur besok jangan sampe telat ke sananya atau nanti kamu di hukum."


" Ya udah Al ke atas dulu ya Mih, Pih."


Aku pun langsung ke atas menuju kamar ku, karna memang besok aku harus sudah sampai di asrama jam setengah tujuh pagi. Karna jarak dari rumah ke Asrama cukup jauh aku harus bangun lebih pagi dan berangkat lebih awal...


Sebelum tidur, aku berdoa kepada Allah agar aku segera di pertemukan dengan jodohku dan aku harap itu adalah kamu


' Humaira Zakarina Nugroho' ku baringkan tubuh ku dan perlahan ke tutup mataku hingga aku tertidur pulas.


** Author Pov


Sebulan sudah Nino mengejar Lita atau mungkin Humaira karna selama ini dia selalu bertanya pada Rara tentang Lita hingga akhirnya usahanya tak sia-sia.


Seminggu lalu Rara sudah memberilan nomor Lita pada Nino. Nino yang menerimanya senag bukan kepalang, sekarang dia bisa bertukar pesan langsung dengan Lita tanpa melalui Rara.


Hari ini Nino berencana untuk mengantarkan Lita pulang. Nino sampai di butik pukul 19.50, 10 menit lebih cepat sebelum butik di tutup.


" Ngapain lo disini?" Rara dan Lita menghampiri Nino yang sudah standbye di mogenya.


" Ya gue kesinj mau jemput Lita lah. Masa iya gue kesini mau jagain butik lo?"


Humaira memicingkan matanya sambil menatap Nini dengam lekat.


" Lo mau anter Lita pulang?" Yang dintanya pu menggung dengan pasti.


" Enggak, ga bisa. Lita gue yang anter pulang."


" Kenapa ga bisa? Orang Litanya juga ga papa kok. Lagian kita udah janjian kalo hari ini gue yang anter Lita pulang.


Iyakan Lita?"

__ADS_1


" I.. Iya Mba, Lita udah janji sama Mas Nino kalo hari ini Lita pulang sama Mas Nino." Lita menjawab dengan sedikit gugup karna dia takut tak di ijinkan.


Humaira pun menatap Lita sambil memegang bahunya.


" Lita, kalo kamu mau pulang sama Nino atau siapapun itu. Kamu bilang dulu ya sama Mba Rara. Kalo kamu bilang dari awal Mba pasti ijinin kamu. Mba cuman ga mau kalo kamu sampe kenapa-napa."


" Iya Mba Lita juga ngerti kalo Mba itu khawatir sama Lita, lain kali Lita pasti bilanh duku sama Mba Rara." Lita. menatap Rara sambil tersenyum tulus.


" Ya udah sekarang kamj pulang sama Nino. Inget ya kalo dia berani macem-macem sama kamu. Langsung laporin ke Mba okey!" Tangan Rara membuat huruf 'O' sebagai tanda.


"Siip Mba, pamit dulu ya Mba." Lita mencium punggung tangan Rara lalu naik ke motor Nino.


" Awas ya kalo sampe ade gue kenapa-napa lo harus tanggung jawab. Gue ga peduli mau lo sahabat gue atau bukan!!."


Rara memberi nasehat atau mungkin peringatan pada Nino sambil menunjuknya dengan telunjuk.


" Iya bawel, elo tenang aja gue pasti tanggung jawab sama Lita dan keluarga kecil kita kelak." Mendengar hal tersebut Lita hanya diam dan tersenyum pipinya sudah merah seperti tomat, beruntung saat itu malam kalau tidak dia pasti benar-benar mati kutu.


Nino yang bisa melihat itu dari spion pun merasa bahagia.


" Kamu udah siap Lit. Gue duluan ya."


" Udah. Kita duluan ya Mba. Assalamualaikum "


" Walaikumsalam... "Humaira pun mengangguk tersenyum sambil melambaikan tangan.


" Makanya elo cepet cari pacar kalo bisa suami biar elo tau gimana rasanya jatuh cinta... Hahaha.... " Sebelum akhirnya pergi Nino menyempatkan diri untuk menggoda Rara terlebih dahulu dan langsung ngacir sebelum Rara marah...


Humaira hanya bisa tertawa hambar mendengar lelucon dari Nino. Setelah motor Nino jauh, dia bergegas menuju mobil dan pulang.


### TBC

__ADS_1


__ADS_2