My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
Suami


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tak lama mereka sampai didepan rumah sederhana,pesta pernikahan dengan tenda berwarna putih yang pasti nya tidak besar. Bagas baru ini menghadiri pesta pernikahan yang seperti acara kumpul reunian di kampus nya,bahkan lebih besar acara reunian nya dulu dari pada ini.


"Kamu beneran mau nungguin aku disini ? Aku takut kelamaan lah,mendingan kamu pulang aja. Besok kan kita ketemuan dirumah aku,itu pun jika keluarga mu setuju melamar ku" ucap Utari sambil tersenyum lembut,dia tidak yakin jika keluarga Bagas akan menyetujui pernikahan anak nya dengan seorang wanita biasa seperti nya.


Utari juga takut kalau nanti nya Bagas akan merasa bosan menunggu nya disana,dia yakin kalau teman-teman nya akan menahan nya agar tidak pulang duluan. Tapi jika Bagas benar-benar berniat menunggu nya, maka dia harus bisa memikirkan alasan pada mereka agar dia bisa pulang segera.


"Aku tunggu disini,kamu kasih kado nya dan langsung permisi pulang saja " ucap Bagas yang sudah seperti perintah untuk Utari.


"Siap bos " jawab Utari dengan cepat sambil terkekeh kecil.


Utari keluar dari mobil Bagas dan berjalan dengan cepat menuju depan rumah teman nya yang pesta itu,beberapa pria dan wanita berjalan mendekati Utari. Mereka memeluk dan bercipika -cipiki, Bagas hanya memperhatikan dari dalam mobil nya .


Ada rasa tak suka saat melihat Utari tertawa bersama dengan teman-teman nya, apalagi terlihat beberapa pria sudah ikut bergabung mendekati mereka membuat Bagas merasa kesal . Ingin sekali dia keluar dari mobil dan menghampiri mereka tapi dia tidak ingin utari marah,apalagi semua nya demi dirinya padahal bagi nya ngak masalah.


"Maaf aku harus pulang sekarang,kapan-kapan kita ngumpul lagi ya" ucap Utari,dia sudah takut jika Bagas akan datang menjemput nya jika dia lebih lama lagi.


"Ya.....Kita baru aja jumpa tar,kapan lagi bisa ngumpul ? kamu tidur disini aja lah tar,barengan sama kami " ucap salah satu teman utari dulu

__ADS_1


"Hmmm....Ngak bisa ,aku udah dijemput " jawab Utari,dia beralasan begitu pada teman-teman nya karena dia yakin jika Bagas akan marah kalau dia menginap disana.


"Kita kan ngak satu perusahaan lagi ,jadi kapan lah kita bisa kumpul bareng tar. Sekali-sekali nya tar,ya tar?" rayu salah satu teman nya membuat Utari merasa ngak enak.


Utari masih bingung,memang tadi nya niat utari begitu. Dia ingin menginap bersama teman-teman nya, besok pagi baru dia pulang sekalian berbelanja buah dan bahan-bahan pembuatan cake untuk menyambut kedatangan keluarga Bagas. Jika nanti nya keluarga Bagas tidak datang ,maka dia akan membagikan nya pada anak-anak jalanan pagi hari nya .


Karena biasanya Utari juga sering membuat makanan untuk anak jalanan jika dia sudah menerima gaji,dia suka berbagi pada mereka makanya sebagian dari mereka sangat mengenal siapa utari.


"Eekhm....sayang,kok lama sih ?" tanya Bagas yang sudah turun dari mobil nya dan berjalan mendekati kerumunan teman-teman nya Utari.


Dari tadi Bagas melihat Utari dari jauh,dia memperhatikan salah satu teman pria utari yang menatap ke arah Utari dengan tatapan berbeda. Tatapan yang ingin menelanjangi tubuh Utari,karena pria itu menatap tempat-tempat berisi di tubuh Utari membuat Bagas merasa kesal dan memilih untuk turun dari mobil nya dan menghampiri Utari dengan teman-teman nya.


Bagas merangkul pinggang utari,memperkecil jarak diantara mereka sehingga tubuh mereka menempel dengan erat. Bagas menampilkan senyuman manis nya,dia langsung memperkenalkan diri nya dengan baik pada semua teman Utari.


"Hallo....saya Bagas,suami nya Utari . Salam kenal semua nya "ucap Bagas dengan ramah dan sopan.


Utari meringis pelan,dia merasa sedikit khawatir karena teman-teman nya masih diam dan memperhatikan wajah Bagas dengan teliti kemudian tak lama mereka tersenyum juga.


"salam kenal Bagas,wah....wah....ternyata tari sudah menikah ya? kok kita baru tau sih ?" jawab salah satu teman wanita Utari

__ADS_1


"Iya....apa kamu dan Bagas bekerja di perusahaan yang baru itu? bersama dengan mbak maya juga ya ?" tanya yang lainnya.


Utari menarik nafas lega,dia menatap wajah teman-teman nya dan tersenyum lalu menganggukan kepala nya dengan cepat. Dia bersyukur karena mereka tidak mengenali Bagas,kemudian dia kembali mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan Bagas. Utari juga tidak begitu mengenal Bagas,karena memang Bagas jarang sekali datang berkunjung di perusahaan tempat mereka bekerja.


Utari pernah mendengar kalau pemilik perusahaan itu memilih untuk bertemu diluar,bukan nya di salah satu ruangan perusahaan karena dia hanya ingin melihat dan mendapatkan laporan mengenai perusahaan saja setelah itu Dia akan langsung pulang begitu saja. Jadi bisa dipastikan kalau ngak semua mengenal siapa Bagas,mungkin saat itu maya juga ngak begitu tau siapa Bagas.


Utari yang tadi nya merasa lega,kini kembali terkejut. Dia menatap ke arah Bagas yang mengaku sebagai suami,dia sedikit merasa kesal juga bingung. Bagaimana bisa dia tidak mengundang teman-teman nya, Utari memukul lengan Bagas dengan cukup keras membuat yang lain nya menatap bingung pada Utari.


"calon suami,kami akan menikah dalam waktu dekat ini. Nanti kami akan mengundang kalian,aku harap kalian datang ya. Pesta nya kecil-kecilan aja kok" jelas Utari


Entah kenapa utari jadi berpikir mengundang teman nya karena mereka ngak begitu mengenal Bagas,lagi pula dia juga yakin kalau mereka juga ngak akan mengenal kedua orang tua nya Bagas. Jadi lebih baik Utari langsung mengundang semua nya saja,tapi pesta pernikahan nya di buat secara tertutup saja.


"Oh....kenapa kecil-kecilan? apa calon suami mu ini ngak punya modal untuk menikah hhmmm? " ejek pria yang dari tadi memperhatikan bentuk tubuh Utari.


"Kau bisa menikah dengan ku tar,aku masih bisa buat pesta pernikahan besar-besaran untuk mu" ucap pria itu lagi dengan senyuman yang sudah mengejek ke arah Bagas


Bagas mengepalkan kedua tangan nya, kemudian wajah nya sudah memerah karena marah dan kesal. Dia sudah akan mengeluarkan amarah nya ,tapi Utari mengelus lengan Bagas dengan lembut dan mengecup rahang tegas milik Bagas hingga kepalan tangan Bagas mengendur.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2