My Hot Sekretaris

My Hot Sekretaris
tidur bersama


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Mata utari membulat sempurna melihat dekorasi dan aula pernikahan nya yang sudah mewah dan megah,dia merasa heran karena disana ada foto nya dan foto Bagas padahal mereka belum saling foto bersama.


Utari menatap foto miliknya yang terlihat tidak asing,foto itu diambil saat dia tidak mengetahui nya. Terlihat seperti foto genic, apalagi dia terlihat cantik disana . Bagas juga memiliki foto yang sama, entah siapa yang mengambil nya tapi mereka berdua terlihat serasi. Foto itu memang merupakan foto editan tapi ngak masalah bagi kedua nya karena memang foto itu tidak terlalu terbuka.


"apa ada yang kurang?Kamu bisa beritahukan pada mama,kita akan menambahkan nya jika kau ingin " ucap camelia sambil merangkul pundak utari


Utari menggelengkan kepala nya, dia merasa tidak ada yang kurang bahkan aula ini terbilang sangat mewah saat ini. Dekorasi nya benar-benar mengagumkan,utari bisa membayangkan berapa uang yang dikeluarkan untuk pesta pernikahan nya ini .


Utari merasa bersyukur bisa mendapatkan pria kaya yang mencintainya,tunggu...mencintai nya ?utari masih meragukan hal itu,pria yang dia nikahi pasti nya berpengalaman. Apalagi perkenalan mereka sangat lah singkat,Bagas sudah langsung mengajak nya menikah.


Utari menghela nafas nya dengan kasar,dia merasa sedikit bingung dengan hidup nya tapi mungkin ini lah yang terbaik. Bagas pasti menginginkan tubuh nya,begitu juga dengan nya yang entah sejak kapan sudah memikirkan tubuh berotot milik Bagas. Mungkin saat Bagas membuka kemeja nya di ruangan pribadi pria itu,lagi-lagi utari menghela nafas nya .


"ada utari?apa ada sesuatu yang tidak kamu sukai ? Kita bisa mengganti nya " tanya camelia yang dari tadi memperhatikan tingkah laku utari yang menghela nafas nya dengan kasar


"ah...ngak kok ma,hanya memikirkan sesuatu yang sedikit membuat kesal saja " jawab Utari,dia merasa tidak enak hati dengan calon mertua nya .


Setelah melihat aula dan sekeliling nya,utari merasa lelah. Dia kembali ke kamar nya,dia ingin merebahkan tubuh nya yang lelah sebelum pesta pernikahan nya besok. Melihat aula sebesar itu,dia yakin jika yang diundang pasti lah banyak dan akan memakan waktu yang cukup melelahkan bagi nya nanti.


"makasih ma,sudah mengantarkan aku kesini " ucap utari karena camelia memaksa untuk mengantarkan nya kembali ke kamar nya walaupun sampai didepan pintu saja karena dia takut jika sesuatu terjadi pada calon menantu nya itu.


"ngak apa-apa,mama juga mau istirahat kok. Sebentar lagi makan malam akan di antarkan ke kamar mu,kamu makan lalu langsung tidur ya sayang. Biar besok bisa fit kembali " ucap camelia sambil memeluk tubuh Utari membuat Utari tersanjung karena di cintai dan disayangi oleh mama mertuanya

__ADS_1


"terima kasih ma...terima kasih " ucap utari dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya


Berkah yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya,dia juga tidak menyangka bakalan bisa mendapatkan mertua yang baik dan kaya . Air mata nya masih mengalir di pipi nya dengan cukup deras nya,dia benar-benar merasa beruntung akan hal itu.


"sudah....sudah ,jangan nangis lagi. Istirahat lah sebentar sebelum makan malam datang " ucap camelia dengan lembut ,utari menganggukan kepala nya dengan cepat dan tersenyum


ceklek


Utari masuk kedalam kamar nya dan menutup nya kembali setelah sang mertua sudah berjalan meninggalkan kamar nya,dia ingin langsung tidur saja tapi sebuah tangan besar menariknya dan mendekap nya dari belakang.


Greep


"aaah...." Utari terkejut ,dia berusaha memberontak hingga akhirnya dia berhenti setelah mendengar suara pria


"kamu ngapain disini ?sana kembali ke kamar mu,jangan macam-macam nanti mama marah " ucap utari,dia ingin menarik tubuh nya tapi tidak diijinkan oleh Bagas.


Bagas malah membalikan tubuh Utari untuk menghadap ke arah nya,dia tersenyum menatap wajah Utari yang alami. Rasa rindu sudah membuncah di hati nya,padahal belum lama mereka tidak bertemu. Begitu juga dengan Utari,hanya saja utari tidak mungkin mengingatkannya.


cup


"Aku merindukan mu,lama sekali menunggu besok. Bolehkan aku memakan mu sekarang ?" ungkap Bagas dengan wajah nya yang terlihat sedih setelah mengecup bibir Utari


"hi....hi....Kau ini lucu sekali,memang nya aku makanan hah? sabar ya,setelah besok. Kapan pun kau mau pasti aku berikan, kita bisa melakukan nya yang kau ingin kan " jawab Utari dengan lembut, dia mengusap rahang tegas milik Bagas dan mengecup rahang itu .

__ADS_1


Bagas menghela nafas nya dengan kasar,dia benar-benar sungguh tidak tahan lagi tapi dia tidak ingin memaksanya. Rasa dihati nya benar-benar berbeda ,pernikahan nya sebelum nya tidak pernah seindah ini menurut nya. Banyak yang dia ingin kan dalam hidup nya bila bersama dengan Utari,dia merasa semua nya seperti mimpi.


Banyak harapan yang ingin dilakukan nya bersama dengan Utari,entah apa saja tapi dia ingin bersama dengan Utari selama nya. Menghabiskan sisa waktu nya bersama mereka,dia ingin melihat indah nya dunia bersama utari. Hanya utari,selalu utari yang ada dihati nya.


"aku ingin tidur disini,boleh ya?" pinta Bagas seperti anak yang manja.


Utari lagi-lagi tertawa dan menggelengkan kepala nya,ngak mungkin mereka tidur bersama seperti ini. Dia ngak mau mengambil resiko digerebek sama mertuanya,dia pasti akan sangat malu jika seperti itu nanti nya .


"Sayang....please,Aku ngak akan melakukan apa pun,hanya tidur sambil memeluk mu. Aku gugup" rayu Bagas yang kemudian memeluk tubuh Utari


"gugup?kau konyol sekali, ini pernikahan ke empat mu. Harus nya aku yang gugup ,bukan nya kamu " tanya Utari seolah merasa Bagas benar-benar lucu dan konyol


Bagaimana bisa Bagas mengatakan dia gugup,padahal selama ini Bagas terlihat dingin dan arogan pada semua orang. Apalagi bukan kali pertama dia menikah,harus nya utari yang mengatakan hal itu .


"tapi kau lah wanita pertama pilihan ku,aku benar-benar merasa gugup saat ini. Boleh ya " ungkap Bagas,dia memang beneran merasa sangat gugup sekali.


"Baiklah,kita tidur bersama tapi tidak ada acara melakukan nya sebelum pernikahan kita " jawab Utari pada akhirnya, karena dia yakin jika terus menolak permintaan Bagas maka Bagas akan melakukan nya juga nanti nya.


Bagas tersenyum senang ,dia mengecup bibir Utari sekilas. Dia tak berani melakukan lebih dari itu, karena dia takut jika nantinya dia tidak bisa menahan nya .


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2