
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Briana cukup pintar membalikan suasana,dia tersenyum senang mendengar suara bisikan dari para karyawan. Ada senyuman tipis di bibir nya saat itu,dia tau kalau dia akan menang. Dia juga ngak bodoh mengatakan kalau Utari adalah istri nya Bagas saat ini,karena dia tau kalau Utari memang tidak ingin diketahui oleh semua orang.
"pergi,atau kau akan menyesal " ucap Bagas dengan cukup tegas
"hiks...hik....sayang, maaf kan aku karena meninggalkan mu. Harus nya kita bertahan dengan semua yang ada,aku tau kau tidak bisa memiliki anak tapi jangan khawatir. Sekarang kita bisa membesarkan anak ku,kau bisa menganggap anak ku sebagai anak mu " ucap Briana
"heh....ngak tau malu " ucap Bagas,semua orang terkejut mendengar nya karena selama ini Bagas ngak pernah mau berkata buruk pada orang lain.
Walaupun Bagas seorang yang dingin dan arogan,tapi dia tidak pernah mencaci atau menghina orang lain. Apalagi mengatakan hal buruk seperti ini,mereka semua terkejut sementara utari tersenyum diam-diam.
Utari yakin jika Briana akan habis di buat oleh Bagas,bukan nya dia tidak punya hati dan menyakiti Briana tapi Briana yang lebih dulu mengganggu nya . Dia tidak akan terima di perlakukan seperti ini,apalagi oleh wanita yang tidak pantas untuk dibela nya .
"Gas....kamu bicara apa? Dia sudah menipu mu,kau jangan tergoda oleh wanita ular seperti dia. Dia ngak pantas bersanding dengan mu,dia berasal dari keluarga miskin dan dia ingin menguasai harta mu " ucap Briana dengan suara yang cukup lantang ,sehingga semua orang mendengar nya .
Briana merasa puas,dia yakin Bagas akan meninggalkan Utari dan kembali pada nya lagi. Dia masih berpura-pura menangis,tapi tak lama karena ucapan Bagas membuat nya terkejut.
"Jadi siapa yang pantas ?kau?heh.....aku ngak masalah mendapatkan wanita yang kau bilang miskin,tapi masih suci dan aku lah yang beruntung mendapatkan nya. Wanita yang masih perawan,tidak seperti mu dan lagi....kalau pun dia ingin menguasai harta ku,bagi ku ngak masalah. Semua harta ku ,bukan milik mu jadi kau tidak usah mengurusi masalah kami lagi" jawab Bagas tak kalah lantang.
__ADS_1
"ternyata benar,istri pak Bagas berasal dari kalangan bawah"
"dan lagi,dia masih suci . Berarti bukan wanita ja lang yang hanya ingin harta pak bagas"
"kau ngak dengar tadi,pak Bagas beruntung mendapatkan wanita itu. Berarti dia wanita yang baik,aku jadi penasaran wanita itu seperti apa"
Bisik-bisik itu kembali terdengar membuat telinga Briana panas,dia juga merasa marah pada Bagas. Dengan gerakan cepat,Briana berlari mendekati Utari dan ingin menjambak juga membuat Utari keguguran jika benar utari hamil anak Bagas maka tidak ada lagi kandungan dan Utari tidak akan bisa punya anak lagi.
Tapi belum sampai di depan utari,ketiga pria tadi menarik tangan Briana. Mereka menahan tubuh nya agar tidak mendekati bahkan menyentuh utari,karena jika hal itu terjadi maka mereka yang akan kena hukuman setimpal dari kakek Bagas.
Semua orang melihat Briana yang ingin menyerang utari,mereka juga melihat dengan jelas tubuh Bagas memeluk utari sehingga mereka mulai berpikir sesuatu yang jelas.
"lepaskan aku,lepas....kalian tidak tau siapa aku hah? " teriak Briana yang sudah ingin menyerang utari,dia benar-benar marah pada utari juga Bagas.
"Bagas....suruh mereka melepaskan aku,kau akan menerima akibat nya " bentak Briana,seolah memerintahkan kepada Bagas.
"Aku bukan bos mereka,mereka orang suruhan kakek. Kau tau apa akibat nya menyentuh cucu menantu kesayangan kakek kan?" jawab Bagas yang masih memeluk tubuh utari
Tubuh Briana berhenti,menegang dan kaku. Dia tidak menyangka jika Utari bisa membuat kepala keluarga dirgantara menyayangi nya,dia semakin merasa kecil dimata keluarga dirgantara. Dari ketiga wanita yang menikah dengan Bagas,tidak pernah ada satu pun yang bisa dekat dengan pria tua itu.
__ADS_1
Kedua orang tua Briana sering kali memperingatkan untuk tidak berurusan dengan Kakek tua itu,karena jika kakek tua itu sudah bergerak maka bukan hanya Briana yang hancur tapi seluruh keluarga mereka tidak akan ada sisa nya .
Briana terdiam,dia menatap tak percaya pada utari yang kini masih didalam pelukan Bagas. Tubuh Briana bergetar,dia ingin bersujud di hadapan utari dan meminta maaf karena dia tidak tau kalau ketiga pria didepan nya ini adalah orang suruhan kakek dirgantara.
Briana tidak menyangka jika kakek dirgantara mengerahkan orang-orang nya untuk menjaga utari,melihat sang kakek sering sekali bersikap dingin dan acuh tak acuh maka Briana tidak yakin akan ada yang bisa mendekati dan mengambil hati pria tua itu.
Tapi saat ini Briana melihat nya dengan jelas ,Utari benar-benar dilindungi. Membuat nya semakin merasa iri dan marah,tapi dia juga tidak bisa berbuat apa pun. Dia hanya bisa diam dan merenungi semua nya dalam diam,daripada dia kehilangan semua yang sudah dia dapatkan dari keluarga nya.
Melihat Briana merangkak mendekati Utari,ketiga pria itu kembali menarik nya. Mereka tidak akan membicarakan Briana menyentuh seujung kuku milik utari,mereka bergegas membawa Briana untuk keluar dari sana tapi lagi-lagi Briana menolak nya.
"Tari....maafkan aku,maafkan aku. Tolong katakan pada kakek,aku tidak menyentuh mu sama sekali. Kau tidak apa-apa kan?"
"Utari,katakan pada kakek. Aku tidak menyakiti mu,kau baik-baik saja. Jangan menghukum kami,hiks....hiks....aku ngak mau keluarga dan anak ku terlantar dijalanan,Utari....kumohon"
Teriakan Briana membuat suara kegaduhan di depan lobi perusahaan,semua orang menatap tak percaya pada pria tua yang berjalan dengan tongkat nya . Tatapan pria tua itu penuh intimidasi,mereka semua nya menunduk.
Jajaran pria bertubuh besar dan berjas mendampingi beliau dari depan dan belakang,walaupun sudah tua tapi kharisma dan kegagahan nya masih terlihat nyata. Tidak ada yang berani menatap apalagi berurusan dengan pria tua itu,karena mereka tau bagaimana konsekuensi nya jika membuat dia marah .
Teriakan dan tangisan dari Briana tidak lagi sandiwara,semua nya nyata. Mereka yang melihat nya merasa kasihan,tapi kelakuan Briana tadi tidak mungkin bisa di benarkan.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ