My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
kemarahan barry


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Barry menatap tak percaya pada wanita didepan nya ini,tangan nya terasa gatal dan ingin menampar wanita itu tapi hal itu tidak mungkin dia lakukan . Dia tidak ingin mengotori tangan nya dengan itu,tatapan mata nya tajam menatap ke arah mama nya rayan.


"jadi ?kalau mereka bukan anak dan istri ku,kau bebas melakukan hal itu pada nya hah?" bentak barry dengan keras nya, dia juga menggebrak meja dengan tangan nya .


Mama rayan terkejut,dia merasa takut saat ini. Papa rayan tidak bisa melakukan apa pun,dia sudah pasrah dengan semua nya . Begitu juga dengan tommy,mereka hanya menyaksikan semua kemarahan barry,tommy sudah bisa mengerti akan hal itu. Dia juga akan melakukan hal yang sama jika ada yang mengganggu anak dan istri nya, dia tidak akan tinggal diam.


"Rara....tolong bantu kami,kasihan anakku jika nanti perusahaan kami bangkrut. Aku akan melakukan apa pun agar kau memaafkan kami dan tidak melaporkan kami nanti nya " ucap mama rayan dengan kedua tangannya menyatu didepan dada nya, dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya .


Mama rayan memohon pada Rara,karena dia tau akibat dari semua nya . Jika barry melaporkan hal ini ,maka bukan hanya nama baik mereka yang tercemar tapi perusahaan mereka juga akan terancam bangkrut karena pasti nya ngak akan ada orang yang mau bekerja sama dengan mereka karena berita ini.


Rara yang masih terkejut langsung tersadar,dia merasa sangat bingung. sekarang. Dia hanya ingin membuat barry membela nya tapi bukan melaporkan mereka pada pihak berwajib,dia tidak mau dianggap tidak berperasaan. Malah akan dibenci oleh orang lain karena sudah membuat barry marah dan melaporkan mereka,dia ngak mau hal ini terjadi.


"mas.....restauran ini milikku sekarang kan ? dan aku bisa melakukan apa pun kan?" tanya Rara yang sudah berubah lembut,membuat barry mengernyitkan dahi nya menatap ke arah istri nya itu.


"ya....ini milik mu ,apa pun yang kau mau. Lakukan lah" jawab barry yang kini sudah bersikap lembut juga ,membuat semua yang ada disana tercengang.

__ADS_1


"kalau begitu tidak usah melaporkan mereka,biarkan saja tapi aku ingin mereka pergi dari restauran milikku. Aku sudah melupakannya, aku harap mereka akan menghindari ku jika nanti bertemu dengan ku lagi " jelas Rara dengan tegas


Mama rayan merasa sedikit tenang,tapi hanya sebentar karena barry menatap ke arah nya dengan tajam dan marah. Membuat mama rayan menunduk karena takut,dia juga tau kalau sampai rumah nanti pasti nya dia akan di marahi habis-habisan oleh suaminya .


"aku tetap akan menuntut nya,aku ngak akan memberikan pelajaran pada orang yang menyakiti kesayangan ku. Aku ngak mau hal itu terjadi ,aku tetap akan melaporkan nya " ucap Barry dengan tegas


Rara memutar mata nya dengan malas,dia tidak suka mencari kesempatan seperti ini. Dari dulu mereka sudah dihina dan direndahkan,dia sudah terbiasa dan tidak ingin membuat masalah menjadi panjang apalagi pasti nya akan menjadi gosip terhangat dan terkini untuk para wanita yang memang suka bergosip


"terserah kau saja ,aku capek . Aku mau pulang" ucap Rara dengan kesal,suara nya sudah kembali ke awal. Ketus dan tidak perduli,Rara ingin berdiri dan meninggalkan mereka tapi tubuh nya dipeluk oleh Barry dengan erat


"aku mencintai mu,aku akan mengikuti apa mau mu. Tapi apa kau tidak ingin menuntut mereka sayang,mereka sudah membuat mu malu " ucap Barry yang masih memeluk istri nya,walaupun baru beberapa hari bertemu dan menikah dengan Rara. Barry bisa membaca sikap dan keinginan istri nya ini,dia tau saat ini Rara marah karena nya gara-gara keluarga rayan.


"baiklah,terserah pada mu. Tapi jika setelah ini ada lagi yang mengganggu dan melakukan hal ini lagi,jangan larang aku jika aku akan melakukan hal lebih mengerikan pada mu . Aku akan membunuh mereka dengan tangan ku,kau harus janji kau tidak akan menghentikan ku" ucap Barry dengan rahang yang sudah mengeras.


"baiklah....baiklah suami ku,aku berjanji" jawab Rara dengan tersenyum lembut.


"aku mencintai mu " ucap Rara dengan pelan,kemudian mencium bibir barry dengan cepat .

__ADS_1


Rara tersadar kalau mereka masih ditonton banyak orang,dia merasa malu tapi dia juga harus pergi dari sana. Mereka ngak mau terus jadi bahan tontonan,makanya mereka memilih untuk pulang .


"dok....bagaimana dengan kami ?" tanya papa rayan yang sudah menatap ke arah keluarga kecil yang terlihat bahagia itu,mereka terlihat ingin pergi meninggalkan restauran.


Barry berbalik,dia menatap tajam pada kedua nya secara bergantian. Ingin sekali dia memberikan pelajaran, tapi tetap saja dia harus memikirkan ucapan istri nya. Dengan barry kecil yang sudah dia gendong,dia menatap lurus pada papa rayan


"Kalian pasti sudah mendengar ucapan istri ku kan,jadi lakukan lah " jawab barry yang langsung berjalan menggandeng tangan Rara


"terima kasih bu dokter ,terima kasih " ucap papa rayan dengan cukup keras,dia menghela nafas nya dengan kasar. Hampir saja semua aset yang selama ini dia dapatkan hilang begitu saja.


Setelah kejadian di restauran itu,bukan berarti keluarga rayan bisa hidup bahagia. Mereka mendapatkan penghinaan dan direndahkan oleh keluarga juga teman-temannya . Terutama mama nya rayan ,karena sebagian dari pengunjung restauran sudah merekam dan menyebarkan nya di media sosial milik mereka.


Semua nya jadi tau bagaimana sombong dan angkuh nya mama nya rayan,karena selama ini mama rayan selalu bersikap baik dan sopan . Ramah dan anggun pada semua orang, semau kegiatan sosialita nya. Sehingga mereka berpikir kalau mama nya rayan memang sangat lembut ,tapi setelah video nya tersebar. Membuat semua orang sadar kalau mama rayan hanya bersikap baik pada orang tertentu saja.


Perusahaan mereka tetap berjalan baik,karena papa rayan yang memang terkenal baik dan ngak suka ikut campur urusan orang lain. Mereka yang bekerja sama dengan perusahaan papa nya rayan ,menganggap kalau papa nya rayan memang tegas dalam keluarga maupun perusahaan seperti biasa nya jadi walaupun berita ketidak bermoral nya istri nya tetap membuat mereka bekerja sama dengan papa nya rayan.


Mama rayan memilih dirumah saja karena malu,dia tidak ingin mendapatkan gunjingan dari tetangga juga para ibu sosialita nya . Sedangkan rayan,dia mendapatkan ejekan dari teman-temannya seperti yang dilakukan nya dulu. Dia dijauhi oleh teman nya yang lain,yang biasa ikut menghina barry .

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2