
☘☘☘☘☘☘☘☘
Kedua orang tua Bagas merasa bersalah,mereka seolah jauh dari anak semata wayang nya karena kesibukan pekerjaan. Padahal bisa saja mereka menyerahkan semua nya pada orang kepercayaan mereka dan memantau nya tiap bulan,agar mereka bisa lebih dekat dengan bagas.
Tapi semua nya sudah berlalu,mereka tak yakin bisa mendekat kan diri lagi dengan sang anak. Camelia merasa senang bisa melihat kehidupan sang anak baik-baik saja,apalagi dia tau kalau saat ini anak nya memilih istri sendiri dan berharap pilihan nya ini bisa memiliki keturunan .
Ada air mata di sudut mata camelia saat membayangkan kalau saat ini anak nya benar-benar mencintai wanita, karena semakin dewasa semakin Bagas selalu menyibukkan diri dengan bekerja sehingga tidak mengenal urusan percintaan dan selalu dijodohkan dalam pernikahan nya.
Camelia ngak mau Bagas menderita lagi,karena selama menikah dengan ketiga wanita pilihan mereka. Bagas terlihat tidak pernah perduli dengan istri nya,sikap dan perilakunya juga sama saja. Tidak seceria ini padahal saat ini mereka hanya membicarakan mengenai lamaran saja,bukan pernikahan yang belum di tentukan.
Sedangkan didalam kamar nya,wajah Bagas sudah tersenyum-senyum sendiri . Dia mengirimkan pesan teks pada Utari,memberikan kabar kalau mereka akan datang esok hari untuk melamar nya .
>Bagas
"persiapkan diri mu untuk menjadi nyonya dirgantara "
"kami akan datang besok,aku harap kau tidak kabur,tapi bagaimana pun kau tidak akan bisa kabur dari sisi ku "
Tidak ada balasan dari Utari membuat Bagas merasa khawatir, dia takut jika Utari benar-benar meninggalkan nya dan kabur entah kemana. Memang sangat mudah untuk mencari utari ,hanya perlu menyuruh seluruh orang nya saja tapi dia tidak ingin hal itu terjadi karena jika Utari kabur maka akan lama sekali dia mengikat gadis itu nanti nya.
Bagas mencoba memanggil nomor ponsel milik Utari,berdering tapi tidak diangkat sama sekali. Membuat Bagas semakin khawatir,dia memilih untuk mandi saja lebih dulu . Setelah mandi dia akan mencoba menghubungi nomor utari lagi,jika tidak bisa juga dihubungi makanya Bagas akan mendatangi rumah Utari dan tidur disana. Terserah apa yang dilakukan oleh wanita itu,yang penting dia akan memberikan pelajaran pada wanita itu agar tidak membuat nya penasaran ,dia akan membuat Utari mendekap didalam dirinya.
Bagas mandi dengan cepat,tidak seperti biasanya dia lebih memilih merilekskan tubuhnya dengan berendam air hangat tapi kali ini pikiran nya sudah sangat khawatir. Makanya dia hanya mandi dibawah guyuran shower saja ,kemudian dia menyeka tubuhnya dengan handuk segera.
__ADS_1
Setelah selesai mandi,Bagas segera keluar dan mengambil ponselnya dengan cepat dia melakukan panggilan video. Dia ingin tau dimana keberadaan utari, tapi lagi-lagi panggilan nya di abaikan membuat Bagas semakin gelisah.
Bagas memutuskan panggilan telpon nya, dia mengambil pakaian dan tak lama suara ponsel nya terdengar jelas . Nama utari terlihat disana,dengan cepat Bagas menjawab nya.
"ada apa ?" tanya Utari dengan nada kesal nya ,karena Bagas mengganggu aktifitas nya.
"kau dimana ? kenapa tidak membalas pesan ku? telpon ku juga tidak di jawab " tanya Bagas dengan suara khawatir
"Aku dirumah ,tadi aku sibuk " jawab Utari dengan kesal.
Setelah sampai di rumah kontrakan nya,dia memilih untuk merebahkan tubuh nya karena merasa lelah dan mengantuk juga. Hanya sebentar saja,kemudian dia memilih mandi dan disaat bersamaan lah Bagas mengirimi nya pesan.
Utari memang mandi cukup lama,dia berendam didalam ember besar di kamar mandi nya . Dia ingin menghilangkan rasa penat di tubuh nya dengan air panas yang dia masak dulu di kompor gas miliknya didapur,karena itu Dia tidak mengetahui kalau Bagas mengirimkan pesan bahkan menelpon nya berkali-kali.
"ngak bisa " jawab Utari dengan ketus
"kalau kau ngak mau video call,aku akan kesana sekarang " ucap Bagas dengan seringai di bibir nya
"hei....ini sudah malam,aku mau tidur" bentak Utari dengan nada kesal nya
"video call atau aku kesana " ucap Bagas dengan tegas.
"Aku baru siap mandi,belum pakai baju " jawab Utari sambil menghela nafas nya dengan kasar,karena memang dia baru siap mandi
__ADS_1
"Video call" bentak Bagas tanpa mau di tolak
Utari menghela nafas nya lagi dengan kasar,dia mengalihkan panggilan video call dan memperlihatkan keadaan kamar nya. Membuat senyuman lebar di bibir Bagas,tapi kemudian dia melotot saat melihat tubuh bagian atas milik Utari. Malah dia berharap handuk yang melilit di dada montok utari merosot dan terlepas,tapi ternyata tidak sama sekali.
Belahan dada utari terlihat jelas,menandakan kedua gunung kembar milik Utari besar dan berisi walaupun tidak menggunakan penyangga. Kulit tubuh nya juga sangat mulus dan putih bersih,dia sangat menikmati pemandangan didepan nya ini .
Gleek
Dengan susah payah Bagas menelan saliva nya,membuat utari menatap nya dengan kesal kemudian membalikan kamera ponselnya ke arah lain. Bagas tersadar dan tertawa keras,dia yakin jika wajah Utari saat ini sudah memerah.
Gairah hasrat nya sudah tak tertahan kan hanya dengan melihat tubuh bagian atas milik Utari,bagaimana jika dia melihat seluruh nya? Hanya melihat ,belum mencicipi nya. Rasanya sudah ingin secepatnya menjadikan utari sebagai istri nya .
"Sayang....maafkan aku,sekarang tidur lah. Besok aku dan keluarga ku akan datang untuk melamar mu,aku ingin secepat nya kita menikah . Mama akan mengurus semua nya " ucap Bagas dan langsung menutup panggilan telpon nya
Utari mengernyitkan dahi nya,dia menatap ponselnya dengan tak percaya. Ucapan dari Bagas seolah terdengar tidak benar,apa keluarga Bagas menerima nya atau hanya Bagas yang akan datang besok ?Tapi Bagas mengatakan mereka akan datang,dia hanya perlu menunggu besok agar bisa membuktikan ucapan dari Bagas .
Utari menarik daster miliknya,kemudian dia memakai nya tanpa menggunakan pakaian dalam bagian atas karena memang dia merasa nyaman hanya memakai underware saja .
Sementara di kamar nya ,Bagas terus tersenyum dan membayangkan meletakan kepalanya didada milik Utari kemudian memeluknya dengan erat. Bagas membayangkan tidur bersama dengan Utari tanpa melakukan apa pun,tidur yang terasa nyaman dan nyenyak hingga akhirnya dia pun tertidur.
Pagi nya,Bagas bangun dan membersihkan tubuh nya. Dia langsung menuju ruang makan,disana sudah ada kedua orang tua nya dan sang kakek. Mereka bersama-sama duduk menunggu para pelayan dan koki menyiapkan sarapan nya,Bagas akan kembali ke ruang kerja nya dulu sewaktu dia tinggal disana.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘