
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Gerakan perlahan tapi pasti diberikan oleh Barry,kini barry sudah menggerakkan pinggul nya maju mundur untuk menghentak tubuh bagian dalam milik Rara. Untuk mencapai puncak kedua nya, barry tidak mengijinkan Rara untuk bergerak diatas nya . Dia yang mengambil alih setelah dirinya mendapatkan pelepasan pertama nya, dia merasa terbuai dengan perlakuan milik Rara.
Tak butuh waktu lama ,akhirnya mereka mencapai puncak bersama. Barry merebahkan tubuh nya disamping tubuh Rara,tubuh Rara sudah terlihat seperti macan tutul. Memerah dimana-mana,semuanya perbuatan mulut Barry.
Barry terkekeh geli melihat nya, bisa-bisa nya dia seganas itu melakukan nya pada Rara. Tapi dia memang sangat bergairah dengan apa yang Rara lakukan,dia tidak bisa diam sama sekali.
"Terima kasih,aku ingin kau menjadi istri ku. Kita menikah minggu depan " ucap Barry dengan pelan
Kini Rara sudah berada diatas dada bidang milik barry,menghirup aroma bekas percintaan mereka. Dia merasa sangat bahagia kali ini,baru ini dia merasakan hal yang luar biasa ini .
"Hhmmm...." Rara hanya menjawab dengan berdehem saja,dia memang sangat merasa lelah .
"istirahat lah,besok kita bicarakan lagi" ucap Barry
Barry sudah tak sabar ingin menikahi Rara,dia sudah membayangkan bisa menghabiskan waktu bersama Rara dan Barry kecil nya. Selama ini barry hanya menghabiskan waktu senggang nya dengan berada dirumah sakit,memeriksa dan menjenguk pasien nya disana.
Menghabiskan waktu bersama dengan pasien anak-anak disana ,dia menyukai anak-anak makanya dia memilih untuk bersama mereka walaupun ada orang tua mereka disana. Bahkan mereka sering menjodohkan barry dengan para orang tua yang masih single seperti Rara, dia tidak menyangka kalau akhirnya dia dapat janda juga .
Pagi nya ,Barry kecil bangun lebih dulu. Dia memperhatikan sekeliling nya karena memang dia mencari mama nya,biasa nya dia selalu tidur disamping mama nya tapi seperti nya dari tadi malam dia tidur sendirian.
__ADS_1
Barry turun dengan perlahan karena memang kaki nya masih sakit,walaupun sudah diperban oleh dokter barry. Dia berjalan keluar dari kamar itu dengan perlahan dan bertemu dengan si bibik di depan kamar nya, bibik tersenyum dan mendekati barry kecil.
"tuan kecil sudah bangun?ayo nenek bibik bantu bersih-bersih "ucap si bibik dengan ramah
"mama....dimana mama nek?" tanya barry kecil sambil mengucek mata nya
"Hhmm....mama tuan kecil masih tidur, nanti kalau sudah bersih-bersih kita sarapan trus makan es cream . Tuan kecil mau kan ?" jawab si bibik,dia berusaha mencoba merayu barry kecil agar mau mengikuti nya dan tidak mencari Rara.
Pagi tadi si bibik ingin membersihkan kamar utama seperti biasa nya, tapi ternyata dia mendapati barry dan Rara tidur bersama sambil berpelukan. Bukan seperti sebelum nya, kali ini terlihat kalau kedua nya habis bercinta. Karena aroma percintaan masih terkuar didalam sana ,belum lagi pakaian yang berserakan di lantai dan tubuh bagian atas mereka terlihat polos.
Si bibik ngak mau nanti nya Barry kecil melihat kelakuan mama nya, walaupun semua nya itu saran nya. Berhasil,barry kecil tersenyum lebar. Dia mengikuti apa yang di katakan oleh si bibik,membersihkan diri dan sarapan serta main bersama di taman belakang dengan cemilan coklat dan es cream kesukaan nya .
Beberapa pelayan yang memang bekerja di rumah dokter barry senang dengan keberadaan barry kecil,mereka merasa kalau rumah mereka terasa hidup. Apalagi tukang taman dan supir dokter barry ikut bermain disana,mereka menghabiskan waktu pagi bersama.
Mungkin karena barry merasa sudah cukup tua ,makanya pinggang nya sedikit tak nyaman. Atau memang karena dia belum terbiasa saja ,mungkin kalau sering melakukan nya maka akan terasa biasa .
Senyuman mengembang dibibir nya saat melihat wajah Rara yang masih diatas dada bidang nya ,dia mengecup kening Rara dan memperhatikan leher wanita muda itu sambil terkekeh kecil .
"bagaimana bisa aku melakukan hal seperti ini,tapi ini tanda yang aku berikan agar tidak ada yang bisa mengganggu mu . Kau milikku " gumam barry dengan percaya diri .
Rara membuka mata nya saat merasakan sesuatu menyentuh kening nya,awalnya dia terkejut melihat wajah barry tepat di depan nya tapi kemudian dia mengingat bagaimana malam percintaan panas mereka tadi malam.
__ADS_1
Seketika wajah nya memerah,dia menelusupkan wajah nya kembali didalam dada bidang milik barry membuat barry terkekeh lagi.
"hei....sudah cukup siang,ayo bangun. Kita harus sarapan dan hhmmm....kamu ngak mau kan melihat barry kecil melihat kita seperti ini disini " ucap Barry dengan nada menggoda nya .
Rara membulatkan mata nya, dia kemudian bangun dan berjalan dengan cepat menuju kamar mandi dengan memegangi kedua bongkahan kenyal miliknya membuat barry tertawa renyah.
"sayang....kita mandi sama saja ,agar mempercepat waktu " teriak barry dengan cukup keras tapi suara nya ngak akan terdengar keluar karena memang setiap kamar memiliki ruangan kedap suara ,sehingga apa yang mereka lakukan di dalam nya tidak ada yang tau.
Rara semakin cepat masuk kedalam kamar mandi,dia mengisi bath up dengan air hangat dan campuran sabun aroma maskulin. Dia juga ngak mungkin mandi dengan sabun pria ,tapi tidak ada lagi apa pun disana jadi terpaksa dia menggunakan nya saja .
Terlihat barry berjalan dengan santai masuk kedalam kamar mandi membuat Rara terkejut,karena barry tidak menggunakan apa pun. Sama seperti dirinya,dia merasa malu dan langsung masuk kedalam bath up.
Barry juga mengikuti nya, kini mereka berdua sudah duduk didalam bath up yang cukup besar itu. Barry kembali memeluk dan meraup bibir Rara membuat Rara mendorong tubuh barry,dia ingin mandi dan melihat keadaan anak nya. Dia yakin kalau barry kecil sedang mencari nya, makanya dia ingin bergegas mandi.
"Pak,aku mau cepat mandi nya. Nanti barry nyariin " bentak Rara membuat barry tertawa kecil.
"kita lakukan sekali saja,kau membuatku ingin lagi dan lagi . Setelah itu kita cari barry ,oke" jawab barry tanpa perduli penolakan yang dilakukan oleh Rara.
Barry mulai menjamah dan menciumi bibir,leher dan bagian dada Rara seperti tadi malam . Percintaan panas dikamar mandi pun terjadi begitu saja,Rara tidak bisa menolak kemauan pria tua didepan nya ini. Dia juga ikut berkolaborasi bersama Barry dalam membuat gaya ,berbagai macam gaya hingga akhirnya mereka cukup lama di dalam kamar mandi.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ