My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
karena papa


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Rara menjadi sedikit canggung disambut oleh para staf rumah sakit,sebagian dari mereka pun menegurnya dengan ramah dan baik. Barry memperhatikan sekeliling rumah sakit yang terbilang cukup besar,dia merasa senang mendapatkan pelayanan seperti itu.


Selama ini banyak orang tidak perduli dengan mereka bahkan menjelek-jelekkan mereka dan menghina nya ,tapi saat ini dia merasa senang mendapatkan pelayanan yang baik dan terhormat .


"semua karena papa " batin barry dengan bangga memiliki papa nya


Ceklek


"silahkan masuk nyonya dan tuan muda " ucap kepala keamanan yang membawa mereka ke ruangan milik barry yang ada dilantai tiga.


Barry menatap ke arah pintu, dimana kesayangan nya sudah ada disana. Dia berdiri dan mendekati kedua nya,memberikan pelukan pada sang istri dan menggendong barry untuk di letakan di sofa.


"bagaimana perjalanan kalian ? apa ada yang tidak nyaman sayang ?" tanya barry pada putra nya yang sudah besar .


"semua nya nyaman pa,makasih " jawab barry sambil menggelengkan kepala nya


Rara mengajarkan nya untuk bisa menghargai dan berterima kasih dengan baik disaat yang tepat,dia ingin menjadikan anak nya bisa menghargai orang lain .


"Kalian sudah makan? " tanya barry dengan lembut,mata nya masih menatap ke arah wajah kecil barry.


"Sudah pa,tadi makan cemilan dulu sebelum kemari karena mama takut jika aku kelaparan nanti " jawab barry.


Barry termasuk anak yang bijak,dia cepat mengerti apa yang disampaikan oleh orang lain. Dia juga tau bagaimana cara menghargai orang yang menghargai nya dan membalas orang yang tidak baik pada nya.

__ADS_1


"kita brangkat sekarang hhmm?" tanya barry yang masih memandang ke arah barry kecil


Rara yang berada disana sedikit kesal,dia seperti tidak dianggap sama sekali. Padahal mereka bercinta selama beberapa malam ini, bahkan tadi pagi pun sempat-sempatnya barry mengambil jatah saat di kamar mandi hotel.


"eekkhmmm...."


Deheman yang cukup keras membuat barry menatap ke arah Rara yang sudah terlihat cemberut,dia tersenyum kecil dan mengecup kening Rara dengan lembut didepan barry kecil. Membuat barry kecil tersenyum senang,dia suka melihat kemesraan kedua orang tua nya ini. Itu berarti papa baru nya ingin menyayangi mama nya, seperti dia juga. .


"Kalian nyuekin mama ya ?" bentak Rara dengan suara kesal nya


Kedua nya tertawa bersamaan dan memeluk Rara juga bersamaan ,mereka merasa senang melihat wajah Rara cemberut bukan nya marah tapi terlihat menggemaskan dimata kedua nya .


Barry langsung berdiri menggendong barry kecil dan menggandeng tangan kecil Rara,mereka berjalan keluar menuju parkiran berada karena memang hari sudah terbilang sore. Semua mata menatap ke arah mereka membuat Rara maupun barry merasa malu karena menjadi pusat perhatian disana,semua kembali menyapa Rara dan Barry.


"papa ngak malu jalan sama kami kan?" tanya barry kecil,dia pernah mendengar teman nya mengatakan hal itu pada nya bahkan mama nya juga mengatakan seperti itu.


Rara terkejut,dia ingat betul ucapan teman-teman barry dan orang tua nya yang malu satu sekolah dengan mereka. Mereka bahkan meminta pihak sekolah untuk memecat barry agar mereka tidak malu, semua nya karena hasutan dari mertua nya rara .


Tapi pihak sekolah tidak pernah mau mengeluarkan anak yang berprestasi,walaupun masih Taman kanak-kanak tapi barry terbilang pintar .


Jalanan cukup legang, sehingga mereka sampai dengan cepat ke pusat perbelanjaan yang cukup besar disana. Mereka menuruni mobil dan berjalan beriringan dengan Barry yang berlari ke arah pintu,barry senang sekali ke pusat perbelanjaan ini tapi Rara jarang mengajak nya karena dia takut jika nanti nya Barry meminta hal yang tidak bisa dia belikan .


Saat itu kondisi keuangan mereka memang tidak cukup baik,makanya dia hanya sesekali saja mengajak barry kesana. Barry kecil menarik tangan papa nya agar segera masuk,sementara Rara hanya menggelengkan kepala nya saja. Dia tau kalau barry kecil sangat ingin melakukan hal ini dari dulu,menggandeng tangan papa nya dan memamerkan pada semua nya kalau dia punya papa.


Semua orang menatap ke arah mereka,mereka kenal betul siapa barry. Dokter hebat yang banyak diinginkan sebagian besar orang dikota ini, Bukan hanya ketampanan nya yang menjadi pusat perhatian ,tapi kemampuan nya didunia medis tidak bisa diragukan lagi. Apalagi dia pemilik rumah sakit yang cukup besar dikota ini,termasuk orang yang dihargai dan disegani.

__ADS_1


"pelan-pelan sayang,kita bakalan lama kok disini. Ya kan pa ?" ucap Rara dengan lembut,dia ngak mau anak nya jatuh


Barry senang mendengar nya ,dia akhirnya berjalan dengan pelan sambil tangan kecil nya tetap menggenggam tangan barry. Mereka memasuki toko demi toko untuk mendapatkan apa yang mereka ingin kan,barry membeli apa pun yang di miliki teman-teman nya dulu.


Harga mainan yang dipilih barry memang terbilang mahal ,tapi bagi barry harga itu ngak seberapa untuk anak diusia barry. Rara berkali-kali menggelengkan kepala nya agar barry menghentikan kegilaan anak nya yang membeli mainan cukup banyak .


Tapi barry tak perduli,uang nya masih banyak. Bahkan sangat banyak,selama ini dia hanya membeli sesuatu yang sangat dibutuhkan nya jadi untuk apa sisa uang yang dia punya jika bukan untuk orang yang dia sayangi .


Pendapatan dari rumah sakit juga terbilang banyak,sehingga masih banyak yang bisa dia beli . Apa pun itu,Barry akan memberikan yang terbaik untuk Rara dan Barry.


Saat ini mereka sudah berada di restauran mahal,makanan disana hampir setara dengan mainan yang dibeli oleh Barry. Membuat Rara merasa minder,dia melirik ke arah barry seolah mereka hanya perlu makan tapi bukan makanan yang mahal seperti ini .


"cobalah,makanan disini enak " ucap Barry dengan lembut.


"enak pa,semua nya enak. Makasih pa " ucap Barry dengan senang.


"mas....ngak sebaiknya kita makan ditempat lain aja,makanan disini mahal semua nya lho" jawab Rara dengan pelan.


"ha...ha.....ngak dong sayang,segini belum mahal. Kamu makan aja yang tenang,kalau kamu mau. Restauran ini juga bisa aku beli untuk kamu,kamu mau ?" jelas barry dengan santai membuat Rara terkejut dan melotot ke arah barry.


"mas....kamu ini jangan gila dong,mana mungkin kamu bicara seperti itu. Kalau aku mau bagaimana ? seperti nya enak mengelola restauran dari pada bekerja " bentak Rara dengan cukup keras


"jika kamu mau,maka akan aku belikan. Aku akan tanyakan pada pemiliknya apakah restauran in8 dijual " jawab barry masih dengan santai nya


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2