
☘☘☘☘☘☘☘☘
Mama nya teman barry pun tersenyum,dia suka dengan anak nya yang dia anggap pintar. Dia menganggukan kepala nya dengan cepat, kemudian tersenyum menatap ke arah suami nya yang masih berdiri disamping nya.
"pa.....benar kata rayan,kita bayarin mereka saja. Mama rasa mereka ngak bisa bayar,papa tau sendiri makanan disini itu cukup mahal untuk mereka. Mungkin suami nya sedang menemui pemilik restauran untuk melakukan kas bon pada mereka" ucap mama rayan itu
Mata rayan menatap ke arah barry yang masih menangis,kemudian beralih pada mainan yang didekat teman nya itu. Mata rayan membulat sempurna, dia terkejut melihat mainan yang dia ingin kan ada di samping bangku milik barry.
Mainan itu sudah lama diinginkan oleh rayan, tapi mama nya tidak bisa membelikan nya karena mainan itu cukup mahal . Lagi pula uang nya bisa di pergunakan untuk yang lainnya, dia ngak mau membelikan mainan yang menurutnya hanya menghabiskan uang saja. Rasa nya ngak pantas anak-anak memiliki mainan seharga jutaan seperti itu ,begitu lah menurut nya.
"ma....mereka Bukan cuma penipu tapi pencuri,lihat itu " ucap rayan sambil menunjuk ke arah mainan yang ada di samping barry.
Rara terkejut,dia melihat arah pandang mata rayan yang berada disamping barry. Kemudian dia menghela nafas nya dengan kasar,tadi nya Rara melarang papa barry untuk membelikan mainan itu karena harga nya yang mahal tapi papa nya barry malah mengatakan kalau mainan itu ngak mahal dan langsung membayar nya begitu saja.
Kini mereka malah di katakan pencuri oleh rayan ,membuat Rara hanya bisa memejamkan mata nya. Dia melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Barry tadi,mencari keberadaan suaminya tapi suami nya itu benar-benar tidak terlihat. Dia jadi berpikir kalau suami nya itu apa benar menemui pemilik restauran dan meminta kas bon karena ngak sanggup bayar
"ya....kau benar rayan,pa....kamu kan kenal dengan pemilik restauran ini,kamu panggil saja pemilik nya . Biar mereka diusir dari sini " ucap mama nya rayan dengan tegas,dia merasa senang melihat wajah Rara yang khawatir.
Rara memang khawatir tapi bukan karena mereka bersalah ,tapi karena pikiran nya yang sudah terkontaminasi oleh pikiran mama nya rayan. Dia jadi merasa bingung ,karena dia sudah tak tahan berada disana lagi. Dia ingin pergi,mata semua pengunjung sudah terarah pada mainan dan mereka.
__ADS_1
Kali ini Papa nya rayan setuju dengan istri nya, dia menghubungi pemilik restauran yang merupakan teman nya saat sekolah dulu. Dia ingin segera mengambil keputusan dengan semua nya, anak dan istri nya sudah diajak tidak ikut campur untuk urusan orang lain tapi kali ini dia setuju karena melihat mainan yang cukup mahal itu berada pada mereka.
Semua mata masih menatap ke arah Rara dan Barry,tapi mereka tidak perduli . Mereka malah memesan ice cream lagi dan memakan nya dengan santai membuat rayan dan mama nya merasa semakin kesal,tapi tak lama mereka tersenyum senang melihat teman papa nya rayan yang mereka kenal adalah pemilik restauran sudah berjalan mendekati mereka.
"nah....Kalian ngak akan bisa lagi mengelak,kalian pasti akan diusir dari sini " ucap mama rayan dengan percaya diri nya karena dia tau bagaimana restauran itu selama ini,restauran yang ngak sembarang orang bisa masuk dan makan disana.
Rara dan Barry menatap ke arah pandangan mata mama nya rayan,bukan nya takut . Mereka malah ikut tersenyum senang membuat rayan dan mama nya merasa bingung ,mereka melihat kedatangan papa barry dengan seorang pria yang tampak tampan juga disamping barry.
"hai pak tommy, akhirnya anda datang juga. Ini nih si pembuat keributan, mereka bukan hanya pencuri tapi mereka juga pasti nya ngak akan sanggup membayar semua makanan ini " ucap mama rayan dengan semangat,dia tersenyum senang memikirkan kalau Rara dan Barry akan diusir dan dipermalukan.
Pria yang dipanggil tommy langsung mengernyitkan dahi nya, begitu juga dengan Barry yang masih menunggu ucapan mama nya rayan. Sedangkan papa nya rayan menatap ke arah barry ,dia mengenali siapa barry.
Ternyata barry bukan hanya memiliki rumah sakit besar tapi dia juga menanamkan saham di perusahaan milik papa nya Bagas dan aldi,dia malas mengurusi perusahaan sendiri sehingga dia memilih menginvestasikan sebagian harta nya yang nanti nya akan dia waris kan untuk anak nya .
"ya? Maaf, anda siapa ?" tanya barry sambil menyambut uluran tangan papa nya rayan.
"Dia teman ku saat sekolah dulu,dia juga memiliki kerja sama dengan perusahaan papa nya Bagas " jelas tommy ,membuat papa nya rayan menganggukan kepala nya .
"hanya perusahaan kecil,tidak sebanding dengan investasi yang anda lakukan di sana pak . Saya menghadiri pesta pernikahan anda kemarin" jawab papa rayan dengan semangat nya
__ADS_1
Siapa yang tidak senang mengenal barry,semua orang ingin dekat dengan nya karena memang ngak sembarang orang yang bisa dekat dengan nya. Barry memang terbilang ramah dan sopan jika bisa mendekati nya juga ngak sembarangan orang bisa mendapatkan pemeriksaan dari nya ,dia dokter yang sangat mahal dan susah untuk ditemui.
"oh....terima kasih,saya datang dengan istri dan anak saya " jawab barry dengan ramah
"anak? jadi benar anda menikahi seorang janda dok?" tanya mama rayan yang merasa sedikit penasaran,kemarin dia sakit makanya ngak bisa menghadiri pesta pernikahan barry.
"ya....dia wanita pertama dan terakhir yang akan ada dihidup ku,anak nya juga akan menjadi anak ku dan penerus ku nanti jika dia mau " jelas barry dengan tatapan penuh kasih pada Rara dan Barry kecil secara bergantian, senyuman nya juga sangat lebar .
"ada apa ini ?" tanya tommy yang dari tadi melihat kedua orang tua rayan berdiri didepan meja yang dia tau milik barry.
"ah iya,hampir lupa. Wanita ini dan anak nya membuat keributan ,anda harus mengusir nya " ucap mama nya rayan dengan tegas dan percaya dirinya.
"keributan ?" tanya barry sambil mengernyit kan dahi nya, dia menatap ke arah Rara yang hanya diam saja dan tidak perduli
"ya....seperti yang saya bilang tadi,dia dan anak nya adalah penipu. Mainan itu sangat mahal dan mereka pasti ngak bisa membeli nya karena saya tau bagaimana kemampuan uang mereka selama ini " jelas mama rayan dengan nada angkuh nya .
Barry masih menatap ke arah Rara,seolah dia meminta penjelasan tapi Rara sama sekali ngak perduli. Malahan terlihat jelas diwajah nya kalau dia sedang kesal dan marah, membuat barry takut.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘