My first last love

My first last love
Bab 19


__ADS_3

** Author Pov


Sudah seminggu sejak kepulangan Bu Intan dari RS.  sekarrang beliau sudah lebih baik dari sebelumnya.


Selain itu ada hal baru yang membuat Rara jengah apa lagi kalau bukan karna si Nino yang setiap hari menanyakan kabar Lita bahkan tak jarang dia datang ke butik hanya untuk melihat dan mengantar Lita pulang. Seperti hari ini dia sengaja datang ke butik langsung dari sekolahnya.


Drrtt...  Drrtt.... Ponsel Rara bergetar tanda pesan masuk.


" Ra... Gue ada di depan butik lo nih,  gue boleh masuk ya?"


Itu adalah pesan dari Nino, ia mengirim peaan lengkap dengan emot memohon. Sejak pertemuannya dengan Lita di RS.


seminggu lalu setiap hari Nino meneror Humaira dengan berbagai pesan.


" Elo boleh masuk asalkan elo beli salah satu baju gue."


" Yaah.... Kok gitu sih Ra,  gue kesini cuman mau liat Lita doang masa gak boleh sih?"


" Di dunia ini tuh ga ada yang gratis ya No!.. Itu sih terserah lo aja,  gue juga ga bakalan maksa kok... "

__ADS_1


" Ya udah iya deh iya gue liat-liat dulu kalo ada yang cocok sama selera nyokap gue, gue beli satu.. "


" Okey, sekarang lo masuk gue juga mau ke bawah." Setelah membalas pesan dari Nino Rara tersenyum puas ulahnya mengibuli sahabatnya itu membuahkan hasil. ' Memang kalo Cinta apa aja pasti rela dilakuin hihihi' Gumamnya sambil turun ke bawah.


Ttring suara lonceng dari pintu butik.


Itu adalah Nino yang bergegas masuk setelah mendapat ijin dari Rara,  dia masih menggunakan swtelan olahraga.


" Ekhem.. Lita Saya mau liat-liat baju gamis buat Mamah saya, kamu bantuin cari ya." Nino sudah mulai melihat-lihat benerapa gamis yang di jual oleh Rara Lita pun melayani Nino layaknya pelanggan seperti yang lain..


" Kalo yang ini gimana Mas?" Lita menyarankan gamis berwarna abu-abu yang di padu padankan dengan warna peach pada bagian bawahnya.


Lita pun hanya tersenyum karna pilihannya di terima. Ternyata dari tangga ada orang yang memperhatikan mereka berdua yah orang itu adalah Rara.


" Kalo emang udah dapet buruan bayar,  gue ga terima kasbon ya..! "


Sebenernya  Humaira tak berniat untuk mempermainkan Nino apa lagi menjailinya. Dia tau kalau Nino. menaruh hati pada Lita,  tapi dia hanya ingin melihat kesungguhan pada Nino dan tak ingin Lita sakit hati.


Apalagi dia pernah di hianati oleh pacarnya saat baru tiba di Bandung. Sejak saat itu Lita tak pernah cerita lagi kalau dia berpacaran.

__ADS_1


Meskipun itu Nino,  Rara tak mau adiknya itu patah hati oleh sahabatnya sendiri.  Jadi selama ini dia hanya mau melihat kesungguhan dari Nino.


" Iya iya tenang aja gue bayarnya Cash kok...  Takut bener sama sahabat sendiri juga."  Nini bergegas ke  kasir untuk membayar sambil membawa gamis yang sudah Lita pilih tadi


" Nih bill nya,  Kapan-kapan kesini lagi ya, ajak juga keluarga lo." Rara menyodorkan Bill dengan kembalian uang Nino.


Nino hanya menerimanya dengan cemberut. Tapi ekspresinya langsung berubah begitu menatap Lita.


" Lita Mas pulang dulu ya nanti Mas kesini lagi. Bye bye..." Nino berlalu sambil melambaikan tangan pada Lita


" Apaan Mas Mas,  lo pikir Mas bakwan heh!!?"


" Bodo amat gue juga pamitan ke Lita bukan ke elo Ra... Bwelle..."


Nino lalj keluar dari butik dengan perasaan bahagia, setidaknya hari ini dia bisa melihat Lita walaupun uangny harus jadi korban.


" Seenggaknya hari ini gue bisa liat lo Lita, gue rela dompet gue tipis aslakan tiap hari gue bisa kayak gini." Nino berbicara dengan dirinya sendiri sambil menatap papper bag dan senyum sendiri.


" Sebenernya kenapa yah, Rara ngelarang gue buay deket sama Lita? Apa gue kurang ganteng ya? ( sambil meraba wajahnya dan bercermin pada apion motor) Ah

__ADS_1


bodo amat lah yang penting sekarang gue happy, nanti juga si Rara pasti ngerestuin gue buat deket sama Lita." Nino lalu menjalankan motor sportnya meninggalkan butik Rara...


__ADS_2