My first last love

My first last love
Bab 32


__ADS_3

Bab 32


*Author Pov


Setelah menunggu satu minggu,  akhirnya Al bisa bertemu dengan sang pujaan hati Humaira.  Hatinya saat ini sangat tak karuan antara bahagia akan bertemu Rara dan  gugup dengan Ijab Kabul yang akan dilaksanakan.


Di kediaman Pak Yadi sanak saudara sudah berkumpul untuk mengantar seserahan Al.  Mereka semua sibuk memasukkan sesrahan ke mobil yang akan di pakai.  Seperti seperangkat alat sholat, baju, make up,  dsb.


" Al..." Pak Yadi menghampiri anak semata wayangnya yang tengah melamun duduk di pinggir kasur.


" Iya Pih?  Ada apa?" Beliau duduk di samping Al.


" Setelah ijab kabul nanti,  kamu bakalan punya tanggung jawab yang besar.  Kamu bukan hanya harus menafkahi Rara,  tapi kamu juga harus menjadi imam yang baik buat keluarga kecil kalian kelak. Kamu harus menjaga keluarga kamu, jangan biarkan ada orang yang menyakiti kalian. "


" Iya Pih,  Al juga tahu. Setelah ini Al harus bertanggung jawab penuh atas Rara, tanggung jawab Al bukan hanya itu. Kebahagian Rara juga menjadi tanggung jawab Al.  Al janji, Al pasti akan menjadi imam yang baik untuk keluarga Al kelak. Al pasti akan menjaga keluarga Al dengan baik Pih."


" Papih percaya sama kamu Al, Papih yakin kalau kamu sudah bisa dan layak untuk membina sebuah rumah tangga."Beliau menepuk bahu Al kemudian Pak Yadi melirik alroji di tanganya.


" 5 menit lagi kita berangkat.  Kamu udah hapal kan Ijab nya?  Jangan sampai kamu lupa, dan bikin Papih malu loh ya."


" Tenang aja Pih,  Al udah hapal semuanya.  InsyaAllah nanti semuanya berjalan dengan lancar."


Ucap Al tersenyum ke arah Papihnya. Pak Yadi mengangguk kemudian bangkit dan memeluk Al, memberikan semangat kepada anaknya. 


Beliau mencoba untuk menghilangkan kegugupan putranya dengan sedikit bercanda.  Meskipun tak banyak tapi setidaknya dengan mengobrol dan sedikit bercanda seperti itu bisa mengalihkan pikirannya agar tak terlalu memikirkan masalah ijab kabul. Walaupun tidak terlihat jelas,  tapi beliau yakin bahwa anaknya sangatlah gugup.


Rombongan berangkat menuju salah satu Hotel di Bandung yang akan menjadi saksi bisu bersatunya insan manusia sekaligus untuk perayaan resepsi yang akan dilaksanakan pada malam harinya.  Ada 5 mobil jenis avanza dan satu bis.  Sedangkan mobil pengantin menggunakan mobil jenis honda brio berwarna putih yang memimpin rombongan yang lainnya. 


Akad nikah akan dilaksanakan pukul 09.30. Jam 09.10 pihak mempelai pria. sudah sampai di halaman Hotel.  Mereka semua di sambut dengan penuh suka cita oleh pihak perempuan.


Al sekarang sudah duduk di depan Pak Penghulu dan Ayah Humaira.Tak lupa ada empat orang saksi yang berasal dari keluarga Al dan Rara. Al menggunakan setelan pengantin pria berwarna putih serta peci. Di lehernya terdapat rangkaian bunga yang dikalungkan oleh Bu Intan tadi saat tiba.


Hatinya semakin detik semakin berdetak dengan kencang, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya sejak dia duduk. Tangannya juga dingin bercampur keringat. Ia terus melafalkan surat-surat yang ia pelajari saat masih mengaji.  Hingga saatnya tiba tangan Pak Haris menjabat tangan Al.


" SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU BILAL WIRA HANDOKO BIN YADI HANDOKO DENGAN PUTRI SAYA HUMAIRA ZAKARINA NUGROHO BIN TI HARIS NUGROHO DENGAN MAS KAWIN 24 KARAT SEBESAR 30 GRAM DIBAYAR TUNAI! "

__ADS_1


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA HUMAIRA ZAKARINA NUGROHO BINTI HARIS NUGROHO DENGAN MAS KAWIN 24 KARAT SEBESAR 30 GRAM DI BAYAR TUNAI!"


" Bagaimana para saksi Sah?" Tanya Pak penghulh kepada para saksi.


" SAH... "


"SAH.. "


"SAH.. "


"SAH... "


" Alhamdulillah...." Ucap mereka serempak, lalu berdoa.....


Setelah do'a Humaira di bawa ke hadapan yang lainnya. Dia terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya tradisional berwarna putih dengan hijab dan make up yang sederhana namun terlihat sangan cocok dengannya.


Humaira di dudukan di samping Bilal yang sejak kedatangan Rara matanya tak pernah lepas dari wanita yang kini sudah 'SAH' menjadi istrinya tersebut.


Sekarang mereka berdua sudah duduk berdampingan. Al membisikan sesuatu tepat di telinga Rara.


" You are so beautiful my wife... " Mendengar hal itu, Rara yang tadinya hanya tertunduk melirik ke arah suaminya dan tersenyum manis yang menambah aura kecantikan nya.


Mereka menandatangani buku nikah lalu berfoto sebagai kenang-kenangan. Bilal menyematkan sebuah cincin emas di jari manis tangan kanan Rara. Kemudian Rara mencium punggung tangan suaminya. Begitu pula sebaliknya, tapi Bilal mencium kening istrinya dengan begitu lama. Seolah dia menyalurkan kerinduannya pada sang pujaan hati setelah seminggu lamanya mereka tak berkomunikasi sama sekali.


Setelah itu sungkeman pada orang tua mereka.


Sekarang pada sanak saudara dan sahabat dekat mereka sedang berada di taman hotel. Pasangan pengantin baru itu akan melepaskan sebuah merpati putih dan di susul dengan pelepasan bolon berwarna hitam putih yang mencerminkan sisi kehidupan.


Resepsi akan di adakan pukul


19.00-selesai. Ada sekitar 1.000 undangan yang disebar belum termasuk sahabat mereka.


Sekarang pasangan pengantin baru itu tengah berada di salah satu kamar hotel. Bilal sedang sibuk memperhatikan Istrinya yang sedang di pakaian make up dia duduk di pinggir kasur. Karna merasa risih Rara menyuruh Al keluar sebentar.


" Al..!!! Kamu jangan liatin aku kayak gitu dong, kasian si embak nya jadi gak konsen.... "

__ADS_1


" Gak papa kok Mba, saya udah biasa. Ini bukan kali pertamanya saya


make- up-in pengantin yang suami nya kayak si Mas ini... Santai aja heheh... "


Bukannya membantu, si Mba tersebut malah membela Al membuat Rara memanyunkan bibirnya.


" Kata so Manya juga gak papa kok. Lagian kita itu udah SAH Mai, jadi gak papa dong aku liatin kamu kayak gini. Atau jangan-jangan kamu lagi yang risih diliatin sama aku?" Al mengangkat alisnya.


" Enggak kok, siapa juga yang risih aku biasa aja tuh." Elak Rara


" Oh ya? Berarti kalo aku liatin kamu dari sini juga hak papa dong?!" Kini Al berada tepat di samping Rara. Tentu saja hal itu membuatnga semakin risih dan salting. Tapi dia mencoba untuk tetap acuh dan diam agar tak menyusahkan Mba make up.


" Sudah selesai make up nya. Sekarang saya mau ke luar dulu sebentar ya Mas, Mba." Mba-mba make up tersebut cukup peka. Dia tahu kalau sekarang saatnya memberi waktu kepada pasangan tersebut.


" Oh iya Mba Silahkan... " Kata Al dengan senang hati mempersilahkan nya keluar. Beda hal nya dengan Rara, dia merutuki si Mba karna membiarkannya berdua dengan Al.


Setelah si Mba keluar, Al duduk lebih dekat dengan Rara, jarak di antara mereka hanya beberapa cm karna terhalang oleh gaun resepsi Rara.


Al memegang tangan Rara dan membalikkan wajahnya agar mereka bisa saling berhadapan.


"Tatap mata aku Mai.... " Ujarnya, kemudian Rara menatap mata Al, dan tersenyum.


" Mai... Kamu tau gak aku merasa sangat bahagia karna sekarang kita sudah menjadi suami istri. Kamu juga seneng gak sekarang kita udah nikah."


Rara hanya mengangguk kepalanya. Mereka tersenyum satu sama lain dengan Al yang masih menggenggam tangan Rara.


Perlahan Al mendekatkan wajahnya dan memejamkan matanya, tangannya kini sudah mengatup wajah Rara. Rara yang mengerti maksud Al, juga memejamkan matanya kemudian...Cup... Al mengecup kening Rara dan berpindah ke mata, hidung hingga bibirnya.


Cukup lama Al mencium bibir Rara hingga dia melepaskan cuumannya karna tak mau merusak make up sang istri heheheh.....


Terdengar suara ketukan di pintu, ternyata itu adalah si Mba make up. Karna merasa sudah cukup lama dan sebentar lagi acara akan di mulai, Ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu.


Al Dan Rara saat ini sedang berjalan di altar mereka benar-benar bak Raja dan Ratu sehari atau mungkin semalam.


Gaun panjang berwarna peach serta hijab yang disertai sebuah mahkota kecil di atasnya membuat Rara seperti seorang princess di tambah make up yang natural tak terlalu tebal dan juga tak terlalu tipis juga. Begitu pula dengan Al, dia tampak sangat gagah dan tampan dengan setelan jas berwarna senada dengan Rara.

__ADS_1


Semua orang yang hadir sibuk mengabadikan momen mereka berdua. Semua mata yang ada disana tertuju pada mereka berdua. Tak ada yang mengalihkan pandangan nya pada hal lain.


### TBC


__ADS_2