My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
pengganggu 2


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Rara melotot ke arah barry sementara barry hanya tertawa renyah saja,dia mengelus kepala Rara dengan lembut kemudian membantu barry mengelap mulut nya yang sedikit belepotan.


"makan lah,jangan pikirkan apa pun hhmmm" ucap Barry.


Mereka makan dengan tenang,barry yang selesai makan lebih dulu . Kemudian barry permisi sebentar ,dia mendapatkan panggilan alam sehingga tidak bisa lagi di tahan.


"aku ke kamar mandi dulu,udah sesak pipis . Barry mau ikut papa ?" ucap nya pada Rara dan Barry


Barry menggelengkan kepala nya, karena memang dia tidak ingin buang air saat ini. Dia hanya ingin makan dan menikmati es cream yang dipesan kan oleh papa nya ,Rara juga begitu menikmati masakan dari restauran itu. Dia jadi berpikir untuk membuat restauran kecil dan menjual makanan yang enak seperti ini,apalagi saat ini dia sudah tidak dibolehkan bekerja lagi oleh suami nya.


Barry berjalan menuju kamar mandi di restauran itu yang berada di bagian samping restauran ,dia memang sudah tidak tahan lagi . Sehingga dia jalan terburu-buru,dia ingin membuang air kecil.


Rara masih menikmati makanan nya sambil membayangkan mengenai ide nya membuai restauran kecil nanti,dia juga membantu barry untuk makan dan membersihkan mulut nya hingga suara seseorang membuat nya terkejut .


"barry...." teriak anak kecil yang datang bersama dengan kedua orang tua nya .


Mendengar teriakan anak nya, kedua orang tua nya pun melihat ke arah anak nya dan memastikan kalau yang dipanggil adalah benar . Mata mereka melotot,dahi nya mengernyit bersamaan.


"eh....siapa ini? kalian makan disini ?" tanya mama dari anak kecil itu.

__ADS_1


Rara menatap ke arah sepasang suami istri dan anak nya itu,dia melihat dengan tatapan malas saat menyadari siapa yang menyapa mereka.


"ya ampun,apa kalian sanggup makan disini ? Ngak takut nanti kalian ngak bisa makan lagi ke depan nya ?" tanya wanita yang usia nya hampir sama dengan Rara,dia menatap sinis pada Rara tapi Rara tidak peduli .


Berbeda dengan Barry kecil,dia ngak suka mama nya dihina dan direndahkan seperti ini. Dari dulu barry tidak bisa membalas nya sama sekali,tapi kali ini dia tidak akan tinggal diam. Ada papa barry nya yang pasti akan membela mereka,seperti saat mereka berada dipesta pernikahan mama nya .


"Kami bisa makan sepuas nya disini,ada papa yang akan bayar " jawab Barry kecil dengan semangat.


"barry.....makan jangan berbicara,nanti bisa tersedak " ucap Rara,dia ngak mau anak nya membalas orang -orang yang ngak penting seperti ini .


Barry mengangguk dan kembali makan dengan tenang,dia masih menatap ke arah anak kecil yang terkejut mendengar ucapan Barry.


Barry ingin membalas nya ,dari dulu teman nya ini selalu membuat dia kesal. Bukan hanya suka pamer mainan,anak itu juga suka mengejek dan menghina nya . Bahkan suka sekali mencari gara-gara dan meminta teman-teman nya untuk ikutan mengejek nya ,Barry tidak menyukai anak itu.


Rara menggeleng saat barry ingin membalas anak itu,dia tidak ingin membuat malu suami nya dan membuat keributan disana . Apalagi kedua orang tua teman anak nya itu merupakan pengusaha juga,dia takut akan menyinggung mereka dan berakhir membuat barry terseret masalah.


Rara baru mengenal barry ,dia belum tau siapa suaminya ini. Yang dia tau kalau suami nya ini hanya seorang dokter dan pemilik rumah sakit saja,selebih nya dia belum tau seberapa besar harta warisan dan kekuasaan yang bisa dilakukan oleh Barry.


"papa?jadi kau sudah menikah ?siapa ? apa pria tua yang sudah mau mati tapi kaya ?makanya kau bisa makan disini ?" tanya wanita itu dengan senyuman sinis


"Sudah....sudah....kita kesini mau makan ,bukan mau cari masalah. Ayo kita ke tempat biasa " ucap pria yang dari tadi memperhatikan pertikaian anak dan istri nya dengan wanita yang seperti nya dia kenal, dia seperti pernah melihat wajah Rara tapi dia lupa dimana . Mungkin dia melihat Rara saat mengantarkan anak nya ke sekolah nya, jadi dia tidak begitu mengambil pusing akan hal itu.

__ADS_1


"sebentar sayang,aku masih penasaran. Siapa suami nya ,aku tau kalau dia cantik tapi semua orang tau kalau dia itu janda anak satu dan anak nya itu anak haram . Walaupun orang tau kalau anak nya itu anak mendiang aparat yang berpengaruh, tapi orang tua mendiang suami nya mengatakan kalau mereka tidak pernah menikah dan hanya berpacaran hingga akhirnya hamil makanya keluarga pihak aparat itu mengambil kembali apa yang mereka miliki"jelas wanita itu dengan tegas dan angkuh


"aku ingin memberitahukan kepada pria itu,kalau dia adalah pria yang bodoh dan tidak bisa melihat penipu seperti mama nya barry ini . Aku yakin jika pria itu akan meninggalkan nya jika tau siapa dia " ucap wanita itu dengan sombong nya.


"ma....jangan mencari masalah,ayo kita pergi " anak suami dari wanita itu ,dia sudah merasa tidak enak hati dengan semua mata yang memandang ke arah mereka.


Saat ini semua pengunjung restauran itu menatap ke arah mereka,karena suara mama dari teman nya barry berbicara dengan cukup keras. Semua nya jadi merasa penasaran dengan apa yang terjadi selanjut nya ,mereka mulai menatap merendahkan pada Rara . Ada juga yang merasa kasihan pada Rara,tapi Rara masih diam .


Barry kecil semakin merasa kesal,dia menatap sekeliling nya . Memastikan jika papa nya akan datang segera,karena menurut nya hanya untuk ke kamar mandi saja kenapa harus selama ini. Barry mulai merasa benci dengan keadaan ,kenapa mereka selalu saja dihina dan direndahkan seperti ini membuat nya meniti kan air mata .


"hiks....hiks...hiks....papa huhuhu"tangisan barry kecil pecah,dia menangis dengan keras nya membuat semua orang menatap ke arah mereka dengan kasihan,mereka merasa mama dari teman nya barry itu sudah menindas barry.


"sayang....kenapa ?jangan menangis seperti ini " ucap Rara yang merasa bingung dengan tangisan barry,bukan nya diam. Barry menangis semakin kencang dan terisak-isak berharap papa nya datang dan memberikan pelajaran pada teman nya dan mama nya itu.


"ma....mungkin barry menangis karena ngak sanggup bayar,nanti kita bayarin aja makanan mereka. Kasihan ma" ucap teman barry yang memang suka menindas barry saat disekolah,dia tersenyum meremehkan barry dan Rara.


Rara hanya bisa menghela nafas nya saja dengan kasar,dia sebenarnya ingin sekali pergi dari sana tapi tidak mungkin dia meninggalkan suami nya begitu saja disana .


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2