
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Dari dulu Vero tidak suka melihat ada wanita yang kegatelan mendekati dan menggoda farid,jika sudah didepan farid. Vero berpura-pura tidak tau,tapi jika wanita itu datang kembali dan hanya ada Vero disana maka Vero akan mengatakan kalau farid tidak bisa di ganggu dan berharap wanita itu tidak lagi mengganggu farid karena farid sudah memilki kekasih yang akan menjadi istri nya .
Selalu seperti itu,hingga akhirnya tidak ada wanita yang berani menggoda farid dan hal itu membuat Vero senang. Walaupun sesekali masih ada juga yang berani, karena mereka berpikir kalau menikah saja bisa bercerai jadi kalau hanya sekedar kekasih atau calon istri maka itu hanya akan terasa biasa saja.
"jadi kau menyingkirkan mereka hhmm? " tanya farid dengan tatapan tajam nya ,dia merasa bersyukur mendapatkan Vero tapi dimata Vero kalau farid merasa marah pada nya.
"maaf,tapi aku ngak suka kamu dekat dengan wanita mana pun makanya aku menyingkirkan mereka semua nya agar hanya aku saja yang dekat dengan mu " jelas Vero dengan pelan,dia mengakui semua nya .
Vero menundukan kepala nya ,dia takut jika nanti nya farid akan marah . Dia sudah memejamkan mata nya, dia akan menerima kemarahan yang akan diberikan oleh Farid tapi dia merasakan pelukan ditubuh nya dan kecupan di kening nya .
"Kau memang harus melakukan hal itu kedepan nya nanti,setelah kita menikah. Kau harus tetap mengusir siapa pun yang coba merayu ku,aku juga akan melakukan hal yang sama " jelas farid sambil mengecup kembali kedua mata Vero yang masih terpejam.
Vero membuka mata nya dan menatap ke arah Farid,dia masih merasa bingung karena baru mendengar ucapan farid . Seperti sedang bermimpi ,tapi dia yakin jika semua nya nyata ada nya .
"kau tidak marah ?" tanya Vero dengan pelan,farid menggelengkan kepala nya dan tersenyum.
"Buat apa aku marah,aku senang kau melakukan nya . Maka kau harus melakukan nya lagi,aku ingin melihat nya sendiri " jelas Farid membuat Vero membalas pelukan Farid dan tersenyum,mereka kembali tidur dengan pelukan yang hangat hingga pagi tiba.
Sementara itu,di kamar nya. Dokter Barry merasa sedikit kesal,dia ngak mau Rara menikah dengan Farid. Dia akan menikahi Rara minggu depan seperti ucapan nya ,dia menghubungi nomor ponsel si bibik yang merupakan pelayan sekaligus orang kepercayaan ibu nya dulu .
Dari kecil dokter Barry dirawat oleh ibu nya dengan bantuan si bibik,dia akan meminta pendapat dari si bibik. Biasanya barry hanya mendatangi dapur atau kamar wanita tua itu tapi saat ini dia seolah malu untuk keluar dari kamar nya karena pasti nya Rara akan menanyakan nya secara langsung, kenapa mereka menikah minggu depan.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
"tuan muda" panggil si bibik.
"Ya,masuk lah bik" jawab Barry sambil membuka pintu kamar nya .
"ada apa tuan?apa ada yang bisa dibantu ?" tanya bibik dengan wajah bingung nya, karena selama ini si bibik lah yang lebih dulu datang ke kamar barry bukan di panggil seperti ini.
"Aku ingin menikah,apa saja yang perlu di persiapkan bik?" tanya barry langsung tanpa basa basi karena memang barry tidak pernah mau basa basi .
"Me menikah ?" tanya si bibik terkejut dan tatapan nya tak lepas dari wajah barry.
"Ya....aku ingin minggu depan menikahi Rara dan menjadi ayah nya barry ,tapi bibik tau sendiri kalau aku ngak mengerti mengenai hal ini " jawab barry dengan tegas.
"Hhmmm ....hahaha,tuan muda ....anda lucu sekali " ucap si bibik sambil tertawa renyah
Barry menatap ke arah wajah tua itu,dia melihat tawa si bibik yang sudah lama sekali tidak terlihat. Wajah yang penuh dengan kerutan dan tidak pernah tertawa sekencang itu,membuat nya bingung .
"eekkhmmm maaf tuan,anda kan bisa menelpon WO terkenal agar mereka bisa mengurus semua pesta pernikahan yang seperti anda dan non Rara ingin kan " jawab si bibik membuat barry tersadar.
"ya ampun,kok jadi begok ya aku ?" tanya barry dalam hati,wajah nya sudah memerah karena malu .
"Tapi tuan muda,bagaimana dengan non Rara ?apa non Rara setuju menikah dengan anda ?" tanya si bibik yang ingin tau perasaan Rara,karena dia melihat rara biasa-biasa saja.
__ADS_1
"Dia harus mau,aku akan mencari WO terkenal dan melangsungkan pernikahan kami minggu depan " jawab Barry dengan santai
"Anda memaksa nya ? tuan muda,ngak baik seperti itu. Sebaiknya anda meminta nya dengan perlahan,sehingga non Rara bisa menerima anda " jelas si bibik
"anda sudah bicara dengan keluarga nya ?kita harus buat lamaran juga ,jangan seperti ini " ucap si bibik dengan pelan .
"seperti nya Dia ngak punya keluarga,dia hanya sendiri. Suami nya meninggal karena kecelakaan dinas dan keluarga suami nya langsung mengurus perceraian saat dia lagi hamil besar, jadi aku harus bagaimana bik "jelas barry dengan bingung karena baru ini dia berurusan dengan wanita .
Mungkin terlalu sering melihat kelamin wanita membuat nya tidak begitu tertarik bersama wanita bukan berarti dia juga tertarik dengan pria,dia memang belum memikirkan hal itu. Dia hanya memikirkan pekerjaan,rumah sakit peninggalan almarhum ayah nya dan ibu nya.
"kita bicara dengan nona Rara tuan muda,beliau ingin pesta pernikahan seperti apa dan lamaran nya bagaimana ?" ucap si bibik dengan senyuman kecil di bibir nya.
Barry merasa bingung,bagaimana kalau Rara menolak nya lagi seperti tadi. Dia belum berpengalaman mengenai hal ini,dia masih bingung tapi ucapan si bibik benar ada nya . Dia memang harus meminta pendapat Rara mengenai hal ini,walaupun akhirnya dia ditolak
"tuan muda kenapa ?takut ditolak ?" tanya si bibik yang masih memperhatikan wajah barry,dia yakin kalau barry sedang berpikir begitu. Apalagi Rara masih muda dan cantik,walaupun dia memiliki anak tapi masih banyak yang mau dengan nya.
Tubuh Rara terbilang berisi dan seksi,wajah nya cantik dan kulit nya yang mulus . Sudah bisa dipastikan kalau lelaki banyak yang menginginkan nya,tapi Rara yang masih belum mau menikah.
Barry diam saja, karena memang itu yang dia takut kan . Dia menjadi semakin bingung, hingga akhirnya si bibik memberikan solusi untuk nya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1