
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Barry benar-benar tidak membiarkan Rara beristirahat,dia menggempur Rara dengan segala gaya . Membuat Rara tidak bisa berjalan,mereka yang tadinya akan menginap tiga hari jadi diperpanjang hingga lima hari karena Rara yang tidak bisa berjalan sama sekali.
Kaki Rara sudah bergetar jika berdiri lebih lama karena memang dia benar-benar kelelahan, barry memang sangat ganas sekali.
"sayang.....ayo bersiaplah,kita harus kembali. Aku juga akan ke rumah sakit,ada pasien yang harus aku operasi "ucap barry dengan santai,dia baru selesai mandi sedangkan Rara masih duduk diatas tempat tidur.
Rara menatap ke arah barry dengan kesal,barry seolah tidak merasa bersalah sama sekali. Kaki nya masih gemetar,bagaimana bisa dia berjalan ke kamar mandi . Ingin sekali Rara memukul kepala barry agar sadar,tapi karena pandangan mata Rara yang tajam. Barry langsung sadar.
Barry berjalan mendekati Rara dan menggendong nya, dia akan membantu Rara untuk mandi dan membersihkan diri nya karena dia takut jika nanti nya rara merasa kesal karena memang semua salah nya.
"kau mau apa hah? aku lelah " bentak Rara dengan cukup keras saat dia merasakan tubuh nya sudah diangkat dan dibawa ke kamar mandi,dia memang butuh berendam agar bisa lebih rileks.
"aku akan membantu mu mandi,agar kita segera pulang kerumah sayang " jawab barry dengan lembut.
Barry berusaha menahan hasrat nya, tapi tetap saja ngak bisa. Dengan sedikit menggeser tubuh Rara agar sedikit menungging,batangan milik barry yang dari tadi sudah mengacung langsung masuk ke tempat nya. Membuat Rara terkejut dan melotot,dia berusaha melepaskan milik barry tapi malah dia ikut menikmati nya hingga mereka keluar bersama-sama.
Setelah selesai,Rara terlihat masih kesal dan barry sudah menggendong kembali Rara keluar dari kamar mandi. Dia kembali membantu Rara berpakaian, karena memang dia harus cepat. Jam operasi nya dua jam lagi,dia sudah menghabiskan waktu sejam untuk bercinta dikamar mandi dan memakaikan pakaian Rara.
__ADS_1
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil,wajah Rara masih cemberut dan dia merasa sangat kesal walaupun dia juga menikmati nya tapi barry seperti tidak bisa melepaskan nya begitu saja.
Tak lama mereka sampai didepan rumah barry, rumah kedua orang tua nya yang sudah menjadi miliknya . Di depan teras sudah ada barry kecil ,si bibik dan beberapa pelayan dirumah itu yang menyambut nya.
Rara sudah bisa berdiri sendiri,kaki nya sudah merasa lebih baik dari pada yang lain. Barry ikut keluar dan menggandeng tangan Rara, mereka mendekati barry kecil sambil tersenyum lembut. Wajah kesal dan cemberut dari Rara sudah tidak lagi terlihat,kini Rara mendekati barry kecil yang berada digendongan si si bibik.
"mama.....barry rindu " teriak barry kecil sambil mengulurkan tangan nya didepan Rara.
Rara menyambut nya dan memeluk putra nya itu dengan erat,dia merasa senang karena akhirnya barry kecil memiliki seorang papa. Walaupun bukan papa kandung nya ,tapi dia yakin kalau dokter barry akan menyayangi dan melindungi barry kecil mulai sekarang.
"mama juga rindu,kamu sehat kan? ngak nakal dan gangguin nenek bibik?" tanya Rara dengan wajah nya yang terlihat marah,padahal dia hanya bercanda saja
"ngak dong ma,nenek bibik dan bibik-bibik yang lainnya baik sama barry . Barry juga ngak nakal,ya kan nek ?" ucap Barry dengan pelan .
"barry mau ikut papa, papa kan baru pulang kenapa sudah pergi lagi ?" ucap Barry kecil dengan takut,dia sangat senang memiliki papa baru tapi barry kecil berpikir kalau dokter barry berniat meninggalkan nya lagi .
"papa hanya bekerja ,gimana kalau nanti sore kamu dan mama Ke rumah sakit. Kita bisa pergi jalan-jalan dan belanja,biar bisa beli mainan dan baju baru buat kamu dan mama " ucap Barry,dia sudah hampir terlambat.
Kini barry kecil sudah berada di gendongan nya, dia seolah ngak mau ditinggalkan oleh papa baru nya . Hal itu membuat Rara terharu,dia melihat bagaimana sayang nya barry pada anak nya.
__ADS_1
"iya....nanti kita kesana ya ,sekarang biarkan papa bekerja . Barry mau kan beli mainan seperti rayan ?" ucap Rara mulai membujuk barry,dia menyebutkan nama salah satu teman nya yang memiliki mainan mahal.
Rara ingin membelikan mainan untuk barry saat itu hanya saja dia tidak begitu memiliki uang yang cukup,harga mainan yang diberikan oleh orang tua teman nya itu cukup mahal juga. Gaji nya ngak cukup untuk membelikan nya, lebih baik uang nya dia pergunakan untuk membayar apartemen saat itu.
"tapi ma....mainan milik Rayan kan mahal,kita ngak bisa membeli nya " ucap Barry karena memang Rara juga rayan mengatakan hal itu pada nya.
"sekarang barry punya papa,pasti papa punya uang buat beliin mainan yang mahal untuk barry. Ya kan pa?" kelas Rara dengan tegas,dia menatap ke arah dokter barry
Barry hanya menganggukan kepala nya, dia tidak masalah dengan urusan uang. Bagi nya yang terpenting adalah kebahagiaan istri dan anak baru nya ,dia akan memberikan apa pun yang diinginkan oleh Barry kecil. Apalagi kini dirinya sudah menjadi papa nya barry,dia akan memanjakan kedua kesayangan nya saat ini.
Barry berangkat bekerja ,dia akan menjalankan operasi seperti biasanya dan menunggu kedatangan Rara dan Barry kecil nya . Dia akan membelikan apa pun yang diinginkan kedua nya,walaupun ini pertama kalinya dia menjadi seorang ayah . Tapi Dia tau bagaimana menanggapi semua nya
Sore nya,Rara sudah berpakaian rapi dan cantik. Kali ini dia tidak bisa menggunakan pakaian seksi karena banyak sekali bekas gigitan yang diberikan oleh Barry pada nya,membuat nya susah memilih pakaian. Apalagi sebagian besar pakaian nya terbuka dibagian leher nya ,sehingga dia memilih untuk menggunakan syal yang menutupi leher nya.
Untung saja hari terbilang dingin,makanya dia tidak terlalu mencolok menggunakan pakaian seperti itu. Barry kecil juga sudah memakai pakaian yang cocok dan rapi,dia terlihat tampan.
Kehadiran kedua nya membuat seluruh karyawan di rumah sakit terkejut,semua menyambut nya dengan baik karena memang mereka mengetahui siapa Rara dan Barry.
Kepala keamanan di sana juga mengantarkan mereka keruangan milik barry,karena memang barry sudah mengatakan nya sebelum nya. Barry ingin istri dan anak nya mendapatkan perlakuan yang baik dari orang-orang nya,dia ingin kesayangan nya merasa nyaman .
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ