My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
cemburu


__ADS_3

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲


Pernikahan Utari dan Bagas masih disembunyikan ,padahal ini sudah tiga bulan lama nya. Mereka tetap seperti atasan dan bawahan saja,tidak pernah memperlihatkan kemesraan didepan orang lain. Walaupun mereka selalu bercinta didalam ruangan pribadi Bagas,utari tidak pernah menolak permintaan suami nya itu sama sekali.


Percintaan singkat tapi nikmat kini dirasakan oleh kedua nya lagi,walaupun masih ada saja yang membuat Utari cemburu pada Bagas dan begitu sebaliknya. Jika ada rekan bisnis Bagas yang merupakan wanita,utari merasa cemburu dan kesal. Dia tidak suka Bagas dekat dengan wanita mana pun,bahkan parfum para wanita itu selalu membuat perut nya mual.


Seperti saat ini,Bagas menatap tubuh polos sang istri yang masih berada di ruangan pribadi nya. Tadi nya mereka baru kembali dari restauran untuk bertemu rekan bisnis ,tapi tiba-tiba perut utari merasa sangat mual karena melihat rekan bisnis Bagas seorang wanita yang berbicara dengan lembut dan penuh ke pura-pura an .


Kepala nya juga terasa pusing,tubuh nya merasa sangat lemas dan lelah sehingga pertemuan itu langsung diwakilkan oleh asisten Bagas sedangkan Bagas membawa Utari kembali ke kantor nya karena memang kantor lebih dekat dengan restauran itu.


Bagas tidak perduli apa pun,karena tubuh Utari yang sudah lemas. Bagas pun menggendong nya dihadapan semua orang, membuat semua orang terkejut dengan sikap dingin dan arogan direktur utama nya ini kini malah terlihat sangat baik dan khawatir pada utari.


Sesampainya di dalam ruangan pribadi milik Bagas,bukan nya beristirahat. Utari malah menciumi leher sampai dada bidang suami nya itu,dia bahkan sudah membuka kemeja milik Bagas dan mengulum pucuk dada yang berwarna kecoklatan punya Bagas. Membuat Bagas terkejut dan merasakan sesuatu yang tak bisa dia tahan lagi,dia ingin membalas perbuatan Utari tapi dia takut karena utari sedang sakit.


"sayang ,istirahat lah dulu" ucap Bagas dengan menahan miliknya yang sudah berdiri ,dia mendorong tubuh utari dengan pelan agar dapat melihat wajah Utari yang lembut.


Bagas membantu merebahkan tubuh utari,kemudian dia berniat untuk pergi keluar dan tidak mengganggu utari untuk istirahat. Tapi bukan nya tidur,utari malah menarik tangan Bagas dan bangkit sehingga tubuh Bagas dengan mudah dia dorong dan berada dibawah nya.

__ADS_1


"Aku mau sekarang " ucap utari seperti sebuah perintah untuk Bagas,Bagas masih ragu tapi melihat utari yang dengan gesit membuka reseliting celana nya. Membuat nya terkejut sekaligus bergairah,tangan utari sudah mengelus batangan miliknya yang sudah berdiri dengan tegak.


Tubuh nya meremang saat utari menjilat dan memasukan batangan milik Bagas kedalam mulut nya,menghisap dan mengulum nya seperti es cream yang akan segera cair. Gerakan keluar masuk dari mulutnya terasa nyata,membuat Bagas tak tahan lagi dan membalikan tubuh Utari dibawah nya.


Hampir tiga bulan ini utari selalu membuat Bagas kewalahan,bukan hanya setiap malam tapi setiap dia ingin bercinta maka dia harus bercinta. Tidak perduli mereka ada dimana, yang jelas jika ingin bercinta maka dengan cepat Bagas mencari tempat yang nyaman untuk mereka bercinta.


Bagas yang sudah begitu bergairah,langsung menaikan rok sepan yang dipakai oleh utari. Tanpa melepaskan underware merah milik utari,Bagas memasukan batangan miliknya yang sudah basah karena saliva yang diberikan oleh Utari.


Milik Bagas tenggelam didalam nya ,memberikan pijatan dan sedotan yang luar biasa didalam sana. Baik Bagas atau pun utari sudah memejamkan mata nya, mereka menikmati gerakan yang dilakukan oleh Bagas yang bisa menghasilkan suara decapan yang luar biasa indah ditelinga mereka.


"milik mu masih menjepit sayang...."bisik Bagas dengan suara tertahan,dia benar-benar menikmati nya padahal hampir setiap hari bahkan setiap saat mereka melakukan nya tapi lubang kewanitaan milik utari masih saja sempit dan menggigit.


Utari tidak perduli,dia sudah merasakan sesuatu yang akan meledak dibawah sana. Dengan mata terpejam,tangan yang menggenggam bahu Bagas. Utari menjerit cukup kuat,suara lenguhan dan erangan yang syahdu membuat gairah didalam diri Bagas kembali.


"sebentar sayang,kita bersama " teriak Bagas dengan cukup keras juga.


Kedua tubuh mereka terkulai diatas tempat tidur,dengan selimut yang menutupi kedua nya . Jantung kedua nya masih berdetak dengan keras nya,nafas mereka juga masih tersengal-sengal.

__ADS_1


"kau luar biasa sayang " ucap Bagas dengan lembut,dia mengecup kening utari dan bangkit berjalan menuju kamar mandi.


Bagas akan membersihkan tubuh nya ,kemudian dia akan keluar untuk membereskan sisa pekerjaan nya juga Utari. Dia yakin jika asisten nya bisa mengerjakan mengenai pertemuan dengan berkah bisnis nya yang merupakan wanita itu,ini sudah ketiga kali nya Utari seperti ini.


Bagas merasa sedikit khawatir,dia tidak akan membuat pertemuan atau kerja sama lagi dengan wanita. Jika pun ada,mungkin lebih baik diberikan pada asisten nya. Biar semua nya diurus oleh nya, dia ngak mau utari kelelahan dan muntah-muntah seperti tadi lagi .


Setelah memeriksa dokumen-dokumen, Bagas masuk dan melihat kondisi tubuh utari . Terlihat sekali Utari sangat lelah dan lelap dalam tidur nya,dia memperbaiki kemeja yang digunakan oleh Utari. Rok sepan yang dipakai utari pun sudah dia turunkan,kemudian dia memanggil dokter pribadi nya agar memeriksakan kondisi tubuh utari.


Dari dua bulan yang lalu Bagas mengajak utari untuk memeriksakan tubuh nya,karena utari sering mengeluh kelelahan dan terkadang mual . Walaupun karena sesuatu,tapi tetap saja utari akan muntah dan membuat Bagas semakin khawatir. Tapi utari sama sekali ngak mau ,dia hanya mengatakan kelelahan karena bekerja.


Bagas malah menyuruh nya untuk tidak berkerja dan bersama mama nya saja dirumah tapi utari tidak mau,dia ingin selalu bersama dengan Bagas. Semakin kesini sifat dan sikap Utari terlihat sangat manja,tidak seperti utari yang bersikap tegas dan tenang. Tapi utari tidak mau dan mengatakan kalau dia ingin selalu bersama dengan Bagas, dimana pun dan kapan pun.


Entah kenapa Bagas tidak bisa lagi menolak segala apa yang di minta oleh Utari,dia mengikuti apa mau nya yang penting masih dalam batas wajar saja . Dia ngak mau utari sakit atau pun lelah,tapi utari tidak mau mendengar kan apa yang di katakan oleh Bagas. Dia hanya merasa nyaman jika berdekatan dengan Bagas,rasa mual nya akan hadir jika dia jauh dari Bagas.


Bagas tidak pernah seperti ini dengan ketiga mantan istri nya dulu,dia tidak perduli jika istri nya sakit atau melakukan apa pun . Tapi dengan Utari,dia tidak bisa menutup mata nya begitu saja. Utari bisa membuat nya menggila, entah dalam hal apa tapi yang jelas dia tidak bisa jauh dari utari juga .


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2