My first last love

My first last love
Bab 5


__ADS_3

***BILAL POV


Sejak kejadian selasa lalu tak ada kabar apapun dari Kesya, setiap aku hubungi selalu saja tidak aktif kalaupun tersambung pasti tidak di angkat seperti hari ini aku sudah mencoba menghubunginya berkali-kali dan sudahku kiirim pesan juga tapi hasilnya nihil.


"Kamu kemana sih yang? Kenapa gak ada kabar? Aku khawatir sama kamu, kalo kamu udah baca pesan aku cepet hubungi aku ya...:-*" Itulah pesan yang aku kirim pada Kesya, "Sayang, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sih?" Aku bergumam pada diriku sendiri, hal itu sengguh membuatku sangat frustasi, tak biasanya Kesya seperti ini. Dari pada aku larut dalam ke tidak pastian aku putuskan untuk pergi ke mall. Karena besok acara reuni, tak ada baju yang cocok di lemariku yang isinya kebanyakan kaos ablong.


Pukul 13.30 aku berangkat ke mall, dan sebelumnya aku sudah janjian dengan Rendi dan Danis mereka juga akan datang ke acara itu jadi aku sengaja mengajak mereka agar bisa memberiku saran pakaian mana yang cocok. Selang 30 menit aku sudah sampai di mall danmereka sudah menungguku di parkiran. " Hey bro.. Udah lama kita ga ketemu. Sehat? " Sapaku pada mereka sambil melakukan salaman ala-ala geng.. " Alhamdilillah, kita mah sehat. Lo gimana?" jawab Randi "Alhamdulillah, gue juga sehat. Ya udah ayo masuk" Kami pun langsun masuk ke dalam, dan sat di perjalanan Danis bertanya mengenai hubunganku dangam Kesya. " Oh iya Al, gimana hubungan lo sama Kesya? Udah lama juga nih kita ga ketemu sama dia."


" Baik-baik aja.... Mungin" Aku menjeda perkataanku dan tersenyum sinis. " Kok mungkin sih? Lo itu kalo jawab yang bener." " Yah... Lo tau, selama 4 hari ini Kesya ga bisa di hubungi sama sakali. Terakhir kita komunikasi itu hari selasa, setelah itu dia gak ada kabar." "Kok bisa, lo bikin salah apa sama dia? Sampe dia cuekin lo katak gitu?." Danis terus saja bertanya dan kali ini pertanyaannya seperti sorang kakak yang khawatir. Beda halnya dengan Rendi yang hanya menjadi pendengar yang baik. "Gue ga ngapa-ngapain dia, waktu kita kita cuman santai di caffe, terus pas mau nonton dia tiba-tiba pusing sama mual. Udah itu dia gue anter balik." " Kok bisa gitu apa jangan-jangan??" Ekspresi Danis kali ini seperti menaruh curiga sesuatu pada Kesya. " Heh, udah deh jangan suudzon sama orang. Belum tentu apa yang lo pikir itu bener. Kita kan kesini mau caei baju bikan ngomongin orang, udah ayo kota coba ke toko yang disana. " Kali ini Rendi angkat bicara karena dia merasa bahwa masalah ini bukan urusan mereka, memang mereka bersahabat sejak kecil, tapi Rendi fikir privasi tetaplah harus dijaga.


**AUTHOR POV


Mereka memasuki salah satu toko di mall tersebut, tapi tak ada yang cocok. Hingga saat memasuki toko ke 3 ada yang menarik perhatian Rendi dan Danis tidak dengan Bilal. Karena Bilal belum mendapatkan apa yang dia inginkan jadi dia memilih untuk pergi lebih dulu untuk mencari pakaian yang menurutnya akan sesuai dengan acara dan seleranya.

__ADS_1


Bilal memasuki salah satu toko setelah sebelumnya dia hanya melewatinya saja. Dia melihat satu se-tel baju yang menurutnya bagus dan langsung memilihnya. Selesai membayar dia langsung bergegas menemui teman-temannya yang sudah menunggu di salah satu caffe. Namun saat menuju kesana ujung matanya menangkap seseorang yang tak asing baginya sedang memilih perlengkapan bayi dengan seorang pria.


Yah dia adalah Kesya, orang yang dia cintai sepama 3 tahun ini yang mendadak hilang tanpa kabar dan orang yang beberapa hari ini di khawatirkan dan sekarang dia tampak bahagia dengan seorang pria yang tak di kenal oleh Bilal.


Bilal memutuskan untuk mengikuti Kesya dan mengirim pesan pada Rendi kalau dia ada urusan mendadak jadi langsung pulang.


*WA


BILAL: "Ren, sorry gue kayaknya langsung balik, barusan nyokop gue telfon. "


Setelah mendapat balasan dari Rendi, Bilal kembali membututi Kesya dan ternyata Kesya sudah tidak ada ditoko tersebut. Bilal mencarj sekeliling mall dan beruntung dia melihat Kesya sedang menuju eskalator dengan tergesa-gesa dia mengikuti Kesya sampai ke perkiran dan ternyata mobil Kesya menuju ke sebuah rumah sakit, 'RS. KASIH BUNDA'. Saat melihat nama itudia mengerutkan keningnya, "Kenapa Kesya ke rumah sakit ini? " Tanya Bilal pada dirinya sendiri, belum hilang pertanyaan dalam dirinya dia melihat Kesya dan lelaki tadi turun dari mobil dan masuk. Bilal memutuskan untuk menunggu di mobil karna kalau dia ikut ke dalam tak tau apa yang harus dia lakukan dan alasan apa yang tepat agar dia bisa meyakinkan pihak rumah sakit.


Di dalam mobil Bilal berkecimuk dengan pikirannya sendiri dia mencoba intuk tetap berpikir positif.

__ADS_1


"Mungkin dia hanya berkunjung untuk menengok saudara atau sahabatnya yang sedang di rawat di rumah sakit ini."


" Mungkin lelaki tadi adalah kakaknya" Karena setau Bilal Kesya mempunyai kakak laki-laki dan tinggal di London karena istrinya orang sana.


" Atau mungkin yang tadi adlah sepupu jauhnya, yah mungkin saja."


Bilal terus saja memikirkan segala kemungkinan sambil mencoba untuk tetap berfikiran positif walaupun hatinya berkata lain dengan apa yang coba di pikirkan.


Selang 20 menit, Kesya keluar dari Rumah Sakit dengan rona bahagia sambil menggandeng tangan lelaki itu dan tangan satunya melihat sebuah gambar.


Bilal langsung keluar dari mobil dan menghampiri Kesya dia ingin tau yang sebenarnya agar tak ada kesalah pahaman.


"Kesya...!!" Bilal memanggil Kesya dari kejauhan dan yang di panggil menoleh, dia tampak terkejut dengan kehadian Bilal.

__ADS_1


"Bilal.........?" Ucap Kesya dengan lirih sambil menatap Bilal yang berjalan mendekat....


TBC


__ADS_2