
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Hanya butuh lima belas menit,akhirnya mereka sampai didepan rumah yang terbilang mewah. Rara melihat dengan jelas mereka masuk kedalam perumahan elit yang pernah dia datangi dulu,rumah keluarga mendiang suami nya juga berada disini.
Rara membuka pintu mobil,dia ingin keluar dan menggendong barry kecil tapi dokter barry malah sudah lebih dulu mengangkat tubuh barry kecil dan membawa nya masuk kedalam.
Rara mengikuti nya dari belakang,ada beberapa pelayan yang datang dan berdiri mendekati mereka. Mereka terlihat terkejut melihat barry datang bersama seorang anak dan perempuan muda,mereka memperhatikan wajah barry yang khawatir.
"bawakan kotak obat dan tas kerja ku ke kamar ,cepat bik" ucap Barry sambil terus berjalan dengan nada khawatir
Sedangkan Rara masih mengikuti nya, dia menatap ke arah wanita paruh baya yang dipanggil bik oleh Barry. Rara tersenyum tipis dan menundukan kepala nya sebagai rasa hormat nya,kemudian dia menaiki tangga yang sudah dinaiki lebih dulu oleh Barry.
Barry berhenti tepat di depan pintu berwarna putih,membuat Rara dengan sigap membuka pintu itu dan Barry berjalan masuk kedalam. Merebahkan tubuh barry kecil di tempat tidur berukuran king size,,membuat Rara merasa tidak enak.
"pak,sebaiknya disini saja. Nanti sprai nya kotor kena darah nya " ucap Rara, dia menatap ke arah kaki anak nya .
Barry tidak menghiraukan ucapan Rara,dia bergegas membuka perban dikaki barry kecil dengan perlahan. Terlihat barry kecil meringis menahan sakit,dia memejamkan mata nya. Rara mendekati nya dan duduk dibawah tempat tidur yang berada dikepala anak nya,memegang tangan anak nya . Memberikan semangat agar tidak terasa begitu sakit.
"tahan ya....anak laki-laki harus kuat,kan tadi kamu bilang mau melindungi mama jadi masak karena sakit begini saja sudah menangis " ucap Barry dengan tegas
Barry kecil mengangguk,dia menghapus air mata di sudut bibir nya yang keluar tiba-tiba. Kemudian dia tersenyum membuat dokter barry ikut tersenyum,dia tidak tau apa yang sudah dilalui oleh anak kecil didepan nya ini. Tapi rasa sayang terhadap ibu nya membuat anak ini menjadi kuat,dia semakin penasaran dengan ibu dan anak didepan nya ini.
Tak lama wanita paruh baya yang dipanggil bik oleh Barry datang dengan membawa tas dan kotak yang cukup besar,dia mengambil kotak itu dan memberikan nya didekat dokter barry .
__ADS_1
"terima kasih bik" ucap Rara sambil tersenyum tulus
"sama-sama non" jawab wanita paruh baya itu
Barry membersihkan luka jahitan di kaki barry kecil yang sudah terbuka setengah, luka nya cukup panjang. Dokter barry kembali menyuntikkan obat bius dan menjahit ulang luka itu,sehingga sudah rapi kembali. Kemudian dia membersihkan bekas luka nya dan kembali memperban nya, terlihat barry kecil sudah tertidur karena memang hari sudah cukup malam.
"Terima kasih pak,saya akan membawa Barry pulang " ucap Rara,dia mengambil ponselnya yang berada didalam tas nya kemudian dia mulai memesan taksi online tapi ponsel nya langsung ditarik oleh Barry
"kau harus membayar nya" ucap Dokter barry dengan tegas,tatapan nya terkunci di mata bulat besar milik Rara.
"hah? apa? ah....iya ,katakan berapa biaya nya pak ?" tanya Rara yang merasa bingung tapi kemudian dia sadar kalau memang tidak ada yang gratis didunia ini,apalagi mereka baru saja bertemu
"siapa nama mu dan nama mendiang suami mu?" tanya Barry yang sudah duduk di sofa
"Aku hanya ingin tau saja,aku ngak mau uang ku melayang. Jadi aku bisa meminta pada suami mu jika kau ingkar" jawab barry
"oh....aku Rara,suami ku sudah meninggal karena tugas. Tapi anda ngak usah khawatir pak,karena aku yang akan membayar semua nya " jelas Rara dengan tegas
cekrek
Barry mengambil foto Rara dengan ponsel nya membuat Rara merasa bingung juga kesal,dia menatap ke arah barry dengan tatapan marah.
"Aku hanya mengambil bukti,jika kau ingkar. Hhmmm....di rumah sakit mana barry kecil di obati kemarin ?" ucap Dokter barry dengan tatapan tenang
__ADS_1
"anda seperti petugas sensus saja,menanyakan hal yang ngak perlu dilakukan " jawab Rara dengan ketus
"Kau tau,jahitan dikaki anak mu itu tidak rapi. Aku hanya ingin tau rumah sakit mana yang melakukan pekerjaan seperti ini,kita bisa menuntut nya dan meminta uang mu kembali " jelas barry
Memang benar kalau jahitan dikaki barry kecil sebelum nya tidak rapi,seperti bukan dokter yang melakukannya. Tapi lagi-lagi semua nya benar,saat itu Rara tidak memiliki uang. Anak tetangga nya yang memang ngak suka sama barry menabrak barry dengan sepeda nya,padahal anak itu lebih besar dari nya.
Keluarga nya malah menyalahkan barry karena main nya tidak hati-hati,mungkin karena barry ngak punya ayah jadi selalu di bully oleh mereka dan ngak akan ada yang membela nya . Jadi Rara hanya bisa memanggil teman nya yang berada di apartemen yang sama yang merupakan perawat dirumah sakit besar dan cukup terkenal.
Teman yang baru dia kenal dan memang baru bekerja disana hanya sebagai pembantu saja,itu pun awalnya temannya itu tidak berani melakukannya dan menyuruh Rara untuk pergi kerumah sakit tempat nya bekerja. Tapi karena memang saat itu Rara tidak punya uang sama sekali,sehingga meminta temannya itu menjahit nya sebisa mungkin.
Karena paksaan dari Rara, teman nya itu mau dan Rara membeli semua bahan yang diminta oleh nya sehingga jahitan itu terjadi begitu saja. Lumayan lah untuk menutupi luka dikaki barry,begitu saja lebih dulu. Rencana nya besok Rara akan mengobati nya besok,karena besok adalah jadwal gajian bulanan nya.
"Kenapa diam? apa ada yang salah dari pertanyaan ku?" tanya barry yang bingung melihat wajah Rara yang terkejut
"ngak usah pak,teman saya yang melakukan nya jadi tidak perlu menuntut nya karena memang aku yang memaksanya untuk mengobati anak ku" ucap Rara dengan pelan
Rara merasa hidup ini ngak adil,selalu dia yang tersakiti dan direndahkan oleh keluarga mendiang suami nya. Padahal semua nya sudah dia berikan pada mereka,tapi jika bertemu dijalan . Pasti mereka akan menghina Rara juga anak nya, mengatakan kalau barry merupakan anak haram .
Rara tidak bisa mengatakan apa pun,dia hanya bisa diam dan menangis tanpa barry tau. Padahal selama ini barry tau,hanya saja dia diam juga karena dia tidak ingin mama nya semakin sedih .
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1