
* Author Pov
Rara sedang duduk di salah satu bangku yang terdapat di taman sekitar hotel sambil memandang ke atas langit yang sangat indah. Ada banyak bintang yang menghiasi langit kala itu.
" Ekhem... Lagi ngapain disini sendirian Neng?"
Rara menengok ke arah suara tersebut..
" Ehh... Elo Al, Gue gak lagi ngapa-ngapain kok cuman diem aja."
" Gue boleh duduk ga?"
Rara mengiyakan seraya mengangguk.
" Duduk aja..."
Rara menggeser duduknya dan mempersilahkan Al untuk duduk. Setelah Al duduk tak ada pembicaraan di antara mereka.
" Udah lama ya kita ga ketemu, elo apa kabar Al?" Rara membuka suara agar tak terlalu hening tapi matanya tak lepas dari langit yang menurutnya sangat indah. Sedangkan Al yang sejak duduk matanya tak penah lepas dari Rara yang sedang tersenyum melihat ke atas.
' Kamu cantik kalo lagi senyum gitu Ra'
Batinnya sambil tetap memperhatikan Rara dengan tangan di dagunya dan ikut tersenyum. Seolah ia enggan untuk melawatkan sedetik pun dari pandangannya.
Karna tak kunjung mendapat jawaban, Rara melirik ke arah Al yang mulai salah tingkah, karna Rara melihatnya dengan tiba-tiba.
" Al!!?? Elo kenapa salting gitu? Gue juga ga bakalan gigit lo kali."
" Euh... Tadi lo bilang apa?"
" Gue ga bilang apa-apa.... Gue cuman nanya kabar lo doang karna kita udah lama ga ketemu. Elo juga ga ada kabar sama sekali."
" Gue Alhamdulillah baik, lo gimana?"
" Seperti yang telihat gue juga sehat."
Al mengangguk mengerti.
" Selama ini gue ga ada kabar, karna gue sibuk. Gue udah mulai tugas lagi beberapa bulan lau dan sekarang gue lagi dapet jatah libur, makanya gue bisa ikut kesini."
"Ouh... Gue kira elo udah..... heheh"
" Elo kira gue udah apa heh? Gue udah ga ada gitu?"
" Enggak, siapa yang bilang elo udah ga ada, gue gak pernah ngomong kayak gitu ya itu elo sendiri yang ngomong. Tadi gue cuman mau bilang kalo elo itu udah nikah duluan tanpa kasih tau gue, dan mungkin elo udah tinggal dimana gitu sama istri lo. "
__ADS_1
" Ya gue kirain abis tadi elo ngomongnya juga gantung...."
" Gue ga bakalan nikah tanpa ngasih tau dulu ke elo Ra karna calon istri gue itu adalah elo... "
Al secara tidak sadar sudah mengungkapkan isi hatinya dan hal itu sukses membuat jantung Rara berdegup kencang.
" Euh maksud gue... "
" Iya gue ngerti kok, santai aja. kalo elo nikah harus kasih tau gue ya awas kalo enggak."
" Oh iya, sekarang Lita udah nikah. Elo kapan nih nikah nya masa elo kalah dari adik lo sendiri sih? Segitu gak lakunya yah elo sampe-sampe di tikung sama Lita.. Hahah...."
Sebenarnya Al tidak bermaksud mengatakan hal tersebut dia hanya mencoba mengalihlan pembicaraannya agar tal terlalu canggung.
" Excuse Me.... Ari salirana atos nikah A? ( Sendirinya udah nikah A?) Sosoan bilang gue di tikung sama Lita, lah sendirinya juga sama kali lagian nih ya umur gue sama elu itu juga tuaan elo. Elo lahir bulan Februari sesangkan gue Oktober. Jadi siapa yang lebih pantes di bilang di tikung sama Lita? Sebelum gue juga elo duluan yang di tikung."
" Oh iya yah gue juga sama dong." Al. sedikit canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Gue gak nyangka ternyata Nino jadi sama Lita."
" Iya, jangankan elo Al gue lebih gak nyangka lagi... Lita udah nikah lagi duluin gue, padahal gue rasa baru kemaren gue ketemu sama Lita yang masih polos. Eh hari ini dia udah nikah sama sahabat gue sendiri. Jodoh itu emang misterius ya Al..."
" Iya Ra, sangat-sangat misterius. Mungkin juga sekarang elo atau mungkin gue udah deket sama jodoh kita tapi mungkin kita belum tau siapa orang tersebut."
" Btw kapan nih elo bakalan nyusul Lita sama Nino? "
"Eummmhhhh..... Seperti yang gue bilang tadi, jodoh itu misterius, jadi gue gak tau kapan pastinya gue bakal nikah.. Terus nikah itu kan harus ada pasangannya, sedangkan sekarang gue ga punya pasangan masa iya gue mau nikah sendiri kan ga mungkin. Jadi gue sekarang sedang menunggu pangeran berkuda putih untuk meminang putri yang satu ini."
Mata Rara tepejam sambil membayangkan ada sesosok pangeran datang yang menemuinya untuk meminang dirinya.
" Pangeran? Putri? Elo pikir ini dunia dongeng apa? Ada-ada aja ya lu."
" Why? Emang salah kalo gue menanti pangeran? Lagian emang bener kok gue emang lagi nungguin seseorang yang di utus Allah buat jadi jodoh gue. " Rara tersenyum ke arah Al, dan itu membuat hati Al dag.. dig.. dug... Tak karuan
" Jadi kalo seandainya ada seorang cowok yang mgelamar elo dalam waktu dekat ini elo pasti balalan terima?"
" Terima atau enggaknya itu tergantung dari siapa dan bagaimana sikapnya. Gue juga ga bisa asal terima aja lamaran orang kan? Gue juga harus tau gimana bebet dan bobot calon suami gue kelak. Dan yang paling penting orang tua gue setuju sama orang tersebut. Kalo orang tua gue gak setuju meskipun gue suka sama dia. Itu bakalan sia-sia aja, karna menurut gue restu orangtua itu yang paling penting apa lagi menganai pernikahan. Karna gue yakin semua orang pasti hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan bahagia dengan pasangannya hingga ajal memisahkan mereka.. Termasuk gue dan juga elo."
" Ahhh... Gue alay banget yah... Sampe elo diem aja dari tadi."
" Enggak kok, apa yang elo bilang itu bener semua orang pasti ingin menikah sekali seumur hidup. Suatu saat nanti pangeran berkuda putih elo pasti dateng buat jemput putrinya yang sekarang ini sedang menantikannya... "
" Amin... Bentar lagi umur gue juga 24 tahun. Gue rasa itu udah cukup buat gue nyari pasangan. Dalam setiap doa yang gue panjatkan pasti gue minta sama Allah supaya di dekatkan dengan jodoh gue dan berikan petunjuk supaya gue gak salah pilih."
" Ahhh.... Kita jadi ngebahas pernikahan padahal lagi jomblo hehehe...."
__ADS_1
Al menatap ke atas seraya berdoa dalam hatinya. ' Ya Allah jika memang benar gadis yang di samping hamba adalah pasangan hamba, biarkanlah kami bersatu dalam ikatan suci pernikahan'
" Udah lama gue ga liat bintang sebanyak ini Ra. Akhirnya kesampean juga ya harapan lo pengen liat bintang yang banyak meskipun bukan di Lembang."
" Elo masih inget aja ya perkataan gue waktu itu....."
Rara mengikuti Al menatap berjuta bintang di lagit.
" Bintang disini lebih banyak ketimbang di Bandung deket rumah gue... "
" Elo suka banget yah liat bintang kayak gini?"
" Iya.. Sangat suka, mereka itu seperti lukisan yang gak akan ada orang yang bisa membuatnya, kalaupun ada menurut gue ga bakalan seindah kenyataan. Mereka selalu nemenin gue tiap malem, mereka itu temen gue yang gak pernah ilang, meskipun cuman ada malem doang tapi mereka pasti akan kembali tepat waktu buat nemenin gue.. Disaat gue punya banyak problem, dengan liat bintang hati gue jadi damai dan tenang semuanya masalah seolah hilang tergantikan dengan keindahan yang Tuhan ciptakan ini. Gue bersyukur karna Tuhan telah menciptakan bintang yang indah ini buat nemenin gue kapanpun tanpa gue minta...."
" Heuhh... Gue jadi sedih... " Mata Rara sudah mulai berkaca-kaca mengingat kenagannya dulu tapi dia tetap tersenyum untuk menutupi semua itu.
' Kamu ternyata punya banyak rahasia, yang selama ini gak aku ketahui, atau bahkan gak ada yang tau masalah ini Ra. Tapi kamu tenang aja, mulai sekarang aku pasti selalu ada buat nemenin kamu kapanpun bahkan tanpa kamu minta. Selama ini kamu menutupi semua kesedihan kamu dengan sikap konyol kamu. Kamu bersikap seolah semuanya baik-baik saja dengan senyuman yang kamu perlihatkan. Ternyata selama ini aku belum mengenal siapa kamu sebenernya.'
Ting.... pesan masuk di handphone Rara yang ternyata dari Milea.
" Ra, kamu dimana yang lainnya udah pada nungguin di lobby nih."
" Oh iya sorry Mi, aku kesana sekarang." Balas Rara.
" Anak-anak udah kumpul di Lobby, mereka nungguin. Kita kesana sekarang yuk." Ajak Rara pada Al sambil berdiri.
Mereka menghampiri yang lainnya yang memang sudah menunggu, bahkan barang-barang Rara dan Al sudah siap.
" Kemana aja kalian sih? Dari tadi di cariin ga ada!! pegel nih kaki gue dari tadi berdiri terus!!!..." Gerutu Azra begitu melihat kedatangan Rara dan Al.
" Sorry sorry, gue ga bermaksud bikin kalian nunggu. Lagian kenapa ga duduk aja kan di sana ada sofa."
" Udah-udah deh ga usah ribut, kalo kalian ribut nanti lama lagi pulangnya..!! Mending sekarang kita pulang, tapi kalo kalian masih mau debat mendingan kalian ga usah ikut pulang aja nginep aja disini..!! "
Lia yang merasa akan ada perdebatan memilih untuk angkat bicara kalau tidak mereka pasti ketinggalan kereta.
Sebenarnya saat yang lain mencari Rara, Lia sudah tau kalau Rara dan Al ada di taman. Tapi dia hanya diam acuh tak acuh karna tak ingin mengganggu mereka berdua.
" Iya iya gue gak bakalan ngomong lagi kita pulang sekarang." Imbuh Azra dengan sedikit kesal dan melirik ke Rara.
" Bwelllee.... " Ejek Rara.
Lalu mereka semua pergi menuju Stasiun kereta. Sebelum itu Lia melirik sebentar kepada Bilal. Bilal yang mengerti maksud Lia hanya mengangguk seraya tersenyum.
### TBC
__ADS_1