
Bab22
Bilal Pov
Kemarin malam aku sudah di rumah, aku telah memikirkan semua tentang perasaanku selama ini. Sejak kebersamaan kami di Lembang aku sadar bahwa aku telah jatuh hati pada Humaira.
Dia telah berhasil membuat hatiku tak kentara selama tak bertemu dengannya. Sikapnya yang apa adanya dan pemikirannya yang sedikit memberikan kesan tersendiri bagiku.
Hari ini aku akan menemuinya dan mengungkapkan semua isi hatiku padanya. Jika aku tak melakukannya sekatang mungkin aku akanenyesalinya seumur hidupku.
Aku bahkan sudah membuat rencana, alu akan menemuinya seolah itu adalah kebetulan. Agar semuanya berjalan dengan lancar aku bahkan list.
List Bilal Buat Rara :
• Jam 09.00 pergi ke caffe
__ADS_1
• Jam 11.30 ke minimarket deket butik Rara beli makanan ringan sama jus depan mini market
• Jalan kaki menuju butik terus mampir pura-pura di suruh Mamih.
• Kalo dia tanya bilang aja ' gue tadi di caffe terus gue keliling-keliling jalan kaki mau beli hadiah buat Mamih eh nyasar sampe daerah sini terus gue haus jadi mampir dulu deh ke minimarket disana.
Kebetulan lewat butik lo gue jadinya mampir dulu.'
• Ajak dia jalan sekalian bantu cariin hadiah buat Mamih sampe malem
Aku berangkat ke caffe jam 9 aku tak lupa aku juga membawa surat cinta yang sudah ku buat.
Sampai-sampai kamarku yang awalnya rapih sekarang seperti kapal pecah penuh dengan sampah kertas belum lagi baju yang serakan dimana-mana.
Aku membongkar isi lemariku untuk mencari pakaian yang sesuai.Aku sampai harua bergadang sampai jam 3 pagi, tapi itu semua tal masalah demi cintaku.
__ADS_1
Sesuai dengan List yang sudah aku peraiapkan sekarang aku sudah ada di minimarket. Aku asal mengambil beberapa makanan ringan lalu membayarnya di kasir. Setelah itu aku akan membeli jus dan langsung menuju ke butik Rara.
Sepanjang perjalanan aku tak henti-hentinya tersenyum. Bagaimana tidak hari ini aku akan bertemu dengan orang yang selama ini aku rindukan.
Banyak orang yang melirik ke arahku, mungkin mereka berfikir aku ini gila. Tapi memang kenyataannya begitu. Aku dan hatiku sudah gila karna seorang gadis.
Sebentar lagi aku alan sampai di butik Rara, aku sangat gugup bahkan perasaan ini melebihi dari saat aku keterima menjadi TNI.
Tapi mataku melihat hal yang tak seharusnya aku lihat. Kantong yang aku bawa jatuh begitu saja, senyuman yang selama ini mengembang di bibirku hilang seketika. Kakiku tak mampu lagi menopang berat tubuhku. Hatiku rasanya sangat sakit, rasanya seperti luka yang masih berdarah dan sekarang harus di taburi garam sekilo!!!!!!
Aku belum pernah merasakam sakit yang seperti ini. Bahkan saat aku harus putus dan kehilangan Kesya aku tak merasa sesakit ini. Sungguh rasanya aku ingin mengakhiri hidpku saat ini juga. Tapi jika aku melakukan hal itu saat ini, bukankah seharusnya aku berfikir dua kali?
__ADS_1