
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Dokter barry menatap anak kecil yang di panggil dengan nama nya, dia seperti ingat dirinya saat kecil dulu. Pria itu melihat kaki anak yang bernama barry itu berdarah,dia menatap wanita yang menabraknya tadi sedang menunduk dan menggendong anak itu .
"Barry.....lihat lah,kan jadi berdarah lagi " omel Rara dengan nada kesal nya
Rara menggendong anak itu dan berjalan mendekati veronica yang masih bersama pria yang dia tabrak tadi,Rara tidak begitu mendengar pembicaraan antara Vero dan pria itu.
"Maaf pak,berikan saja jas nya pada saya. Saya akan mencuci nya dan mengembalikan nya pada anda besok,beri tau juga kemana saya harus mengantar kan nya " ucap Rara,dia ingin membawa anak nya pulang dan mengobati kaki anak nya.
Barry melihat wajah anak itu meringis,dia yakin kaki nya pasti sakit. Walaupun anak itu tersenyum, tapi dia bisa merasakan nya. Hal itu dia lakukan agar mama nya tidak marah,makanya dia berusaha menahan rasa sakit itu.
"rumah kamu dimana ?" tanya dokter barry menatap ke arah Rara
Rara menyebutkan alamat apartemen kecil nya yang sudah dia anggap sebagai rumah,memang agak jauh dari hotel bintang lima itu. Apalagi didaerah hotel itu terdapat banyak perumahan elit juga apartemen elit,bagi nya sangat mustahil untuk bisa tinggal disana karena dia hanya single parent.
"Kalau begitu kerumah ku saja,lebih dekat dari sini" ucap Dokter barry sambil mengambil tubuh mungil anak yang digendong oleh Rara.
Veronica tersenyum senang,dia tidak menyangka jika hal yang dia lakukan membuat dokter barry dan wanita itu menjadi lebih dekat. Dia berharap kalau dokter barry bisa bercinta dengan Rara agar dia bisa mencari cara untuk membuat Farid berada disisi nya,dia ngak masalah harus dicoret dari daftar warisan atau keluarga nya.
Selama ini Vero merasa kalau keluarga nya hanya mementingkan diri sendiri saja,tidak perduli dengan keadaan nya yang harus di tuntut untuk sempurna. Lagi pula dia ngak perlu pria kaya dan memiliki harta banyak,dia hanya ingin hidup bahagia bersama pria yang dia cintai.
"eh.....pak,ngak usah . Saya bisa sendiri kok" ucap Rara yang merasa ngak enak harus berkata apa lagi
__ADS_1
Barry berjalan mendekati kedua orang tua Bagas,dia permisi dengan baik dengan mereka karena memang dia tidak mungkin pergi begitu saja. Apalagi kedua orang tua Bagas adalah sahabat nya ,dia juga akan memberikan ucapan selamat pada mereka .
"eekkhmmm....seperti nya aku harus pulang lebih dulu,selamat atas kehamilan menantu kalian" ucap Barry yang masih menggendong barry kecil
"terima kasih barry,ini.....siapa ? anak mu ?" tanya mama Bagas yang dari tadi memperhatikan Rara dan anak yang digendong barry
"ini anak saya tante,maaf merepotkan bapak ini. Seperti nya luka anak saya terbuka dan bapak ini mau menolong saya " jawab Rara dengan pelan,terlihat jelas wajah khawatir dari nya .
"eh....kamu Rara kan?teman nya aldi dan Bagas waktu kuliah dulu ?" tanya mama Bagas
"iya tante,sekali lagi selamat atas kehamilan istri Bagas semoga kedua nya sehat sampai lahiran " jawab Rara dengan lembut dan sopan
"waaah .....kalau begitu kalian cocok,kami tunggu undangan kalian ya " ucap papa Bagas dengan tenang membuat Rara dan Barry mengernyitkan dahi nya,mereka bingung dengan ucapan papa nya Bagas.
"bicara apa sih kamu ?" tanya barry dengan kesal
plaaak
"papa....mulut nya ih,hhmmm,memang benar kalau barry cocok dengan Rara. Biar keluarga mendiang suami kamu ngak merendahkan kamu lagi,barry bisa melindungi kamu dari mereka " jelas mama Bagas,tadi nya dia ngak suka suaminya bicara sembarangan. Tapi ada benar nya juga,yang selama dia tau kalau Rara di usir dan di paksa bercerai dari suami nya oleh keluarga pria itu.
Sehingga dalam keadaan hamil besar,Rara harus kembali ke keluarga nya dan dikeluarga nya Rara malah di anggap wanita pembawa sial . Mereka juga menyuruh Rara untuk pergi setelah anak nya lahir,untung nya Rara bertemu dengan aldi dan Bagas saat itu sehingga aldi membantu Rara untuk bekerja di perusahaan sedangkan Bagas mencarikan perawat untuk anak nya Rara dan dia yang bayar semua nya.
Rara merasa bersyukur saat itu karena aldi dan Bagas membantu nya dalam keadaan susah,makanya dia merasa ngak enak jika tidak datang malam ini.
__ADS_1
Barry tidak bicara apa pun,kemudian dia menarik tangan Rara karena dia melihat darah dikaki barry kecil semakin banyak. Mereka berjalan dengan cepat ke arah parkiran,sedangkan Rara sibuk dengan ponsel nya. Dia akan memesan taksi online,karena memang dia tadi datang dengan taksi.
Selama ini Rara hanya memakai motor matic nya jika bepergian,karena membawa Barry jadi dia memilih naik taksi online saja tadi. Karena Rara ngak berani membawa Barry dengan motor nya bila terlalu jauh perjalanannya ,dia belum berani melakukan hal itu.
"dimana alamat anda pak?" tanya Rara sambil berjalan dengan cepat mengikuti langkah kaki barry yang lebar dan panjang
"untuk apa?aku bawa mobil kesini " jawab barry yang sudah sampai didepan mobil nya.
Rara dari tadi tidak memperhatikan jalan nya sehingga dia tidak tau kalau mereka sudah sampai didepan parkiran dan didepan mobil yang terbilang mewah, Rara melihat barry membuka pintu dan memasukan anak nya kedalam bangku belakang.
"masuk lah,kita harus cepat. Karena darah nya semakin banyak " ucap Barry yang langsung menyingkir dari depan pintu agar Rara bisa masuk di bangku belakang
Tanpa berkata apa pun,Rara masuk kedalam mobil. Dia melihat darah dikaki anak nya memang semakin banyak,kemudian dia membuka celana panjang yang dipakai oleh Barry kecil agar dia bisa dengan mudah melihat keadaan kaki nya .
"Kenapa kakinya ?" tanya barry dengan tegas
"dua hari yang lalu jatuh dari sepeda,kaki nya kena pinggiran besi yang ada di sepeda orang lain karena dia main di taman depan apartemen " jelas Rara dengan sedih ,dia melihat wajah barry meringis.
"sakit ya sayang ?maafin mama ya " tanya Rara menatap ke arah barry kecil dengan sedih
"Barry ngak papa kok ma,ini cuma luka kecil. Mama ngak boleh sedih,barry akan cepat besar dan menjaga mama agar ngak diganggu sama nenek sihir itu lagi " jawab barry kecil dengan lembut .
Dokter barry mendengar pembicaraan ibu dan anak yang berada dibelakang nya ,membuat nya jadi teringat dengan apa yang dikatakan sahabatnya tadi. Dia jadi penasaran dengan wanita muda dibelakang nya ini.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘