
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Utari memeluk tubuh Bagas,semua orang melihat mereka. Tangan Bagas terhenti saat mendengar ucapan Utari, wajah Bagas memerah. Dia merasa marah dan kesal dengan rencana Briana,dia mendengar semua nya saat itu tapi lagi-lagi tangan utari menahan nya dan menyuruhnya untuk tetap bersembunyi dibalik selimut bersama nya.
"Sayang,sudah ....hentikan" ucap utari dengan lembut .
Bagas menghentikan pukulan nya,dia langsung berbalik dan memeluk tubuh mungil utari dengan lembut. Dia merasa senang karena calon istri nya sangat pandai,dia menjadi beruntung mendapatkan istri yang pengertian seperti utari.
Briana terdiam,dia melihat Bagas yang memeluk tubuh utari dengan lembut. Ada perasaan kesal karena rencana nya gagal,dia tidak suka melihat pemandangan didepan nya ini. Apalagi saat Bagas memeluk tubuh utari ,dia juga merasa marah karena Bagas tidur dikamar utari sebelum mereka menikah.
Padahal yang selama ini Briana tau,Bagas tidak pernah mau tidur dengan wanita mana pun sebelum menikah. Bahkan saat malam pertama pernikahan mereka,Bagas lebih memilih untuk bergabung bersama dengan teman-temannya hingga akhirnya dia tidur bersama dengan mereka.
Briana yang awalnya merasa kesal dan marah memilih untuk diam,karena ternyata Bagas melakukan hal yang sama pada pernikahan pertama dan kedua nya jadi dia tidak begitu memperdulikan nya tapi saat ini benar-benar diluar kendali.
Bagas yang tersadar masih ada Briana disana,dia melepaskan pelukan nya pada tubuh utari kemudian berjalan menuju Briana yang berdiri terpaku didepan pintu.
Briana merasa sedikit gugup dan takut,wajah Bagas terlihat tidak bersahabat. Dia yakin jika bagas sudah benar-benar marah pada nya,tapi dia tidak akan mengakui apa yang sudah dia lakukan . Dia akan membuat Bagas mempercayai nya, dia yakin jika bagas akan mendengarkan nya
Senyuman termanis Briana tampil kan untuk Bagas,dia menggenggam tangan nya dengan erat. Menahan wajah nya agar terlihat tetap tersenyum dengan manis,sehingga Bagas bisa menerima penjelasan diri nya yang tidak bersalah sama sekali.
plaaak
__ADS_1
Tamparan yang diberikan oleh Bagas membuat Briana terkejut,pipi nya terasa sakit dan panas. Dia tidak menyangka jika Bagas akan menamparnya dengan keras begitu saja,dia merasa kan seperti mimpi.
Kepala nya sampai miring ke samping saat tamparan di pipi nya mendarat begitu saja,dia merasa malu dan terkejut . Begitu juga sangka camelia,dia tidak menyangka Bagas akan melakukan hal itu pada wanita karena yang dia tau kalau Bagas tidak pernah bertindak kasar pada wanita.
"Sayang....kenapa kau menampar nya ?" tanya Utari,dia juga sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bagas
"dia berhak mendapatkan nya,dia sudah merencanakan semua nya hingga ke tahap ini. Harus nya aku melaporkan nya pada polisi,bukan hanya menamparnya saja " jawab Bagas dengan tenang,tatapan nya masih mengarah pada Briana dengan tajam
Camelia yang tadi nya terkejut kini tersadar,dia memanggil sekuriti hotel untuk membawa pria yang ada didalam kamar itu yang sudah habis dipukuli oleh Bagas. Dia juga mengusir Briana dan mengancam nya agar tidak mengganggu Bagas lagi,jika hal ini terjadi lagi maka dia ngak akan segan menghancurkan perusahaan milik keluarga Briana.
Mendengar hal itu, Briana tidak berani lagi. Camelia ngak pernah berpura-pura dalam ancaman nya, dia wanita yang ditakuti didunia bisnis perusahaan . Tidak ada yang bisa lepas dari nya jika ada yang berani mengganggu nya dan keluarga nya ,kini Briana pergi dengan rasa sakit didada dan pipi nya .
"Sayang,ayo siap-siap. Semua tamu undangan sudah datang,kita harus bersiap sebelum ada pengganggu lagi yang datang " ucap camelia dengan lembut
Utari berjalan menuju kamar mandi,dia akan membersihkan tubuh nya karena memang dia belum mandi sama sekali dari tadi. Tapi ucapan salah satu perias membuat Utari terkejut dan Bagas senang.
"pak,sebaiknya kalian mandi bersama. Agar mempersingkat waktu,biar tidak terlalu lama " ucap salah satu Wanita disana
"hanya mandi,jangan berbuat macam-macam atau kalian ngak akan menikah selama nya " ancam camelia dengan tegas,dia tau apa yang dipikirkan oleh anak nya.
Wajah Bagas sudah menyiratkan akan melakukan sesuatu yang iya-iya pada utari tapi karena ucapan sang mama seperti itu maka mereka masuk kedalam kamar mandi bersama-sama. Utari membuka pakaian nya tanpa ragu,Bagas memperhatikan tubuh utari yang sudah polos.
__ADS_1
Wajah utari memerah,ini pertama kali nya dia membuka pakaian nya di hadapan pria. Walaupun sebentar lagi Bagas akan menjadi suaminya ,tapi dia tetap merasa malu untuk melakukan hal itu.
Utari berdiri dibawah shower,dia membiarkan air membasahi tubuh nya dari atas hingga kebawah. Menyabuni dan memberikan usapan lembut disetiap bagian tubuh nya hingga Bagas mengambil alih sabun nya, dia akan membantu utari menyabuni bagian punggung wanita itu.
"biar aku bantu" ucap Bagas dengan suara serak yang tertahan,membuat utari tersenyum kecil.
Utari sudah menyadari kalau Bagas sudah mulai bergairah dengan melihat tubuh nya,Dia menahan sabun yang dia pegang dan menggelengkan kepala nya dengan cepat.
"kita harus cepat,ingat pesan mama" jawab Utari sehingga Bagas hanya bisa menghela nafas nya dan dengan cepat dia ikut membersihkan tubuhnya juga
Setelah mandi bersama tanpa melakukan apa pun,utari mulai di rias dengan cantik. Begitu juga dengan Bagas,Bagas juga diberikan riasan sedikit dibagian wajah nya.
Tak butuh waktu lama,akhirnya kedua nya siap dan berjalan menuju aula pernikahan mereka yang sudah disiapkan oleh camelia. Disana sudah ada pemuka agama yang akan menikahkan kedua nya,juga ada keluarga dari pihak Bagas. Rekan bisnis dan keluarga maya,disana terlihat aldi dan farid yang duduk tak jauh dari maya .
Maya tersenyum lembut,dia menuntun utari untuk duduk berada didekat nya karena utari tidak diperkenan kan untuk duduk didekat Bagas sebelum mereka sah menjadi suami istri.
Ikrar pernikahan dan janji suci pernikahan pun terucap,kata sah dari saksi dan seluruh anggota keluarga terdengar dengan serentak. Membuat Bagas dan utari merasa lega,mereka sudah dinyatakan sebagai suami istri yang sah dimata agama dan negara.
Setelah proses yang mendebarkan selesai,kedua nya sudah di sanding kan di atas pelaminan. Bagas menggenggam tangan wanita yang sudah resmi menjadi istri nya, ada rasa bangga dan senang dihati nya mendapatkan utari menjadi istri nya.
Mereka menerima tamu undangan dengan perasaan senang,berbagai rintangan datang sebelum pernikahan mereka tapi Utari menanggapi nya dengan senyuman manis dibibir nya. Bagas yakin jika Utari dapat menyingkirkan para pelakor yang ingin mengganggu kehidupan pernikahan mereka,karena Bagas tau kalau Utari wanita yang pintar dan bijak.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘