My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
segera menikahinya


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Pagi nya,Bagas bangun dan membersihkan tubuh nya. Dia langsung menuju ruang makan,disana sudah ada kedua orang tua nya dan sang kakek. Mereka bersama-sama duduk menunggu para pelayan dan koki menyiapkan sarapan nya,Bagas akan kembali ke ruang kerja nya dulu sewaktu dia tinggal disana.


Bagas akan mengerjakan tugas nya lebih dulu disana sebelum dia berangkat melamar utari siang ini,dia tidak tau kapan mereka akan pergi melamar utari tapi yang terpenting hari ini .


"siang ini,saat makan siang kita akan kesana. Siapa saja yang berada dirumah nya ?atau yang akan dia undang nanti saat acara lamaran gas?" tanya camelia dengan semangat.


"Ngak tau ma,nanti aku tanya in ke utari " jawab Bagas sambil menyantap sarapan nya.


"berikan nomor utari,biar mama yang telpon langsung . Karena mama yakin kamu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan kan " ucap camelia dengan tersenyum lembut


"ngak....nanti mama malah menyuruh nya untuk meninggalkan aku " tolak Bagas dengan cepat,dia ngak mau mama nya menyuruh Utari pergi dan memberikan uang yang banyak pada Utari agar utari meninggalkan nya


"hah....kau bicara apa sih gas,mana mungkin mama menyuruh nya pergi. Mama ingin tanya berapa orang disana yang menyambut kita?mama mau nyiapin makanan nya, kita bawa makanan sendiri. Mama ngak mau Utari repot mengenai hal ini" jelas camelia sambil menghela nafas nya dengan kasar.


Camelia tidak percaΓ½a jika anak nya bisa berpikiran buruk pada nya Seperti ini,tapi camelia senang karena Bagas benar-benar menyukai calon istri nya saat ini . Bukan seperti dulu yang dia jodohkan dan Bagas menerima nya begitu saja, padahal camelia tau kalau Bagas tidak mencintai mereka.


"nanti aku kabari mama,aku ngak mau dia berhubungan dengan mama sebelum lamaran " ucap Bagas dan langsung berjalan menuju ruangan kerja miliknya yang berada disamping kamar nya,karena dia sudah selesai sarapan.


"oh ya ampun Bagas, kamu itu bagaimana sih? Bisa-bisa nya berpikiran yang tidak-tidak seperti ini,aduh....pusing kepala ku" gumam camelia sambil memijat pangkal hidung nya


"biarkan dia seperti itu,dia hanya ingin melindungi wanita nya " ucap papa bagas dengan tenang

__ADS_1


Setelah sarapan,Bagas segera menghubungi utari saat dia baru masuk kedalam kamar nya . Dia akan menanyakan apa yang ditanyakan oleh mama nya,dia berpikir siapa yang akan di undang oleh Utari dalam lamaran nanti karena keluarga saja dia tidak punya sama sekali.


Tut...tut...


Terdengar suara nada panggil di ponselnya tapi tak juga dijawab oleh Utari,Bagas kembali merasa khawatir. Entah kenapa sekarang dia ingin sekali terus dekat dengan Utari. Wanita itu sudah membuat nya tidak bisa lagi jauh dari nya, apalagi dia selalu memikirkan nya juga.


Bagas sudah merasa kesal juga khawatir,sudah dua kali dia memanggil nomor ponsel utari tapi wanita itu tidak juga kunjung mengangkat panggilan nya hingga saat panggilan ketiga nya baru lah utari mengangkat nya.


"hhmmm...." jawab Utari dengan gumaman nya .


Begitu saja Bagas sudah merasa senang,ingin sekali dia memeluk dan menciumi utari saat ini tapi dia harus benar-benar menahan nya. Dia yakin jika Utari masih tidur saat ini,karena dia pasti nya tidak menyadari kalau Bagas yang sudah menelpon nya.


"kamu masih tidur ?Aku akan kesana sekarang " ucap Bagas dengan santai,seandainya saja dia ada kunci rumah kontrakan milik Utari. Mungkin dia akan pergi kesana segera dan ikut tidur sambil memeluk tubuh Utari yang kecil dan berisi.


"Aku mencintaimu.....selamat pagi sayang " sapa Bagas dengan ucapan yang tak pernah dia ucapkan pada wanita lainnya .


Tidak ada wanita yang bisa membuat nya merasa tersenyum bahkan tertawa selain utari,apalagi utari bisa masuk begitu saja kedalam hati dan pikiran nya.


Begitu banyak wanita yang ingin bersama dengan Bagas tapi pria itu tidak pernah tertarik pada wanita mana pun,bahkan ketiga istri nya. Dia hanya melakukan tugas nya sebagai seorang suami,jika mereka tidak lebih dulu berinisiatif untuk menyentuh Bagas maka Bagas tidak akan melakukan kontak fisik pada nya.


Mereka lebih dulu menceraikan Bagas karena permintaan keluarga mereka ,bukan karena keinginan mereka sendiri. Sebenarnya mereka ngak begitu perduli dengan keturunan ,menjadi istri dari Bagas merupakan hal yang sangat diinginkan oleh semua wanita .


"hah?Pak,kau mengganggu saja. Aku masih ngantuk, lagi pula ini masih pagi " ucap utari dengan nada kesal nya

__ADS_1


"oya?Aku saja sudah sarapan, apa karena ini hari libur hhmm...makanya kau masih tiduran " jawab Bagas dengan kekehan kecil,dia suka membuat Utari marah dan kesal.


Wajah utari terlihat menggemaskan bila sedang kesal ,ingin sekali dia menciumi wanita itu berlama-lama tapi hal itu belum bisa dia lakukan begitu saja karena utari tidak seperti wanita lainnya yang menginginkannya .


"seperti nya aku bakal meminta kunci rumah kontrakan mu" ucap Bagas dengan penuh ancaman


"oh ya ampun Bagas, kau membuat tidur ku tak nyaman " bentak Utari dengan cukup keras yang membuat Bagas langsung tertawa.


Panggilan telpon nya dia alihkan pada video,membuat utari semakin kesal. Dia enggan melihat wajah tampan pria itu pagi ini,tadi malam utari tidak bisa tidur dengan cepat karena memikirkan mengenai lamaran hari ini . Apalagi Bagas mengatakan kalau keluarga nya akan datang ,ikut melamar nya sehingga membuat nya bangun kesiangan.


"mau apa lagi?kenapa harus video call hah" teriak Utari,dia baru saja bangun dan pasti nya masih acak-acakan baik wajah Atau pun rambut nya.


"Video call,aku mau melihat wajah istri ku bangun tidur" jawab Bagas dengan santai


"nanti setelah kita menikah " jawab Utari yang kini sudah duduk,dia tidak bisa lagi tidur karena suara Bagas yang dia dengar cempreng.


"Berarti aku memang benar-benar harus meminta kunci kontrakan mu,agar aku bisa tidur dengan mu dan melihat wajah bangun tidur mu setiap hari " ancam Bagas dengan senyuman manis dibibir nya karena saat ini utari sudah mengalihkan panggilan nya ke video call


Terlihat wajah cemberut utari dilayar ponsel nya, dia tersenyum dengan puas. Wajah utari yang alami,rambut nya yang acak-acakan membuat nya ingin sekali menerkam wanita itu jika saja utari berada didepannya saat ini.


Wajah bangun tidur utari membangkitkan hasrat dan gairah nya yang terpendam didalam dirinya,dia benar-benar ngak bisa menahan lama lagi. Dia harus segera menikahi Utari dalam waktu dekat ini,bila perlu besok.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2