
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah mengusir Briana,para pengawal masih berjaga didepan perusahaan milik Bagas. Mereka tidak akan membiarkan siapa pun masuk jika tidak ada kepentingan apa pun,begitu juga dengan karyawan yang lain yang masih berada di sana.
Mulut mereka seolah berhenti berbicara mengenai keburukan utari,karena saat ini di mata semua orang utari memang terlihat ramah dan sopan . Dia tidak pernah mencari masalah dengan para karyawan lainnya,dia hanya bekerja bahkan kadang membantu pekerjaan mereka seperti dulu .
"Hu...huhuhu....kakek" utari menangis semakin kencang,mungkin bawaan dari kehamilan nya sehingga dia merasa sedih .
"Sudah....sudah....jangan menangis lagi,kakek disini hhmmm...." ucap sang kakek dengan perlahan ,dia masih memeluk tubuh utari dengan lembut .
Bagas baru memperhatikan sekitar nya,semua orang menatap dengan wajah bingung nya . Mereka menjadi pusat perhatian saat ini,sehingga membuat nya berjalan kedepan tepat dibelakang sang kakek.
"Perhatian semua nya,saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya harap kalian bisa mendengar nya dengan baik ,saya tidak perduli kalian mau terima atau tidak karena semua ini hanya untuk memberitahukan yang sebenarnya dan kalian hanya perlu memahami nya saja" ucap Bagas dengan tegas.
Utari tersadar,dia sedikit mendorong tubuh sang kakek. Dia tidak ingin Bagas mengatakan sesuatu yang nanti nya membuat dia sedikit kesulitan,dia belum siap untuk menyandang status nyonya dirgantara. Tidak untuk sekarang,nanti bila dia sudah memiliki anak dan tidak bekerja lagi diperusahaan ini lagi.
__ADS_1
Niat awal utari memang seperti itu,dia ingin mempersiapkan diri sebagai seorang istri dan ibu dari anak nya. Dia tidak akan bekerja lagi dan mengurus anak nya saja dirumah,menyiapkan segala keperluan suami nya dan memasak . Tapi jika saat ini hal itu terjadi maka dia akan mendengarkan segala apa yang dikatakan oleh teman-teman nya yang lain,dia tidak ingin hal ini terjadi.
Apalagi utari yakin,kalau pasti nya banyak orang yang ngak akan suka dengan diri nya nanti . Dia semakin merasa kesal dan marah,sehingga dia harus secepatnya menggagalkan pengumuman yang akan di sampaikan oleh Bagas.
"Saya sudah menikah dan saat ini istri saya sedang mengandung anak kami,saya menyembunyikan pernikahan kami karena keinginan istri saya. Dia ngak mau dikatakan hanya mencari keuntungan dan mencoba menggoda saya padahal dia tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan dan dia merasa ngak pantas bersanding dengan saya,sehingga dia memilih menunggu dia hamil. "
Bagas berhenti dan menarik nafas nya cukup panjang,kemudian dia berniat melanjutkan nya lagi. Karena semua orang sudah menunggu dia berbicara,hanya saja Utari langsung memanggil nya dengan cepat .
"Pak Bagas,hhmm.....seperti kita sudah terlambat untuk menemui klien,saya rasa anda sudah cukup menyampaikan semua nya " potong utari dengan tatapan memohon,agar bagas tidak meneruskan ucapan nya . Dia tidak mau dan khawatir nanti nya dia akan skait hati dan kesal mendengar ucapan teman-teman nya.
"Sebentar sayang,aku akan sampaikan semua nya sekarang. Lagi pula pertemuan kita sudah di undur oleh asisten li" jawab Bagas dengan lembut dan senyuman yang mengembang dibibir nya.
Sang kakek tersenyum kecil,dia suka dengan cara Bagas ini. Bagas benar-benar bisa diandal kan,dia tau kalau Bagas dari dulu tidak setuju dengan menyembunyikan pernikahan mereka. Tapi alasan Utari juga jelas,utari hanya merasa ngak pantas disamping Bagas makanya dia ingin menyesuaikan diri terlebih dahulu .
Jika utari hamil,maka semua orang akan menganggap nya pantas. Tapi kehamilan nya masih baru,mana mungkin dia mengumumkan nya sekarang. Dia bisa saja keguguran ,atau anaknya akan mendapatkan sesuatu yang tidak baik. Bukan nya berdoa,tapi dia takut kalau hal itu terjadi jadi utari memilih untuk menunggu bayi nya lahir baru mengumumkan pada dunia kalau dia sudah hamil dan melahirkan anak dari keluarga dirgantara.
__ADS_1
"Kalian pasti menduga-duga,tapi benar. Istri saya saat ini yang pertama bisa mengandung anak saya dan selama nya akan seperti itu,dia adalah Utari. Sekretaris saya,juga wanita yang saya cintai . Wanita pilihan saya,dia adalah ibu dari anak-anak saya nanti. Saat ini dia sedang mengandung anak kami" lanjut Bagas dengan tegas
"Saya tau kalian terkejut,tapi ini lah yang sebenarnya. Utari tidak ingin menyembunyikan pernikahan nya jika dia menikah dengan pria biasa,tapi saya. Kalian tau siapa saya dan siapa Utari,mungkin kalian juga akan melakukan hal yang sama. Coba berdiri dari sudut pandang utari,saya rasa kalian mengerti dan untuk ucapan Briana. Saya rasa kalian bisa menyimpulkan nya, selama ini utari lebih dekat dengan kalian dan kalian tau bagaimana sikap dan perlakuan utari pada semua nya. Saya ngak perlu menjelaskan mengenai hal ini lagi kan ,kalian bisa melihat nya sendiri "
"Seperti nya, hanya itu yang perlu saya sampaikan. Saya harap kalian bisa menyikapi nya dengan baik dan saya juga berharap kalian bisa menjaga istri saya juga membantu ibu hamil ini,dia masih lemah tapi merasa bisa mengerjakan semua nya "
Bagas tersenyum cukup manis dimata karyawan nya ,dia berjalan mendekati Utari yang bersembunyi dibalik tubuh sang kakek. Membuat kakek Bagas menahan tawa nya,kakek Bagas tau bagaimana utari merasa malu saat ini .
"Besok malam,saya ingin mengajak kalian untuk makan malam dan mengadakan pesta kecil-kecilan karena kalian sudah tau siapa istri saya. Syukuran untuk anak kami juga,kami minta doa nya agar anak kami selalu dalam keadaan sehat sampai lahiran nanti" ucap Bagas dengan teΔ£as dan masih dengan senyuman nya yang tulus.
Semua orang terpana melihat wajah Bagas,mereka masih memperhatikan sikap Bagas pada utari. Mereka seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi didepan nya,Bagas tidak pernah bersikap lembut dan ramah seperti ini dengan siapa pun bahkan dengan ketiga mantan istri nya dulu .
Kepala bagian pemasaran berjalan kedepan lebih dulu,dia mendekati Bagas dan Utari yang masih berdiri didepan bersama dengan pria tua yang selalu mereka hormati. Seorang pengawal berjalan mendekat ingin menarik tangan wanita muda itu tapi tidak jadi karena dia langsung menyodorkan tangan didepan Utari,membuat semua orang terkejut.
"selamat atas pernikahan dan kehamilan nya nyonya dirgantara " ucap wanita itu dengan senyuman yang tulus
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ