
❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Kedua orang tua mantan suami nya Rara sudah menampilkan senyuman puas,dia yakin jika Rara bisa dipermalukan dengan mudah. Mereka akan membuat barry meninggalkan Rara ,karena mereka meyakini kalau Rara lah yang sudah menggoda dan merayu dokter tampan itu.
Rara sudah memejamkan mata nya ,dia tidak bisa hidup dengan tenang kalau begini cara nya . Karena hal ini lah Rara tidak ingin menikah, dia tau kalau keluarga mendiang suami nya ngak akan melepaskan nya begitu saja.
Rara tidak tau apa yang sudah dia lakukan sehingga keluarga mendiang suami nya itu sangat membenci nya, dia sudah berusaha menghindari nya tapi tetap saja mereka selalu mencari masalah dengan nya .
Dulu juga seperti itu,saat dia berusaha mencari pekerjaan setelah melahirkan. Jika saja dia bekerja dengan orang lain,mungkin dia akan terus kesulitan karena kedua orang tua mendiang suami nya akan mengatakan hal buruk tentang nya tapi syukurnya kedua orang tua mendiang suami nya itu cukup takut berurusan dengan keluarga Bagas dan aldi sehingga dia bisa mendapatkan penghasilan tetap dengan bekerja diperusahaan milik mereka.
Jawaban dari Barry membuat Rara yakin kalau barry akan mudah di manipulasi oleh pengganggu ,dia sudah pasrah saja dan bertekad tidak akan menikah lagi setelah ini. Dulu juga dia berpikiran seperti itu,tapi entah kenapa dia tergoda oleh pria tua didepan nya ini .
"Dia sangat beruntung mendapatkan anda sebagai suaminya ,tapi anda akan mendapatkan kesialan jika berlama-lama dengan nya. Anda tau bagaimana anak saya kan? dia meninggal setelah menikah dengan nya ,bahkan anak nya juga pembawa sial" ucap mama mertua Rara dengan ketus.
Barry kecil yang tadi nya ingin menemui mama dan papa nya ,kini terlihat sedih dan menangis. Dia digendong oleh si bibik ,si bibik terkejut mendengar ucapan yang tidak pantas didengar oleh anak kecil itu.
"Eekkhmmm....cukup,sebaiknya kalian pergi dari pesta ku. Aku ngak masalah jika kalian ingin menjelek-jelekkan dan menghina ku tapi tidak dengan anak ku,aku ngak terima " jawab Rara dengan tatapan tajam ke arah mama mertua nya dulu .
__ADS_1
Rara hendak melepaskan tangan nya dari tangan barry tapi seketika tangan barry menggenggam nya dengan erat,dia menatap ke arah Rara yang sudah terlihat marah. Dia suka melihat wajah Rara memerah ,tapi bukan marah melainkan malu. Rara terlihat menggemaskan jika seperti ini,dia menarik tubuh Rara dan mengecup bibir Rara didepan semua tamu undangan membuat kedua orang tua mantan mertua Rara menatap nya dengan tatapan bingung dan kesal.
"Kalian bicara apa?aku yang memaksa Rara untuk menikah dengan ku,aku yang beruntung menikahi nya. Barry,dia bukan lah anak haram. Dia memiliki papa yang sayang dan mencintai nya sampai mati,dia bahkan dinantikan oleh papa nya dulu tapi karena memang sudah ajal nya. Kita ngak bisa menentukan mengenai kematian seseorang, jika sudah ajal nya juga ngak bisa kita hindari " jelas barry sambil menatap mata Rara yang sudah berkaca-kaca.
"Barry ?" tanya mama mertua Rara dengan bingung ,tapi dia bertanya dengan suara pelan nya dan masih didengar oleh dokter barry
"Nama nya barry,sama seperti nama ku. Anak yang pintar dan pandai beradaptasi, memiliki kepribadian yang baik dan tidak cengeng. Dia bukan anak haram ,tapi anak yang bisa menjaga dan melindungi keluarga nya dengan baik " ucap Barry yang kini sudah menatap ke arah barry yang sedang menangis,dia melirik ke arah si bibik
Seolah tau apa yang tuan muda nya inginkan, si bibik berjalan dengan cepat mendekati pelaminan . Dia memberikan barry kecil pada Barry,karena tangan barry sudah terulur untuk mengambil nya .
"Mulai sekarang dan seterusnya, dia putra ku. Dia akan meneruskan rumah sakit milik keluarga kami,dia akan menjaga adik nya dan mama nya seperti aku dulu. Jika nantinya aku mati saat istri mengandung anak kami,mungkin takdir ku. Jadi jangan menjelek-jelekkan anak dan istri ku seenak nya saja " ucap Barry membuat Rara terkejut .
Kedua orang tua mendiang suami Rara juga terkejut,mereka tidak percaya mendengar semuanya . Tapi mereka juga tidak dapat mengatakan apa pun lagi,semua mata menatap ke arah mereka dengan tatapan menyalang.
Mereka jadi pusat perhatian karena sudah membuat keributan di pesta pernikahan dokter barry,semua nya jadi tau mengenai kehidupan mempelai wanita. Mereka jadi mengerti kalau selama ini Rara tidak disukai oleh keluarga mendiang suami nya, bahkan mereka pernah mendengar kalau Rara pembawa sial bagi keluarga suami nya itu.
"terima kasih" ucap Rara dengan air mata yang sudah bercucuran di pipi nya.
__ADS_1
"kenapa menangis hhmmm? aku ngak akan biarkan siapa pun menyakiti mu dan anak kita " ucap Barry sambil mengecup kening Rara dengan lembut,barry kecil memeluk leher barry dengan erat.
Banyak yang mengatakan kalau dirinya adalah anak pembawa sial dan anak haram,semua orang yang mendengar nya tidak pernah mau membela nya dan membiarkan nya saja tanpa perduli bagaimana perasaan nya tapi ucapan Barry tadi Membuat nya terlihat berguna .
"terima kasih pa" bisik barry kecil dengan air mata yang masih membasahi pipi nya
"hei....kenapa berterima kasih,ini papa mu bukan orang lain jadi sudah sepantas nya papa membela dan menjaga anak nya " jawab barry dengan membalas pelukan barry kecil.
"eekkhmmm.....apa Sudah selesai acara tangis-tangisan nya ? aku ingin mengucapkan selamat " ucap aldi yang berjalan bersama dengan maya dan farid juga veronica,mereka melihat dan mendengar semua nya.
Farid tersenyum ke arah Rara dengan lembut,dia sudah menganggap Rara sebagai adik nya karena Rara merupakan sahabat nya aldi dan Bagas. Tapi tatapan lembut dan senyuman manis farid membuat barry merasa kesal,dia menarik wajah Rara ke dalam dada bidang miliknya membuat semua yang ada disana terkejut.
Farid mengernyitkan dahi nya dengan dalam,dia menatap ke arah dokter barry yang memang lebih tua dari nya. Semua nya bingung karena tindakan yang di lakukan oleh Barry, apalagi tatapan tajam nya ditujukan pada Farid.
"Selamat dok,itu.....Rara ngak bisa bernafas kalau didekap erat begitu " ucap farid dengan bingung .
"jangan macam-macam,sekarang Rara istri ku milikku. Sebaiknya jauhkan pikiran mu pada nya,aku ngak akan membiarkan kau mendekati nya lagi "ucap Barry dengan nada ketus nya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘