
Mohon maaf baru bisa up soalnya ada kendala di kuota heheh...
Tapi di usahain crazy up.l kok..
Selamat membaca maaf ya kalo kurang srek sama bagian ini.
Dan Maaf juga kolo banyak typo. 🙏🙏🙏
*Bilal Pov
Pukul 05.00 Kami semua berangkat dari pangkalan armada yang berada di sukabumi menuju Papua. Kami akan langsung menuju ke dermaga di sorong. Ada sekitar 10 KRI yang berangkat dari dermaga KRI yang aku ini berisi 15 prajurit dan satu komandan KRI ini adalah buatan dari.
Semua barang berharga kami di kumpulkan termasuk ponsel agar kami lebih fokus lagi dalam menjalani tugas. Sedangkan untuk berkomunikasi kami menggunakan talkie walkie. Selama menuju ke Sorong kami semua terus berunding untuk membagi tugas antar prajurit yang berada di KRI yang lain termasuk pasukan yang di Sorong.
Kami semua membuat berbagai strategi, mulai dari lewat jalur air,bawah air (kapal selam) dan juga lewat udara. Ku dengar pihak Vietnam sudah ada disana disana sejak 3 hari yang lalu saat aku di beritahu komandan.
Saat itu hanya ada sekitar 20 kapal tapi bertambah lagi saat menjelang malam. Kami pihak TNI bahkan pihak pemerintah sudah turun tangan untuk berunding(lewat jalur damai).
Tapi sepertinya hal ini bukan di sebabkan oleh pihak Pemerintah Vietnam sendiri melainkan oleh pihak perompak. Aku sebenarnya tak yakin dengan hal ini, karna kalau dinlihat dari Kapal yang merka bawa itu semua sepertinya sedikit rancu kalau hanya pihak perompak saja yang terlibat.
Apalagi dalam jumlah yang sebanyak itu ku rasa tak mungkin kalau tak ada campur tangan dari pihak TNI atau pemerintah.
Selama 3hari 2 malam kami menempuh perjalanan ke Sorong hungga akhirnya kami sudah sampai di perairan Sorong. Aku melihat sudah tak terlalu banyak kapal dari Vietnam yang berlayar hanya ada sekitar 19 kapal dari Vietnam dan kulihat ada 34 KRI yang sudah mengepung mereka belum lagi kapal selam dan helikopter di atas.
__ADS_1
Mereka masih belum juga menyerah dan baku hantam bola meriam terus saja di tembakan kedua belah pihak. Saat ini yang ada di kepalaku hanya bagaimana agar kekacauan ini cepat selesai. Aku tak lagi memikirkan bagaimana aku akan selamat atau tidak karna yang terpenting saat ini adalah negara ku bukannya diriku.
* Humaira Pov
Samar-damar aku mendengar suara gemerincing air dari kamar mandi. Perlahan ku buka mataku dan ternyata Bilal sudah tak ada di sampingku. Ku tarik jam di ponselku ternyata ini masih sangat pagi ini masih jam 03.20. Lalu ku dengar suara air sudah berhenti berarti Al sudah selesai mandi.
Aku kembali berpura-pura tidur kembali hinghmga beberapa saat kemudian ku rasa Al sudah selesai ganti baju dan berjalan ke arahku. Tercium wangi parfum yang sangat ke kenal kini Al sudah duduk di kasur. Dia ternyata berpamitan pada ku, saat mendengar dia pamitan ingin rasanya ku buka mataku dan ku peluk dia.
Tapi keinginan itu ku buang jauh-jauh, karna aku pasti akan menangis dan menghambat kepergian Al. Ku dengarkan setiap kata, kalimat yang keluar dari mulutnya.
Hingga setelah Al mengecup keningku dan dia beranjak menuju pintu. Setelah pintu tertutup kembali ku buka mataku, air mata yang sedari tadinku tahan kini berhasil lolos dan mengalir di pipiku, aku masih belum beranjak dari tidurku hingga ku dengar mobil Al sudah pergi dari halaman rumah.
Aku bangkit dari ranjang dengan melilitkan selimut di tubuhku. Aku beranjak ke kamar mandi untuk mandi besar sekalian ku ambil wudhu.
Setelah sholat subuh, ku punguti pakaian ku semalam yang berceceran di lantai lalu ku simpan di keranjang cucian ebelum Mamah masuk. Setelah itu ku berjalan kasur tapi mataku melirik secarik keras di nakas. Ku ambil dan kulihat itu tulisan Al, masih sama seperti dulu.
Isi Surat Dari Al
Ehem istriku, sayangku, cintaku, Rara, Humaira, Mai Wife.... Ini adalah surat dari suamimu, imammu, your hubby:-..
Kalo kamu udah baca surat ini berarti aku udah berangkat yah Mai... Sebenernya aku malu kalo harus nulis kayak gini tapi aku gak punya keberanian kalo ngomong langsung sama kamu. Ku liat juga tadi kamu masih tidur. Aku jadi gak enak kalo harus bangun kamu.
Intinya, sekarang aku lagi tugas jauh dan aku harap kamubtetep jaga kesehatan dan jangan capek-capek, jangan banyak pikiran apa lagi sampe stress, dan jangan sedih, aku gak mau kalo selama aku pergi kamu terus sedih dan nangis. Kamu harus makan yang teratur, diminum vitamin sam sisinya biar anak kita sehat yah Mai... Selama aku gak ada di samping kamu, kamu jangan rewel ya Mai... Kamu harus selalu nurut sama Mamah Papah.
__ADS_1
Jangan ngeyel kalo di kasih tahu, inget di perut kamu itu ada anak kita sayang. Aku gak mau kalo kalian kenapa-napa. Kalo ngidam jangan yang aneh-aneh kasian kalo Mamah harus nyari jadi kalo mau ngidam nanti aja ya Mai kalo aku udah pulang. Aku pasti akan beliin semua keinginan anak kita tanpa kecuali. Selama aku tugas mungkin eh bukan mungkin lagi tapi pasti aku gak bisa kasih kamu kabar. Tapi kalo aku ada waktu aku pasti kabarin kamu kok Mai...
Aku emang belum tahu berapa lama tugas ini, tapi aku harap semuanya bisa selesai dengan cepat ya Mai... Jangan lupa buat sholat supaya anak kita bisa jadi anak yang soleh dan solehah.. Jangan lupa doain aku heheh....*
" Pasti Bi... Aku pasti doain kamu dimanapun kamu... " Ucapku lirih..
*Tapi Kalo seandainya nanti aku gak kembali lagi. Kamu jangan sedih yah Mai.. Akan ada orang yang dateng nemuain kamu kalo aku emang gak selamat selamat bertugas.
Kamu harus tetep bahagia dan besaran anak kita, kasih tahu dia kalo Ayahnya itu seorang TNI yang hebat, dia mau berkorban demi negaranya. Dia juga harus menjadi anak yang berbakti sama Bundanya, dan harus membanggakan orang tua.
Tapi aku pastiin kalo itu semua gak bakalan terjadi. Aku dan semua yang ada disana pastinakan selamat dan pulang ke keluarga kami dengan selamat tanpa ada lecet sedikitpun. Kamu percaya sama Bilal mu ini kan Mai?*
" Iya Bi... Aku percaya sama kamu, kamu pasti kembali dengan selamat dan kita akan membesarkan anak kita berdua... Iyakan sayang... ( mengelus perutnya) " Mataku sudah perih airmata ku sudah meluncur kembali dibpipiku.
*Yah kayak gitu aja ya Mai wife... sekarang aku harus berangkat kalo enggak aku bakalan telat. Inget yah jangan nangis, aku gak mau ada setetes pun air mata yang keluar dari mata kamu karna aku...
I♥U Mai Wife.......:-**
Aku sudah tak kuat lagi aku menangis sejadi-jadinya, tubuhku merosot ke lantai. Ku peluk surat dari Al, rasanya seperti perpisahan untuk selamanya. Rasanya seperti dia tak akan kembali lagi ke hidupku. Hiks... Hiks...
Aku tak bisa membayangkan jika itu semua terjadi padaku. Hidupku tak akan ada artinya lagi. Bagaimana aku akan membesarkan anak kami jika Ayahnya tak ada.
Tapi aku harus tetap Positif thinking, aku harus tetap yakin kalau suamiku akan baik-baik saja dan kembali dengan selamat. Kami akan membesarkan anak yang berada dalam kandungan ku bersama-sama. Yang harus ku lakukan saat ini adalah berdo'a agar Al selalu di lindungi Allah dimana pun dan kapan pun itu.
__ADS_1
### TBC