
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Barry tersenyum kecil,dia menatap wajah Rara yang sudah memerah karena malu. Barry mendekatkan wajah nya kembali ke bagian leher Rara,kemudian dia mengecup nya dan berucap.
"kita bercinta dikamar utama,please " bisik barry dengan tatapan mata nya yang memohon.
"hah....tapi aku takut hamil,aku baru saja menstruasi " ucap Rara dengan wajah memerah nya ,dia memang ingin merasakan nya lagi tapi mana mungkin dia meminta nya pada Barry yang bukan suami nya. Apalagi mereka baru kenal,Rara merasa takut akan hal itu.
"Memang itu yang aku ingin kan,kau harus hamil dan menerima ku menjadi suami mu. Kita menikah minggu depan " jawab Barry dengan santai,kemudian dia bangkit dari atas tubuh Rara membuat Rara merasa kehilangan.
Rara seperti ngak rela melihat barry bangkit dari tubuh nya,Dia ingin melakukan hal yang lebih lagi. bercinta dia juga mau. Sudah lama sekali dia tidak melakukan nya,tapi dia malu untuk mengakui nya.
Rara menghela nafas nya dengan kasar tapi dia hampir menjerit saat tubuh nya diangkat dan digendong oleh Barry,kedua tangan nya langsung melingkar dibelakang leher barry dengan cepat . Wajah nya sudah berada di dada bidang milik barry,dia merasa terkejut dan jantung nya berdebar tak menentu.
Barry tanpa perduli tanggapan dari Rara,dia melenggang membawa Rara kedalam kamar utama. Barry ngak mau nanti nya saat dia bercinta, barry kecil terbangun dan membuat nya pusing .
Setelah sampai di dalam kamar utama,barry meletakan tubuh Rara diatas tempat tidur dengan perlahan. Tatapan mata mereka bertemu ,saling mengunci dengan penuh perhatian . Dia juga sudah berada diatas tubuh Rara, membelai lembut rahang kecil milik Rara dan mengecup nya.
"aku ngak pernah bercinta ,untuk berdekatan dengan wanita saja aku ngak sempat, jadi....kau bisa mengajarkan ku kan?" ucap Barry dengan tatapan penuh cinta
Rara hanya terdiam,bagaimana mungkin dia mengajarkan pria. Apalagi pria yang dihadapan nya ini,rasa nya sedikit lucu mengajarkan pria tua mengenai bercinta. Tapi kemudian dia membuatkan mata nya dengan lebar,menatap ke arah bola mata milik Barry.
__ADS_1
"kau hhmm benar-benar belum pernah bercinta ?" tanya Rara dengan nada penasaran ,barry menganggukan kepala nya membuat wajah barry terlihat menggemaskan.
"kau polos sekali,aku suka " ucap Rara sambil mengecup kening barry dengan lembut .
Dengan penuh tenaga,Rara membalikan tubuh mereka sehingga Barry berada diatas nya. Dia menatap wajah barry yang terkejut karena dia yang kini diatas,sikap riang dan lembut milik Rara membuat nya menjadi berani .
Rara terkekeh pelan,dia menatap wajah barry yang terlihat lucu. Bahkan wajah barry sudah memerah, Rara semakin yakin jika barry memang benar-benar belum melakukannya .
"jadi apa ini sudah berkarat ?" tanya Rara sambil tertawa kecil,dia sudah memegang batangan milik barry yang terasa berdiri.
Barry memalingkan wajah nya ,baru kali ini dia diperlakukan begini oleh wanita. Biasa nya jika operasi,dia lah yang banyak menyentuh bagian sensitif milik pasien nya tapi kini berbeda.
Jantung barry berdebar tak menentu saat merasakan tangan milik Rara sudah mulai menelusup kedalam celana miliknya,dia merasa bingung dan gugup . Perlahan Rara mendekatkan wajah nya ke bawah,ke bagian pusat inti milik barry.
Rara sudah mengeluarkan batangan milik barry dan menghirup aroma kejantanan dari sana, dia memejamkan mata nya sebentar dan memperhatikan wajah barry yang terlihat gugup tapi ingin. Rara terkekeh pelan,kemudian menjilati batangan milik barry seperti es cream.
Ada sensasi yang berbeda dari Barry,dia menikmati apa yang dilakukan oleh Rara. Mata nya tak lepas menatap Rara yang kini mulai memasukan miliknya dan mengulum nya, menghisap dan menyesap hingga batangan milik nya semakin berdiri dengan gagah nya .
Sesaat barry menahan nafas,rasa yang begitu luar biasa yang pernah dia lakukan selama ini. Perasaan yang begitu tenang tapi masih seperti sesak karena masih merasa nanggung,ibarat makan baru sedikit belum lagi kenyang .
Setelah beberapa menit bermain di batangan milik barry ,Rara mulai mengangkat kepala nya dan menatap ke arah barry dengan tatapan sayu nya . Dia ingin lebih lagi,tapi dia ngak mau memulai lebih dulu . Rara ingin barry lah yang meminta nya, dia ingin membuat barry berada di bawah nya.
__ADS_1
"Hhmm....Apa enak?" tanya Rara sambil tangan nya terus memijat milik barry ,mata Rara menatap wajah barry yang menikmati nya.
Seolah tak sadar,barry menganggukan kepala nya. Rasa yang diberikan oleh Rara memang sangat nikmat sekali,baru kali ini dia merasakan nya. Barry jadi menyesal karena baru mengenal wanita saat ini,saat usia nya sudah hampir mencapai empat puluh tahun.
"kau ingin lebih nikmat dari ini ?aku bisa memberikan nya " ucap Rara dengan nada manja nya, dia kembali menatap mata barry.
Seakan terhipnotis, lagi-lagi barry menganggukan kepala nya . Dia memang ingin lebih lagi,seperti nya sesuatu yang penting belum keluar dalam diri nya. Dia seolah tak percaya dengan apa yang terjadi ,tapi tubuh nya masih sedikit melayang .
"Minta lah,aku akan memberikan nya hhmmm "ucap Rara lagi,dia ingin barry yang meminta nya lebih dulu.
"Ya....please,berikan pada ku " jawab barry,dia seakan masih dalam pengaruh Rara.
Senyuman mengembang dibibir Rara,dia membuka dress miliknya membuat barry melotot ke arah nya . Memperhatikan lekukan tubuh Rara yang mulus dan terawat,kenyal dan sangat menggoda. Tangan barry mulai terangkat dan menempel di dada nya ,kemudian dia mulai terbawa naluri kelakian nya.
Rara melenguh saat tangan barry bermain di dada nya ,dia bahkan membuka pengait belakang bra nya agar memudahkan barry untuk menjamah nya . Rara mendekatkan pucuk merah jambu miliknya ke wajah Barry dan mengarahkan nya ke mulut barry yang sudah siap terbuka ,barry menghisap dan mengulum nya seperti bayi yang kehausan.
Rara menikmati nya, dengan gerakan perlahan dan tanpa barry sadari. Rara mengarahkan batangan milik barry yang berdiri tegak ke bagian sensitif nya yang masih tertutup,,Rara menyibakan sedikit segitiga bermuda milik nya hingga batangan milik barry sudah masuk setengah di dalam miliknya.
Barry memejamkan mata nya sambil menikmati milik nya melesat kedalam milik Rara,Rara mulai menekan miliknya yang terasa agak sempit. Mungkin karena sudah cukup lama dia tidak bercinta makanya miliknya sedikit sempit,dia menekan dan mulai menggerakan pinggul nya sedikit demi sedikit hingga akhirnya masuk seutuh nya .
Rara menarik turun kan pinggulnya dengan pelan,dia mencoba merasakan nikmat dunia yang sudah lama tidak dia rasakan setelah kepergian suami nya. Begitu juga dengan Barry,dia merasakan nikmat yang luar biasa. Ini pertama kali nya barry merasakan nikmat dunia,hingga dia terbuai dan mencapai puncak lebih awal untuk pertama kali nya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘