My first last love

My first last love
Bab 5


__ADS_3

***BILAL POV


Malam ini aku sudah siap untuk pergi ke acara reuni, aku memakai pakaian yang aku beli kemarin setelan jas summer suit tanpa saku berwarna krem yang satu set dengan celana tak lupa aku padu padnkan dengan kaos oblong hitam dan lupa aku pakai sepatu sneakers dan jam tangan satu lagi aku semprotkan parfum dengan harum maskulin. Ku pandangi diriku di pantulan cermin, aku rasa tak ada yang salah dengan diriku aku tak terlalu jelek walaupun kulitku tak putih, tapi cukup manis menurutku. Untuk masalah mapan? Aku memang tak sekaya 'Jeremi Tomas' ataupun 'Hotman Paris' Hehhh... Tapi kurasa aku dengan profesiku sebagai tentara aku bisa mencukupi kebutuhan keluargaku kelak. Tapi mengapa, dia, yah dia meninggalkan diriku untuk orang lain.



FLASH BACK ON ( Author Pov)


"Kesya...!" Bilal memanggil Kesya smbil berjalan mendekatinya yang sedang tersenyum, namun seketika senyuman itu luntur begitu melihat Bilal mendekat.



"Kamu lagi ngapain disini?" " Aku... Aku.. Aku..." Saat Kesya sedang mencoba menjelaskan pria yang berada disampingnya langsung ikut bicara. " Dia siapa sayang? Temen kamu?" Tanya lelaki itu sambil menatap Bilal dan Kesya secara bergantian dengan tatapan penuh tanda tanya. Bilal yang mepihat sepertia ada hal yang tak beres langsung memperkenalkan diri.

__ADS_1


" Perkenalkan nama saya Bilal, temennya Kesya." Sambil mengulurkan tangannya, " Oh, perkenalkan saya Aditya suaminya Kesya. Maaf saya tak tau kalau anda teman istri saya karna saya tak melihat anda di acara resepsi. kami." Jawab Adit sambil menyambut uluran tangan Bilal sambil tersenyum ramah. " Ahh.. iya mungkin waktu itu saya sedang bertugas, jadi saya tak tau kalau Kesya ternyata sudah menikah." Bilal menatap Kesya dwngan penuh tanya, Adit yang sepertinya mengerti memilih untuk pergi duluan ke mobil terlebih dahulu. " Ehmm.. Sayang aku duluan ya, sepertinya ada hal yang perlu kalian bicarakan terlebih dahulu, mungkin Bilal juga agak kaget denger kamu udah nikah. Aku duluan ya, (sambil mengecep kening Kesya) mari mas" Kesya dan Bilal membalas dengan senyuman dan anggukan lalu Adit nergegas menuju mobilnya.


"Sekarang kamu jelasin apa yang terjadi?" Kesya manatap Bilal sambil menghembus nafas. " Okey, sebelumnya aku minta maaf atas apa yang terjadi saat ini." Bilal hanya diam tak menjawab apapun seoalah meminta penjelasan. " Aku sama Mas Adit udah nikah 2 bulan lalu, kita di kenalin sama keluarga dari papah aku. Karena merka berfikir kalo aku belum punya pacar."


Karena memang selama mereka berpacaran hanya kakaknya dan manajernya saja yang tau. Kesya tak pernah memperkenalkan Bilal pada keluarganya. Bilal masih diam.


" Awalnya aku nolak, tapi papah sama mamah aku maksa dan nyuruh aku bawa pacar kalo emang aku gak mau. Tapi kamu masih ada di Makasar dan saat aku hubungi handphone kamu di luar jangkauan jadi aku ketemu sama mas Adit.........."


Kesya menjelaskan semuanya pada Bilal, mulai dari dia merasa nyaman dengan Adit yang selalu ada waktu untuknya, hingga perasaan itu tumbuh menjadi suka bahkan cinta sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah 2 bulan yang lalu. Dan sekarang dia sedang mengandung hasil dari pernikahannya dengan Adit yang kini sudah menginjak 4 minggu atau satu bulan.


Aku tau aku egois, karna mengakhiri hubungan kita secara sepihak dan dengan cara yang pengecut. Tapi aku harap kamu ngerti, kita juga masih bisa ketemu walaupun hubungan kita tak seperti dulu. Kita masih bisa berteman dan aku juga tau kalau kamu itu orang yang baik dan pasti akan bertu dengan orang yang lebih baik dari aku dan bisa memahami keadaan kamu."


Bilal masih tetap diam seribu bahasa dan berusaha untuk mencerna kata demi kata yang terlontar dari gadis yang saat ini sudah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


Hingga dia tersadar dari lamunannya saat tangan Kesya melambai di depan matanya.


" Eh, aku emang belum bisa memahami keadaan situasi saat ini. Tapi kalo itu udah pilihan kamu, dan bisa membuat


kamu bahagia, aku turut senang. Semoga rumah tangga kamu langgeng dan buat dede bayi sehat terus ya jangan susahin bundanya." "Seperti kata kamu tadi, kita masih tetep bisa berteman, dan tetap menjaga silaturahmi. Kapan-kapan kita ketemuan sama mas Adit, ya udah sekarang kamu pergi ibu hamil jangan terlalu capek. Satu lagi, boleh aku peluk kamu untuk terakhir kalinya?" Dengan hati-hati Bilal menanyakan hal terakhir untuk melepas semua kegundahan dan kerinduannya selama ini karna tak ada kabar dari Kesya. Kesya pun mengangguk. Mereka berpelukan cukup lama sekitar 30 detik. Hingga Bilal tersadar dan melapaskan pelukannya.


" Ya udah aku pulang dulu ya, Mas Adit pasti udah nunggu lama." Bilal hanya mengangguk sebagai jawaban, Kesya pun pergi menuju mobil suaminya dan Bilal masih diam di tempat hingga mobil Adit mulai jauh dan hilang dari pandangannya.


Dengan langkah kaki yang berat Bilal berjalan menuju mobilnya dan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Tatapannya menatap lurus ke jalan, walaupun hati dan pikirannya masih berkecamuk. Bagaimana tidak? Orang yang selama 3 tahun terakhir ini mengisi relung hatinya tiba-tiba sudah menikah dan sedang mengandung hasil dari pernikahannya.


Kecewa? Sangat tapi apa daya, Bilal juga tak bisa egois untuk mempertahankan cintanya apalagi harus merusak rumah tangga orang lain. Yang harus Bilal lakukan sekarang adalah move on dan mengikhlaskan cintanya dengan orang lain. Dan tetap yakin bahwa Tuhan telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuknya kelak.


Pukul 16.00 Bilal sampai di rumahnya dan memarkirkan mobilnya lalu beranjak menuju kamar untuk mandi dan melaksanakan kewajibannya. Sambil meminta yang terbaik untuk kehidupannya ini....

__ADS_1


* FLASH BACK OFF


###TBC


__ADS_2