
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Bagas merasa kesal pada camelia,tamu undangan tidak ada habis nya. Padahal dia sudah ingin menggauli istri nya yang sudah halal dimata agama dan hukum,dia ingin segera merasakan kehangatan dari kewanitaan milik utari yang kini sudah terbayang dikepala nya.
Bayangan tubuh utari yang sedang mandi tadi membuat hasrat nya mulai naik,dia ingin segera melakukan nya dengan cepat dan perlahan. Tapi tamu yang hadir semakin lama semakin banyak,wajah utari sudah terlihat kelelahan .
Utari menghela nafas nya dengan kasar,dia merasa ingin berteriak . Merasa tidak terima dengan apa yang ada didepan nya,pesta pernikahan sederhana yang dia pikirkan bukan seperti ini. Pesta ini terlalu besar untuk nya,bagaimana mungkin pesta pernikahan yang sederhana mengundang hampir tiga ribu orang. Belum lagi makanan nya yang berlimpah ruah,semua makanan apa saja ada disana.
Utari tersentak saat merasakan tangan milik Bagas sudah merasa belahan bokong nya,dia menatap ke arah samping nya yang terlihat wajah Bagas sedang tersenyum melihat nya. Padahal utari sudah merasa kesal juga lelah,bisa-bisa nya Bagas hanya memikirkan hal itu.
"Sayang.....wajah mu terlihat lelah,yuk kita masuk kamar saja " ucap Bagas dengan senyuman mengembang di bibir nya saat utari menganggukan kepala nya dengan cepat
Utari hanya ingin istirahat saja,dia ingin merebahkan tubuh nya . Pinggang nya terasa tegang dan kram,dia tidak lagi merasa gugup memikirkan malam pertama karena tubuh nya yang terasa lelah .
Bagas menggandeng tangan utari dan membawa nya ke kamar mereka,kamar itu sudah dihias kembali dengan kelopak bunga mawar putih. Mata camelia menatap ke arah Bagas,dia tersenyum dengan lembut dan berharap utari bisa segera hamil.
"aaah.....kaki ku pegal sekali" ucap utari sambil memegang kaki nya, kemudian tubuhnya dia rebah kan di atas pinggiran tempat tidur.
Jantungnya berdebar dengan keras saat merasakan tangan Bagas sudah memijat kaki nya, bagian betis nya yang terasa tegang . Pijatan tangan Bagas nya terasa lembut,dia merasa sedikit terbuai. Dia menikmati pijatan tangan Bagas yang memang terasa enak,kaki nya kembali Melemas
__ADS_1
"Ganti pakaian mu dulu,nanti aku pijatin lagi. Ayo....bersihkan tubuh mu dulu " ucap Bagas dengan lembut
"Hmmm......aku malas sekali ,capek " jawab Utari yang malah memejamkan mata nya dengan cepat ,dia memang benar-benar merasa lelah.
Bagas berdiri dan mulai membuka pakaian utari, utari tidak perduli lagi karena memang dia benar-benar merasa lelah. Dia membiarkan utari yang masih terpejam dengan tubuh polos nya,berkali-kali dia mencoba menahan diri tapi tetap saja tidak bisa.
Bagas mengambil gayung yang ada dikamar mandi,kemudian dia mengisi nya dengan air hangat dan mengambil sapu tangan yang sempat dia masukan beberapa di dalam koper nya. Tangan Bagas dengan perlahan mengelap bagian tubuh utari dengan lembut,memainkan pucuk dada milik utari membuat Utari melenguh merasakan sensasi berbeda dari sentuhan yang diberikan oleh Bagas.
Bagas memang sengaja menggerakan tangan ya secara perlahan,kemudian dia mulai mengelap bagian sensitif milik utari yang sudah terbuka. Kedua kaki milik utari terbuka lebar,dia merasakan sesuatu yang menggelitik di bawah sana.
Kedua mata Utari terbuka,gairah nya sudah mulai bangkit saat merasakan bagian sensitif nya yang basah. Dia melihat Bagas menjilati miliknya dengan lidah nya,memainkan daging kecil dibawah sana.
Tangan utari menekan kepala Bagas,tidak membiarkan Bagas mengakhiri apa yang dia lakukan. Dia semakin bersemangat untuk melakukan lebih pada utari,karena suara yang dikeluarkan oleh Utari semakin membuat nya bergairah.
Utari tidak memperdulikan apa pun lagi,tubuh nya yang semula sudah merasa lelah kini seolah bersemangat. Dia merasa seperti memiliki energi untuk melakukan nya,utari merasa sedikit kesal saat Bagas menghentikan permainan nya dibawah sana.
Utari menatap wajah Bagas yang tersenyum, dia melihat Bagas membuka kemeja nya. Dada bidang milik Bagas yang atletis membuat nya semakin bergairah,utari yang tadi nya tidur. Kini duduk dan meraba dada Bagas,dia bahkan mengecup pucuk dada milik Bagas membuat Bagas terkejut .
"kau sudah berani sekarang hhmmm...." ucap Bagas dengan suara yang menggoda.
__ADS_1
Bagas membuka celana kain yang dia pakai,kemudian dia mengeluarkan batangan miliknya yang sudah mengeras dan berdiri dengan tegak. Batangan itu terlihat menantang dan menggoda iman utari,dengan susah payah utari menelan saliva nya. Dia merasa sesuatu yang menggebu di dalam dada nya,tangannya terulur menyentuh batangan milik Bagas yang kokoh.
"kau tidak ingin mencoba nya ? lakukan seperti memakan es cream " ucap Bagas yang menyodorkan batangan miliknya didepan mulut utari.
Utari membuka mulut nya,dia melihat Bagas memasukan batangan miliknya ke dalam mulut utari kemudian dia menepuk-nepuk miliknya di lidah utari yang menjulur. Dengan senyuman puas,utari mengambil batangan milik Bagas dan mulai menggerakan nya menggunakan tangannya .
Sesekali utari menjilati nya seperti es cream ,kemudian memasukan nya didalam mulut dan mengulum nya. Rasa nikmat yang luar biasa didapatkan oleh Utari,dia semakin merasa senang dan menginginkan permainan yang lebih dari itu.
Perlahan tapi pasti,batangan milik Bagas melesat ke dalam daerah sensitif milik utari. Seketika rasa gatal, yang dia rasakan tadi lenyap berganti rasa sakit yang luar biasa juga. Tapi hanya sebentar,setelah Bagas memaju mundur kan bokong nya sambil memainkan daging kecil didepan daerah sensitif miliknya yang berwarna pink,kembali utari memejamkan mata nya dengan perlahan .
Kembali utari menjerit dan berteriak saat dia merasakan miliknya yang berkedut dan menginginkan lebih,dia ingin Bagas menggerakan pinggul nya dengan cepat. Senyuman dibibir Bagas tidak pernah berhenti,dia melihat dengan jelas kalau Utari benar-benar menyukai permainan cinta yang diberikan oleh Bagas.
Bagas sangat profesional,dia sudah melakukan nya tiga kali bersama dengan ketiga mantan istri nya. Tapi Bagas tidak pernah menjilati daerah sensitif milik mereka,dia bahkan tidak pernah memulai nya. Mereka yang selalu memberikan rangsangan pada nya lebih dulu,dia hanya mengikuti alur nya saja.
Bagas tersenyum senang,dia menyukai milik utari yang ternyata benar-benar masih perawan. Milik utari sudah menjepit miliknya didalam sana,membuat nya mengerang dengan keras. Bagas benar-benar menikmatinya ,milik utari terasa sangat berbeda dari ketiga mantan nya .
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ
__ADS_1