My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
Positif


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Bagas masih menatap tak percaya pada tespack yang dipegang nya,ada rasa terkejut dan senang dihati nya. Dia merasa seperti mimpi,tangan nya gemetar dan air mata nya mengalir di pipi nya dengan cukup deras tanpa bisa berhenyi.



Utari hanya diam,tadi nya dia bingung karena saat terbangun dari tidur nya. Mereka sudah ada didalam mobil,bahkan bukan Bagas yang mengemudikan mobilnya. Apalagi yang mereka tuju adalah rumah sakit,membuat utari bertanya-tanya.


Saat sampai dirumah sakit,Bagas tidak membiarkan dirinya untuk turun sendiri. Bagas menggendong nya dan membawa nya kedalam ruangan yang dia tau kalau ruangan itu khusus untuk ibu hamil,dia semakin bingung. Tapi saat ini seolah tak percaya,dia dinyatakan hamil. Padahal saat pertama menikah dengan Bagas,dia tidak pernah berpikiran akan secepat ini hamil.


Ucapan nya seperti doa untuk nya,dia selalu mengatakan kalau dia bisa hamil dan melahirkan anak nya Bagas pada Briana dan yang lainnya. Karena hal itu lah akhirnya dia hamil,ada rasa senang yang tak bisa dia katakan lagi. Keinginan nya terkabul,dia akan menjadi seorang ibu.


Tanpa sadar utari mengelus perut nya,dia menatap ke arah Bagas yang masih menangis dalam diam. Senyuman terlihat di bibir pria itu,walaupun air mata nya mengalir dengan deras dipipi nya .


"Hei....sudah selesai melamun nya ? lihat kesini,ini anak kalian. Usia nya sudah empat bulan,kenapa baru sekarang datang memeriksa nya ? Harus nya kalian datang lebih awal,untung nya dia pria yang sehat dan kuat" bentak sofia yang merupakan sahabat kedua orang tua nya Bagas.


Braaak


Tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar dan dipaksakan,kedua pasang mata didepan pintu itu menelisik ke dalam. Mereka masuk tanpa perduli tatapan tajam dari sofia,dengan tenang mereka berjalan mendekati Bagas juga Utari.


"sayang....apakah benar utari hamil? menantu ku hamil?" tanya mama Bagas seolah tak percaya

__ADS_1


Bagas mengangguk dan memberikan benda yang dari tadi dia pegang,dia merasa sangat terkejut juga senang . Mama nya mengambil tespack itu dan ikutan menangis,dia merasa bersyukur karena akhirnya Bagas bisa memiliki keturunan.


"Hei...hei....Kalian datang seenak nya saja,masuk ruangan ku tanpa perduli pemiliknya. Keluar " teriak sofia dengan cukup keras,dia kesal karena dia tidak dianggap disana. Padahal dia yang sudah memberitahukan berita ini pada kedua orang tua nya Bagas,tapi malah dia yang dicueki saat ini.


"Kalau memang utari hamil,kenapa kau menangis ?harus nya kau senang gas" ucap papa Bagas dengan tenang,dia masih tidak perduli dengan ucapan sofia. Membuat wanita paruh baya yang memiliki anak dua itu langsung memijat kening nya, dia tidak percaya dia dicueki begini.


Walaupun sofia marah,tapi dia juga senang karena memang kehamilan menantu sahabat nya ini lah yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Dia tau bagaimana senang nya sahabat nya itu,karena dia juga pernah mengalami hal yang sama saat anak nya hamil dan dia mendapatkan cucu pertama nya .


Walaupun cucu nya sudah cukup banyak dan dia kesal melihat mereka ,tapi tetap saja dia merasa senang. Rasa bahagia yang tak terhingga untuk mereka yang bisa merasakan bermain bersama cucu kandung ,dia pernah merasakan hal itu.


"ini tangisan bahagia ma,pa. Aku akan menjadi seorang ayah hiks....hiks....,anak ku laki-laki yang kuat pa" jawab Bagas yang kini mulai menangis dengan suara nya yang serak.


Sofia yang ditanya dan di tatap hanya diam ,dia juga mengalihkan pandangan nya ke arah lain tanpa perduli pertanyaan dari sahabat nya itu. Dia marah dan kesal karena dari tadi di cueki sama mereka, dia mencoba untuk terlihat sibuk.


"Fia.....katakan ,benar atau ngak ? cucu ku laki-laki?"tanya papa Bagas dengan tak sabaran ,tapi sofia tetap diam .


"hah...baiklah-baiklah,maafkan Kami karena seenaknya masuk tanpa menyapa mu. Tapi kau tau kan,kalau kami ini terkejut dan senang mendengar kehamilan utari " jelas papa Bagas dengan pelan,membuat senyuman dibibir sofia melebar.


"Aku masih terlihat juga ternyata,hi....hi..." jawab sofia sambil tertawa


"ya,bayi nya laki-laki. Ini.m..lihat lah,dia sudah cukup besar dan lincah" jelas sofia lagi sambil menatap ke layar komputer didepan nya.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada layar,mereka tersenyum bahagia. Terdengar detak jantung si bayi ,pergerakan kecil pun terlihat jelas. Utari tersenyum senang,dia masih berbaring dengan alat yang berada diatas perut nya .


"terima kasih sayang,aku akan menjaga kalian selama nya "ucap Bagas dengan santai.


Utari tersenyum dengan lembut,dia menganggukan kepala nya saja. Perasaan nya senang ,dia akan menjadi seorang ibu. Hal yang sangat jarang yang bisa didapatkan oleh wanita lain nya,dia merasa bersyukur akan hal itu.


"kalau begitu kita bisa menentukan pesta pernikahan untuk kalian lagi,agar semua orang tau kau adalah menantu kami dan istri nya Bagas "ucap mama Bagas dengan semangat


Utari menggelengkan kepala nya,dia tidak ingin orang lain tau kalau dia hamil. Apalagi Briana,dia takut kalau wanita ular itu akan menyakiti mereka. Dia tau kalau Briana masih mengharapkan Bagas,karena dia yakin jika wanita itu memiliki ambisi yang kuat walaupun dia sudah diberi pelajaran oleh Bagas tapi tetap saja hal itu bisa terjadi.


Semua mata menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat,utari tidak mau pernikahan nya di ekspos . Sofia sampai terkejut,selama yang dia tau . Semua wanita ingin di akui oleh keluarga Bagas,mereka ingin menunjukan kalau menanti dari keluarga Bagas juga memiliki kekuasaan yang kuat. Tapi wanita yang didepan nya ini malah menolak nya,membuat nya penasaran .


"sayang.....kenapa ?kan kau bilang setelah hamil kita bisa memberitahu semua orang kalau kalian sudah menikah dan akan membuat pesta besar" tanya mama Bagas seolah tak terima dengan keputusan utari.


"bukan setelah diketahui hamil,tapi saat aku melahirkan nanti. Aku ingin satu hari anak ku dirayakan dan diketahui semua orang kalau dia anak dari seorang Bagas,keturunan keluarga Bagas " jelas Utari


Baik Bagas dan kedua orang tua nya kembali mengingat nya,memang benar utari mengatakan hal itu. Dia juga menjelaskan nya secara langsung saat itu,kalau ada yang berniat jahat pada mereka. Pasti mereka akan menyakiti anak yang dia kandung,agar anak itu tidak lahir.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2