
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Kedua orang tua vero memperhatikan interaksi kedua orang tua aldi dan Farid,mereka tidak menyangka kalau selama ini farid benar-benar dianggap anak oleh mereka. Bahkan jika orang lain yang tidak tau kalau farid adalah anak angkat mereka ,maka mereka akan berpikir kalau farid memang anak kandung kedua orang tua aldi.
"Eekhm....maafkan saya,sebenar nya farid ngak salah. Semua karena kesalahan kami,tapi kami senang karena farid mau bertanggung jawab pada putri kami " ucap papa vero dengan pelan,dia sebenar nya tidak ingin menceritakan semua nya karena dia merasa malu harus mengakui kesalahan nya .
Tapi dia harus menceritakan semua nya tanpa ada yang ditutupi, jika memang keluarga angkat farid tidak mau menerima nya. Mereka juga ngak masalah veronica tidak menikah dan memiliki anak,karena mereka sanggup membesarkan anak Vero sendiri tanpa ayah nya.
Papa Vero ingin menceritakan semua nya tapi farid memotong nya dan menggelengkan kepala nya dengan cepat,dia tidak mau mengungkit masalah Rafael. Bagi nya ini semua adalah takdir,Vero memang merupakan jodoh nya.
"Pa.....seperti nya kita ngak usah bahas mengenai yang tadi,kita tetap kan saja tanggal pernikahan nya . Lebih cepat lebih baik " potong farid sambil menggelengkan kepala nya dengan pelan.
"kita akan jadi keluarga,papa ngak mau nanti nya kedua orang tua mu mengetahui hal ini dari orang lain. Kalau iya mereka memberitahu yang sebenar nya dan tidak melebih-lebihkan,tapi jika mereka menyampaikan berita yang salah maka kami yang merasa malu" ucap papa vero dengan tegas.
Farid ngak pernah memikirkan hal itu,dia hanya ingin hidup bahagia dengan Vero tanpa ada masa lalu yang tak penting bagi mereka. Tapi benar ucapan papa vero,keluarga nya harus tau apa yang terjadi.
"sebenarnya ada apa ?berita apa?mengenai apa? apa farid sudah melakukan kesalahan yang fatal? " tanya papa aldi dengan penasaran, dia menatap ke arah Farid dengan tajam
"bila putra kami bersalah,maka kami ngak masalah jika bapak dan ibu nya Vero ingin menghukumnya . " ucap mama aldi dengan tegas.
__ADS_1
"Tidak bu,Farid sudah menolong putri kami dari pria yang ternyata hanya ingin memanfaatkan harta kami saja. Pria itu tadi nya ingin kami jodohkan dengan Vero karena Vero yang masih belum memiliki kekasih diusia nya saat ini,tapi ternyata pria itu memiliki rencana yang licik " jelas mama Vero dengan wajah nya yang sedih .
"Putra anda benar-benar putra yang baik,dia tidak pernah berniat menggoda atau menodai kesucian Vero . Dia terpaksa melakukan nya karena Vero dijebak oleh pria itu " jelas papa vero lagi.
Kemudian kedua orang tua vero menceritakan semua nya , bahkan mereka menunjukan rekaman suara rafael yang dikirimkan oleh farid . Papa Vero juga mengatakan kalau dia sudah memutuskan hubungan dengan keluarga rafael, baik hubungan kerja atau perjodohan.
"Maaf kan mama nak,mama pikir kamu seperti adik mu ini" ucap mama aldi dengan penuh rasa bersalah
Farid hanya tertawa kecil dan kembali memeluk tubuh wanita paruh baya yang sudah memberikan kasih sayang seorang ibu pada nya ,wanita itu lah yang pertama kali menganggap farid sebagai anak nya saat farid pertama kali datang kerumah mereka.
"mama ngak salah kok,kenapa harus minta maaf. Harus nya aku yang menjelaskan semua nya " jawab Farid dengan lembut.
"haaaaiiis, kenapa jadi aku saja yang disalah saat ini sih ?" tanya aldi dengan kesal
"pa.....itu kan dulu,sekarang aku benar-benar sayang sama maya . Aku bahkan ngak bisa jauh dari nya pa " jelas aldi dengan pelan,wajah nya berubah menjadi sendu.
Maya hanya menahan tawa nya melihat wajah aldi yang sok imut,dia mengalihkan pandangan nya ke arah kedua orang tua vero. Dia akan menanyakan tanggal pernikahan untuk farid,dia juga ingin farid bahagia .
"jadi pak,ibu. Kapan waktu yang tepat untuk mereka menikah? Seperti yang kakak ipar ku bilang,lebih cepat lebih baik " ucap maya dengan sopan dan ramah .
__ADS_1
"ya....kamu benar nak,bagaimana kalau bulan depan saja agar tidak terlalu terburu-buru" jawab mama Vero dengan sopan juga,dia menatap ke arah maya yang cantik dengan baju babydoll nya.
"Hhmmm....bagaimana ma,pa? Aku rasa kak farid udah ngak sabar pengen nikah sama kak Vero,jadi ngak ada salahnya kalau kita biat bulan depan atau mungkin kelamaan ya kak ?" tanya maya yang menatap ke arah kedua orang tua Aldi,lalu beralih ke farid.
"bagus,ngak usah buru-buru juga. Bulan depan sudah pas, kalau nanti memang Vero hamil kan ngak besar juga karena baru sebulan" jawab mama aldi dan semua nya menganggukan kepala nya .
"Kalau memang hamil,kami sangat bersyukur. Karena kami bisa langsung memiliki cucu,itu kabar yang kami tunggu-tunggu makanya saat saya sudah mengerti dengan jelas bagaimana kondisi Vero. Saya menyuruh farid yang membawa nya ,karena saya tau kalau Vero menyukai farid. Jika farid ngak bersedia menikahi Vero tadinya ,kami tetap akan merawat dan menjaga cucu kami " jelas papa vero dengan tegas.
"kami ngak akan biarkan hal itu terjadi pak,apalagi farid adalah pria yang bertanggung jawab. Dia ngak akan meninggalkan wanita hamil,apalagi wanita itu adalah wanita yang dia cintai " ucap aldi
"benarkah?apa kau mencintai vero?" tanya mama Vero yang menatap penasaran ke arah Farid
"katakan saja kak,kami sudah tau lama hanya saja kau dan Vero seolah menunggu sesuatu " ucap aldi dengan menggoda
"Hhmmm.....ya,tapi Aku takut dengan status ku. Aku merasa ngak yakin kalau Vero mau dengan ku,dia berasal dari keluarga utuh dan kaya sementara aku....." jelas farid dengan wajah yang sedih ,dia menundukan kepala nya.
"kau kenapa? kami keluarga mu kak,apa yang kau takut kan?" bentak aldi dengan keras,dia tidak menyangka bisa melihat wajah farid yang selalu tenang dan tegas . Kini terlihat sedih dan tidak pernah berdaya,hanya karena keluarga dan harta.
Dulu aldi tidak pernah berpikir akan keluarga dan harta,dia tidak perduli dengan hal itu tapi saat ini dia benar-benar beruntung punya kedua nya. Ucapan farid membuat nya sadar,tapi farid juga bagian dari keluarga nya . Walaupun Farid hanya anak angkat kedua orang tua nya ,tapi dia selalu menjaga dan melindunginya dari jauh.
__ADS_1
bersambung.
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ