
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Mereka makan dengan tenang,sesekali Bagas dan Utari saling menyuapi dan mencicipi makanan yang ada. Mereka membicarakan mengenai pesta pernikahan mereka besok ,tidak ada membicarakan mengenai Briana.
"Sayang.....kamu ngak akan meninggalkan ku kan ?" tanya Bagas yang tidak melihat utari membicarakan mengenai Briana.
"Aku tidak pernah mencintai nya ,bahkan aku ngak pernah memanggilnya sayang seperti ini" jelas Bagas
Utari hanya tersenyum,saat ini mereka sedang duduk berdua di sofa. Utari meletakan kepala nya tepat didada bidang Bagas, dia meraba dada bidang milik Bagas dengan lembut.
Utari pernah kuliah bagian psikolog,hanya saja karena dia tidak memiliki dana yang cukup sehingga kuliah nya yang baru setahun terhenti. Dia mencoba masuk ke bidang bisnis dan akhirnya di terima ,beasiswa nya juga hanya ada di bidang bisnis bukan di psikologi tapi karena setahun di psikologi sehingga dia tau bagaimana menghadapi orang lain yang bisa dia baca dengan cepat mengenai diri nya.
"Aku tau,aku hanya tidak ingin kau merasa kalau aku ngak berguna. Aku ingin menyingkirkan semua wanita yang mendekati mu ,karena kau hanya milik ku " jawab Utari dengan lembut,membuat Bagas semakin terbuai.
Setelah makan malam selesai,utari menyuruh Bagas untuk kembali ke kamar nya tapi Bagas tidak mau dan memilih untuk naik ke atas tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya dengan santai sambil menatap ke arah Utari yang sedang kesal,terlihat dari wajah nya yang cemberut.
Utari naik ke atas tempat tidur,dia ingin tidur lebih dulu agar besok saat bangun tidur dia sudah terlihat segar . Tapi tangan Bagas membuat nya membuka mata nya,tangan Bagas sudah memeluknya dengan nyaman .
Bagas tidak perduli dengan apa yang akan dikatakan oleh Utari,dia hanya ingin memeluk utari dalam tidur nya. Dia merasa sangat nyaman tidur memeluk utari seperti ini,wajah nya sudah dia selundupkan di leher belakang milik utari.
Nafas Bagas sudah teratur,Bagas tidur dengan pulas nya sementara utari masih belum bisa tidur dengan nyenyak karena merasa janggal dengan keberadaan Bagas. Bagian sensitif nya sudah mulai gatal ingin dimasuki dan disentuh oleh Bagas,tapi ngak mungkin dia melakukan semua nya sendiri . Lagi pula memang utari yang meminta Bagas untuk tidak melakukan apa pun malam ini,tapi dia malah berpikiran yang tidak-tidak
__ADS_1
Malam semakin larut,utari akhirnya bisa tidur dengan tenang . Mereka tidur sambil berpelukan dengan erat,dia membiarkan Bagas memeluk dan meraba tubuh nya begitu saja saat tidur hingga pagi tiba.
Utari bangun lebih dulu,dia akan membangunkan Bagas sebelum para perias suruhan mama nya Bagas datang. Dia ngak mau mereka melihat Bagas didalam kamar nya tapi ternyata semuanya terlambat,pintu sudah diketuk dari luar. Tubuh besar dan gagah milik Bagas ngak mungkin bisa dia sembunyikan ,dia hanya bisa bangun dari tidur nya dan berjalan mendekati pintu kamar hotel itu.
Tok....tok...tok...
"iya sebentar" teriak Utari,dia kesal mendengar suara pintu yang terus-terusan di ketuk dari luar
Saat membuka pintu ,utari terkejut dan berjalan mundur. Dia berusaha untuk menutup pintu lagi tapi ternyata seorang pria yang bertubuh kekar masuk dan mendorong nya ,utari yang merasakan bahaya memilih untuk berlari naik ke atas tempat tidur.
Briana berada dibelakang pria itu,pria itu ternyata pria suruhan Briana. Briana ingin menjebak utari dengan pria itu ,kemudian dia akan mengambil foto mereka dan menyerahkan nya pada Bagas dan kedua orang tua nya .
"pergi....keluar kalian,kalian mau apa hah?" teriak Utari dengan cukup keras
"kalian mau apa?" tanya Utari,dia sudah menarik selimut untuk menutupi tubuh nya
"Tidak ada,dia hanya ingin melayani mu diranjang. Aku akan memastikan kalau kau tidak akan menikah dengan Bagas,karena pasti nya Bagas ngak akan mau menikah dengan wanita yang sudah tidur dengan pria lain "ucap Briana dengan santai
Utari tersenyum tipis,dia hanya bersandiwara ketakutan saja. Untung saja semalam Bagas tidak mau pergi,jika tidak. Maka dia ngak akan tau apa yang akan terjadi pada nya pagi ini . Mungkin memang sudah takdir nya ,makanya Bagas memilih untuk menginap di dalam kamar nya ini.
Tok....tok...tok....
__ADS_1
Pintu kembali di ketuk dari luar,Briana tersenyum dengan lebar . Dia berjalan menuju pintu,berdiri tepat dibelakang pintu karena dia yakin jika rencana nya akan berhasil nanti nya.
"cepat lakukan, kita harus bisa membuat pernikahan ini batal. Kau harus membuat seperti kalian sudah melakukan nya " ucap Briana.
Briana membuka pintu tanpa melihat apa pun lagi di tempat tidur,dia melihat camelia dan dua orang wanita berada didepan nya. Wajah Briana dibuat sesedih mungkin ,bahkan ada air mata yang mengalir dipipi nya.
"ma....calon istri Bagas hiks hiks,dia sudah tidur dengan pria lain di kamar pengantin ini " ucap Briana yang langsung memeluk tubuh wanita paruh baya yang pernah menjadi mama mertua nya itu
Camelia mengernyitkan dahinya dengan tatapan tak percaya,dia membuka pintu dengan lebar. Mata nya membulat sempurna menatap apa yang ada didepan nya, Briana sudah tersenyum senang mendengar mama Bagas dan dua wanita yang datang bersama dengan camelia menjerit histeris.
"eh....hentikan ,apa yang kamu lakukan " teriak camelia membuat Briana tertawa dalam hati,kemudian dia masuk dan ikut melihat apa yang sudah dia rencanakan.
Saat masuk ke dalam kamar,dia membulatkan mata nya saat melihat Bagas sudah memukul wajah pria yang di sewa oleh nya. Dia benar-benar terkejut,pria yang dia sewa sudah babak belur dihajar oleh Bagas.
"gas....udah nak,kamu kenapa bisa disini ?" teriak camelia dengan tangan yang sudah menarik tubuh Bagas.
Briana menatap wajah Utari yang terlihat tersenyum,dia masih tidak memisahkan pria yang dipukuli oleh Bagas. Dia ingin memberikan pelajaran pada Briana karena sudah berani mengusik pernikahan nya, dia yakin jika Briana akan mendapatkan amukan dari Bagas setelah pria itu.
"Utari....suruh Bagas berhenti sayang,dia bisa membunuh pria itu " teriak mama Bagas dengan cepat
Utari bangkit dari duduk nya yang tadi bersandar di dashbord tempat tidur,dia mendekati Bagas dan memeluknya dari belakang sehingga Bagas pun menghentikan pukulan nya karena mendengar bisikan lembut dari utari
__ADS_1
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππππ