My first last love

My first last love
Bab 33


__ADS_3

*Author Pov


Acara resepsi malam itu selesai pukul 23.30. Rara dan Al sekarang sudah berada di kamar pengantin, kamar yang beda dengan kamar yang tadi mereka pakai untuk ganti baju dan make up.


Kamar tersebut berada satu lantai dengan kamar sebelumnya hanya terhalang 3 kamar.


Kamar pengantin itu sudah dihias layaknya kamar pengantin baru pada umumnya. Di kasur, terdapat taburan bunga mawar merah yang membentuk hati serta handuk yang di buat menyerupai angsa dan membentuk lambang HATI.


" Mai... Aku dulu apa kamu dulu yang mandinya?" Saat ini Al sedang rebahkan di kasur sedangkan Rara duduk di depan meja rias, ia sedang mencopot satu per satu pentul di kerudungnya.


" Kamu aja deh Bi..  Aku belum selesai copotin pentulnya.  Belum lagi nanti mau hapus make up dulu. Jadi kamu aja duluan."


" Ehhmmm...  Ya udah deh." Al mendekat pada Rara, lalu membisikan sesuatu.


" Atau gimana kalau aku tungguin kamu selesai terus mandi bareng gimana?"


" Isshh!!!.. Enggak!" Rara menyikut perut Al dan memberikannya tatapan tajam


" Aww!!!..  Sakit Mai.. Kamu tuh yah sama suami itu harusnya nurut bukannya nyakitin kayak gini." Gerutu Al sambil memegang perutnya yang di siku oleh Rara.


" Kita itu baru aja ketemu dan sah beberapa jam lalu,  aku tuh kangen tau gak? Dari tadi kita gak ada waktu buat berduaan, Sekaramg giliran udah cuman berdua kamunya malah galak."


" Ya abisnya kamu ngomong yang aneh-aneh aja sih Bi..  Mendingan sekarang kamu mandi duluan aja. Kamu juga pasti  udah lengket banget. Kata Mamih tadi udah di siapin baju ganti buat kita di kamar mandi."


" Ya udah aku mandi duluan..." Al mengecup kening Rara sebelum beranjak ke kamar mandi dengan wajah di tekuk.


 


10 menit kemudian Al sudah selesai mandi, Rara juga sudah selesai melepas jilbabnya dan menghapus make up nya.


Cekrek,Al keluar sudah mengenakan piama yang telah di siapkan oleh ibunya.


Ia menghampiri istrinya yang sibuk


tengah dengan ponsel pintarnya.


" Mai..."


" Heumh...??? Kenapa Bi?"


"Aku udah selesai mandi,sekarang giliran kamu buat mandi. Biar cepet istirahat, kamu pasti capek dari tadi berdiri terus." Bilal membelai rambut istrinya dengan lembut. 


Kemudian Rara beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi. Setelah mandi,


ia merasa lebih segar saat keluar ternyata suaminya telah tertidur pulas di sofa. Rara berjalan menghampirinya untuk membangunkan Al dan pindah tidur di kasur.


" Bi..  Bangun jangan tidur disini, kalo mau tidur itu di kasur kalo disini nanti badan kamu sakit pas bangun." Ia mengguncangkan bahu Al.  Tapi, suaminya malah tak bangun-bangun.


" Bi.. "Panggilnya lagi.


" Heumh... "


" Bangun, pindah tidurnya di kasur."


Bukannya bangun Al malah memajukan bibirnya. Humaira tersenyum melihat


kelakuan suaminya tersebut, Lalu...


Cup...


Humaira mengecup bibir Al,  tapi saat dia menjauh dengan sigap tangan Al sudah lebih dulu menahan tengkuknya.  Dia mencium bahkan melumat bibir itu.  Dia memperdalam setiap ciuman pada istrinya.


Lalu setelah merasa kalau Rara kehabisan nafas, mereka melepaskan tautan mereka.  Al dan Rara membuka mata mereka secara bersamaan.


Mata mereka bertemu tepat di hazel masing-masing,  dan tersenyum.

__ADS_1


" Apa boleh?"


Rara mengangguk sambil tersenyum. Setelah mendapat persetujuan,  Al menggendong Rara ala bridal style.


Al membaringkan tubuh Rara di kasur dengan perlahan.  Dia mengecup kening istrinya sambil membaca do'a agar di berikan keturunan yang soleh dan solehah.


Kemudian kecupan itu perlahan turun ke kedua matanya, hidung, kedua pipinya, bibirnya ia kembali mencium bibir Rara dengan penuh kelembutan.  Rara melingkarkan tangannya di leher Bilal.  Kemudian ciuman itu turun ke leher jenjang Humaira dan meninggalkan tanda kepemilikan atau kiss mark.


Perlahan tangan Bilal membuka setiap kancing baju Humaira begitu juga sebaliknya.


Selanjutnya mereka melakukan hal yang memang di lakukan oleh pasangan pengantin baru di malam pertama mereka.


Humaira menyerahkan mahkotanya yang selama ini ia jaga untuk di berikan kepada orang yang kini telah menjadi suaminya.


Pagi harinya, Al terbangun dan melihat Rara sedang tertidur pulas dalam pelukannya dengan menggunakan tangan Al sebagai bantal.  Humaira benar-benar damai dalam tidurnya hingga kecupan di bibirnya mengusik tidur nyenyak nya.


Perlahan mata Humaira terbuka,  ia mengerjap beberapa kali untuk mendapatkan kesadarannya. Ia melihat wajah Al yang tampan begitu dekat,  hingga membuat pipinya merah merona.


" Good morning Mai, My Wife... " Al kembali mengecup bibir Rara.


" Itu morning kiss Mai..."


Detak jantungnya kembali berdetak tak beraturan dan pipinya bahkan lebih merah dati sebelumnya. Al ter kekeh melihat Rara yang sedikit salting, Al terus menatap wajah istrinya dengan tersenyum lebar.


Karna malu terus ditatap oleh suaminya,  Humaira menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Al dan mempererat pelukannya.  Bahkan Al bisa merasakan detak jantung Rara yang begitu cepat.


" Terima kasih untuk semalam Mai... " Bilal membelai rambut Humaira dan mencium puncak kepalanya. Kemudian merengkuh tubuh Humaira agar lebih dekat.


Humaira mengangguk dan tersenyum dalam dekapan suaminya.  Ia merasa sangat nyaman dengan posisi seperti itu.


Masih dengan posisi yang sama.


" Mau sampai kapan kita pelukan kayak gini Mai?"


" Kamu emang gak laper gitu?  Ini tuh udah jam tujuh Mai... " Humaira tetap tak menggubris ucapan Al.  Dia enggan untuk pergi kemana pun untuk saat ini.


" Mai...Kita mandi yah Mai sayang... Sekarang kita mandi wajib bareng yah Mai..."


Humaira mendongak menatap mata Al lalu menundukkan kembali wajahnya dan mengangguk. Al tersenyum lalu dia memungut pakaian nya dan membawa Rara ala bridal style dengan membungkus badannya dengan


selimut ke kamar mandi.


Setelah mandi,  mereka bersiap untuk makan restoran yang terdapat di hotel tersebut. Mereka berjalan berpotongan sembari menautkan jari satu sama lain.


Al menarikkan kursi untuk Rara dan mereka duduk berhadapan melahap sarapan pertama mereka sebagai sepasang suami istri sambil di selingi dengan candaan.


Setelah selesai,  mereka kembali kamar karna memang Al memutuskan akan tinggal selama 2 hari di hotel. Agar lebih leluasa untuk tetap berduaan dengan Rara.


Bukan berarti,  jika tinggal dengan orangtua tidak bisa berduaan. Tapi mereka pasti akan merasa canggung jika tinggal dengan orang tua.


" Bi...  Gimana kalo kita nonton?"


Mereka sedang berada di kasur dengan posisi Bilal tiduran di pangkuan Rara. Dan Rara mengelus dengan sayang rambut Bilal.


" Nonton kemana Mai?  Aku lagi males buat keluar." Al menajamkan matanya sambil menikmati setiap belaian dari istrinya.


" Emang kalo nonton itu harus pergi keluar gitu? Kita bisa nonton disini kok Bi..  Lagian aku juga bawa laptop kebetulan aku dapet rekomendasi dekor dari Milea yang belum ditonton."


" Nanti aja yah nontonnya"


" Iihhh...  Kamu mah,  aku tuh bosen dari tadi kita cuman diam aja.  Kalo kamu gak mau nonton ya udah biar aku aja yang nonton awas!!"


" Heuh..  Ya udah kita nonton aja." 


Rara memindahkan kepala Al ke kasur dan beranjak mengambil laptopnya.

__ADS_1


" Kita mau nonton film apa?"


" Kata Milea dramanya Cha Eun Woo itu seru, aku belum sempet nonton. Jadi kita nonton itu aja ya."


Al hanya duduk diam di samping Rara yang sedang mengotak ngatik


laptopnya karna dia tak tahu siapa itu Cha Eun Woo dia hanya mengikuti keinginan Rara. 


Eps. pertama pun di mulai.  Rara begitu antusias begitu melihat Cha Eun Woo uang begitu tampan.


" Aaaakkkkhhh!!!!!..... Ya ampun Bi!!  Liat Eun Woo ganteng banget Ya Allah kapan aku bisa ketemu sama dia... " Mata Rara begitu berbinar saat layar laptopnya memperlihatkan Cha Eun Woo..


"  Yang mana Che Eun Woo itu? Gantengan juga aku Mai... Di bandingin sama dia jauh lebih ganteng aku lagi!"


Rara melirik ke arah suaminya yang terlihat jealous karna Rara memuji ketampanan Cha Eun Woo.


' Kayaknya suamiku itu lagi cemburu nih....  Hehehe lucu juga yah kalo dia lagi cemburu kayak gitu. Kerjaan ahhh... '


" Kamu bilang apa barusan Bi? Gantengan kamu sama dia?"


" Ya iya lah,  dia artis korea kan?  Aku denger orang sana itu banyak yang oplas.  Siapa tahu dia juga oplas, ganteng nya itu cuman tipuan doang gak kayak aku yang ganteng nya alami. Kalau pun iya dia ang ganteng, dia itu cuman salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi idola banyak orang, kamu jangan merasa memiliki dia atau apapun karna kamu itu cuman milik aku Mai... " 


" Kamu itu kalo gak tahu apa-apa,  jangan asal ngomong gak semua orang korea itu oplas.  Lagian nih ya,  Cha Eun Woo itu gantengnya bukan tipuan tapi dia itu ang udah ganteng dari lahir."


" Jadi kamu menurut kamu lebih ganteng dia di banding aku gitu?"


" Heemh,  semua orang juga pasti setuju sama aku kalo dia itu lebih ganteng dari kamu Bi.."


" Semoga kalo kita punya anak cowok nanti gantengnya kayak Cha Eun Woo ya Bi..."


" Masa kayak dia sih Mai?  Kalo nanti kita punya anak ya harus mirip aku dong aku kan bapaknya.  Masa iya nanti kalo kita punya anak mukanya kayak orang lain?  Apa kata dunia nanti?" Protes Al.


" Ya gak papa dong,  yang penting anak kita kelak ganteng.  Emang kamu gak mau gitu kalo anak kita entar ganteng kaya Cha Eun Woo?"


Al tak menggubris omongan Rara dia lebih memilih diam dan memcoba menikmati drama yang sedang dia tonton. Al tak mau di hari kedua mereka menikah malah bertengkar hanya karna masalah sepele seperti itu.


' Emang iya sih dia emang ganteng,  bahkan lebih ganteng dari aku.  Tapi gak bisa apa puji suami sendiri meskipun boong juga gak papa!  Aish..!!! ' Gerutu Al dalam hatinya.


Rara melirik ke arah Al,  ia terlihat sangat tidak suka dan tidak menikmati tontonan tersebut.


" Sini... " Humaira menepuk pahanya.


Al hanya mengangkat sebelah alisnya.


" Kamu mendingan tidur aja kayak tadi.  Aku tahu kamu gak suka sama drakor,


kamu gak usah maksain mau nonton sama aku Bi..."


" Meakipun Eun Woo itu ganteng, tapi dia itu cuman salah satu idola aku doang.


Di hati aku kamu yang paling ganteng.  Seperti kata kamu tadi, meskipun dia ganteng, aku gak mungkin milikin dia begitu pula sebaliknya. Karna aku milik kamj seorang Bi... Aku hanya kagum sama dia,  masih muda udah sukses itu aja kok."


Humaira tersenyum cantik ke arah Bilal, dia kembali menepuk pahanya agar Bilal bisa tidur seperti tadi.


Bilal pun mengiyakan, dia lalu tidur di pangkuan istrinya yang membelai rambutnya dengan sayang. Bilal memeluk pinggang Rara sambil memejamkan matanya, hingga dia benar-benar tertidur pulas.


Humaira melirik ke arah Al yang sedang tidur di pangkuannya. Dia mengecup rambut Al dan membisikan.


" I love you my hubby,  you are mine... "


Kemudian dia melanjutkan menonton drama hingga beberap episode,  sebelum terdengar suara azan dzuhur.


Humaira membangunkan Al untuk sholat berjamaah.  Setelah sholat,  mereka pun rebahan di kasur dan bercerita mengenai masa lalu mereka yang belum di ketahui satu sama lain.


### TBC

__ADS_1


__ADS_2