
**Author Pov
Setelah menempuh perjalanan sekitar 50 menit Humaira dan Bilal sampai di tempat tujuan.
Mereka lamgsung masuk dan menukar uang dengan koin khusus yang hanya bisa dipergunakan untuk membeli sesuatu.
Rona bahagia terpancar dari wajah cantik Rara dan semua itu tak luput dari perhatian Al, yah semenjak turun daei mobil bahkan sedari di perjalanan Al curi-curi pandang pada Rara..
Mereka membeli berbagai macam makanan ringan khas jawa barat seperti batagor dan bermacam kue basah, tak lupa mereka juga membeli oleh-oleh untuk keluarnya di rumah.
Setelah puas dengan makanannya dan di rasa cukup Rara mengajak Al untyk pergi..
" Aku udah keyang, kita pergi ke tempat lain ya."
" Pergi kemana lagi? gue capek dari tadi ngikutin lo mulu, istirahat bentar ya."
Bagaimana Al tak lelah, sejak masuk Rara tak henti-hentinya berlari mencari makanan seperti anak kecil yang di ajak orang tuanya ke taman hiburan.
" Heheh... Sorry gue lupa kalo kesini sama orang lain. Ya udah kita istirahat bentar tapi abis itu kita pergi ke tempat lain. Inget ya, lo udah jadi seharian ini mau anterin gue kemanapun. Jangan sampe ingkar janji cowok itu yang dibpegang omongannya. "
"Iya-iya bawel gue jiga inget sama janji gue dan sekalinya gue udah janji paati gue tepatin.l
" Bagus kalo gitu."
Setelah sekiranya cukup beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat lain seperti ke taman bunga, dan juga ke rumah hobbit. Tak lupa disana mereka atau lebih tepatnya Humaira mengbil beberap foto di spot foto yang sekiranya menarik dan cocok untuk berfoto. Tak jarang juga Humaira meminta Bilal untuk mengambilkan fotonya memggunakan ponsel Bilal.
Seperti sekarang ini mereka sedang berada di taman bunga dan Rara memintanya untuk mengambilkan foto.
" Al ambilin foto gue disana ya pake handphone lo aja nanti kirimin." Humaira menunjuk salah satu spot foto dengan back ground bunga yang berwarna-warni.
Tanpa bertanya ataupun menolak Al langsung mengambil beberapa gambar Rara dengan berbagai macam pose tak jarang juga dia memberikan arahan seperti fotografer profesional.
Setelah puas, mereka kembali ke mobil.
" Sekarang kita kemana lagi ya?"
" Heh Ini tuh udah sore, kalo kita ga balik sekarang bisa-bisa nyampe rumah jam 10 apa lagi ini malming. Gue gak mau disalahin sama orang tua lo, entar di sangkanya gue culik anak gadis orang lagi. Balik aj ya Ra... "
" Engga mau tanggung dong mumpung ini udah mau malem gue mau liat bintang, kali aja bintanh di Lembamg lebih banyak di bandingin sama di Bandung." Humaira sudah bisa membayangkan seperti apa. langit yang di penuhi bintang pasti sangat cantik..
__ADS_1
" Yah yah yah... Please, inget ya sama janji lo seharian, dan gueasih belum puas sekarang."
" Iya tapi dimana elo bisa loat bintang yang banyak itu? Elo tau tempatnya?"
Humaira hanya menggeleng sambil nyegir.
"Ya udah kita cari aja di mbah gomblo"
Setelah mendapapat info Al langsung melajulan mobilnya mengikuti arah map.
" Eummm.... Elo sering ajakin pacar-pacar lo, eh bukan deng maksudnya manta-mantan lo jalan kayak gini?"
" Gini gimana?" Tanya Al yang
berpura-pura tak pahan dan tetap menatap lurus ke depan.
" Ya jalan ke tempat wisata atau apa gitu rekreasi kemana gitu?"
" Kemana, mana? gue gak paham.. " Kali ini Al sengaja memancing emosi Rara.
" Tau Akh..!!! Gue bete ngomong sama lo ga peka?!! " Katanya sambil melipat tangan di dadanya.
" Ahahahah...!!! Ekspresi lo lucu banget Ra, Ahahaha....."
" Ekhem... ( Al berdehem untuk menetralkan suaranya) Gue gak pernah ajak mantan gue ke tempat wisata palingan juga jalan ke mall makan sama nonton doang, gue rasa itu udah cukup..." Al menjeda sejenak ucapannya.
" Selama ini gue sibuk, pas sekolah ya gue fokus ke sekolah ya meskipun sesekali kita jalan atau ketemuan. Dan sekarang, waktu gue ke sita buat latihan kalo ada jatah libur gue pake buat istirahat sekarang apa lagi ada caffe mana sempet gue ajak cewek jalan sampe jauh kayak gini. Toh dia jiga ngerti sama profesi gue, jadi ya santai aja"
" Hah... Al lo tuh ya jadi cowok peka dikit kek, lo pikir selama ini cewek lo diem karna mereka ngerti sama keadaan lo dan ga masalah gitu cuman jalan buat nonton sama makan doang?"
" Heemh... Ya terus mau apa lagi?"
Humaira hanya menggelenglan kepalanya tak percaya kalau teman di sampingnya ini sungguh tak peka.
" Aduh Al Al... Denger ya, meskipun gue gak pernah pacaran, tapi gue rasa setiap hati cewek itu sama mereka pasti pengen punya waktu berdua sama pasangannya seenggaknya sehati lah dari hari libur lo buat temenin dia refreshing gitu... Cewek eh mantan lo dulu ga bilang karna mereka itu ingin di mengerti tanpa harus bilang kalo dia mau kemana. Lo itu makanya jadi cowok peka dikit kek pantesaan aja lo di tinggal kawin karna elonya juga gak peka sebagai pacarnya."
'Sumpah demi apapun itu kenapa dulu gue bisa naksir sama dia, untung aja gue gak pernah bilang.' Rara melanjutkan kalimatnya dalam hati sambil menatap Al dengam geleng-geleng kepala.
" Kan dia bisa ngomong langsung ke gue kalo mau pergi, gue pasti turutin. Tapi selama itu mereka ga pernah bilang tuh ya mana gue tau.." Jawab Al membela diri diatak terima dirinya di salahkan.
__ADS_1
" Haduh Ya Allh Gusti.... Cewek itu gengsinya tinggi, mereka itu palingan cuman ngasih kode-kodean ke elo."
" Lain kali kalo elo punya pasangan lagi lebih peka dikit ya, biar ga tinggal kawin lagi sama orang."
Al hanya mengangguk pasrah dengan saran dari Humaira sambil berfikir. ' Apa iya yah selama ini gie jadi cowok terlalu cuek dan ga peka? Akh... bodo amat lah lagian itu semua juga udah berlalu.'
Tiba-tiba Humaira merasa tak enak hati
' Kenapa jadi gak enak hati begini yah?'
' Apa terjadi sesuatu sama Mamah Papah?' ........
' Ya ampun aku lupa belum ngabarin Mamah dari pagi.'
Humaira langsung mengambil ponsel dari tasnya dan menghubungi Mamahnya.
Namun sayang nomornya di luar jangkauan, ia lalu menghubungi Papahnya dan hasilnya pun nihil.
Hatinya semakin tak karuan dam berharap bahwa kedua orangtuanya baik-baik saja. Al melihat perubahan ekspresi dari Rara menjadi khawatir.
" Kenapa Ra? Elo baik-baik aja kan?"
Humaira hanya diam dan masih mencoba menghubungi orang tuanya.
" Nomer ortu gue ga aktif Al, terakhir gue kabarin mereka waktu malem, dan sekarang ga bisa di hubungi tadi gue terlalu asik sampe lupa ngabarin Mamah." Mata Rara sudah mulai berkaca-kaca, ia takut terjadi sesuatu pada orang tuanya. Dan masih mencoba berharap akan tersambung
" Ya udah sekarang kita ke Bandung aja yah, elo jangan berprasangka buruk dulu." Al mencoba menenangkan Rara air matanya sudah tak tertahan lahi bahkan dia tak sanggup berkata apapun dan hanya menjawabnya dengan anggukan.
Al langsung memblikkan setirnya menuju ka Bandung dan le rumah Rara.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.30 saat mereka sampai di gerbang rumah yang di arahkan oleh Humaira walaupun dengan air mata yang terus saja mengalir tampa diundang.
Begitu sampai Rara langsung keluar dari mobil Al tanpa menghiraukan tatapan Al yang sangat khawatir dengan keadaannya dan saat dia akan membuka pagar ponselnya berdering dan tertera nama ' Aa Iqbal'sang kakak.
" Halo Assalamualaikum A?"
"......"
" APA??!!!...."
__ADS_1
### TBC