
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Kakek dirgantara masih duduk dengan tenang dirumah nya,dia membaca koran dan melihat berita-berita terkini hingga akhirnya salah satu pengawal kepercayaan nya sudah berada disamping nya dan membisikkan sesuatu.
Raut wajah sang kakek terlihat marah dan kesal ,dia berdiri dengan tongkat kayu nya yang cukup gagah. Dengan bantuan tongkat nya dia berjalan menuju ruangan kerja nya,kemudian menelpon seseorang disana.
"siapkan mobil,kita ke perusahaan cabang "
Teriakan sang kakek membuat pelayan dan pengawal satu rumah utama terkejut,begitu juga dengan mama nya Bagas yang tadi nya sedang sibuk di dapur pun akhirnya keluar dari dapur dan menuju halaman rumah utama yang sudah banyak pengawal di sekeliling papa nya .
"ada apa pa? papa mau kemana ?" tanya mama nya Bagas dengan nada khawatir.
Mama Bagas sangat tau bagaimana papa nya ini,dia yakin jika sesuatu sudah membuat nya marah. Papa nya tidak pernah mau langsung berurusan dengan perusuh,tapi saat ini papa nya itu langsung turun tangan dan mengurus nya sendiri membuat mama Bagas sedikit khawatir.
"mantan menantu mu ingin mencari masalah dengan ku" jawab kakek Bagas dengan tegas .
Sang kakek langsung masuk kedalam mobil,dia menyuruh supir untuk menjalankan mobil nya dengan cepat ke perusahaan . Dia trus memantau keadaan di lobi perusahaan melalui CCTV, tangan nya mengepal dengan cukup kuat. Dia berharap bisa secepat nya sampai di perusahaan, tapi keadaan jalanan yang cukup macet membuat nya harus menunggu.
Setelah cukup lama,akhirnya kakek dirgantara sampai didepan perusahaan. Dia mendengar dengan jelas bagaimana ucapan semua karyawan yang sedang menonton drama secara langsung,mereka membicarakan mengenai utari juga Briana.
Para pria bertubuh kekar sudah berdiri dan membelah kerumunan didepan nya,sehingga pak tua yang sangat disegani itu sudah berjalan menuju Bagas dan Utari berada. Terlihat Briana duduk dilantai dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya ,terlihat sangat teraniaya sekali padahal dari rekaman cctv yang dilihat oleh Kakek nya Bagas. Terlihat kalau Briana lah yang membuat ulah lebih dulu.
__ADS_1
"Hiks....hiks....kakek" teriak Briana yang langsung berdiri dan mendekati kakek nya Bagas, dia akan memberitahukan siapa Utari pada pria tua yang pernah menjadi kakek mertua nya dulu .
Saat Briana mendekati kakek Bagas,beberapa pengawal yang berada didekat sang kakek langsung menahan nya agar tidak memeluk pria tua itu.
Tatapan mata sang kakek cukup tajam ,dia merasa ingin menghabisi Briana saat ini juga tapi pandangan nya beralih pada utari yang masih berada dalam pelukan cucu nya itu. Ada rasa kesal dihati sang kakek karena melihat Bagas hanya diam saja dan tidak melakukan apa pun pada Briana,dia mendekati Utari dan Bagas.
"Kakek,dia penipu kek. Anak yang dia kandung bukan anak nya Bagas,dia itu wanita murahan. Wanita ja lang " teriak Briana dengan cukup kuat ,semua orang mendengar nya.
Mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Briana,kalau memang utari adalah istri nya pak Bagas maka mereka yakin kalau Utari tidak pernah selingkuh atau dekat dengan yang nama nya pria kecuali pak Bagas sendiri karena mereka tau hampir setiap saat utari bersama dengan Bagas kemana pun dan dimana pun.
Pria tua itu mengepalkan tangannya dengan cukup kuat pada tongkat nya ,dia berbalik dan memukul tubuh Briana dengan cukup kuat. Dia tidak suka utari dikatakan wanita murahan dan ja lang,dia melihat tubuh Briana tersungkur karena pukulan nya yang cukup kuat .
"aaakkhh.....kakek,apa yang kau lakukan ? Harus nya yang kau pukul itu dia,dia ngaku-ngaku sudah menikah dengan Bagas dan hamil anak nya " teriak Briana dengan kesal, dia merasakan tubuh nya yang cukup sakit karena pukulan yang di lakukan oleh si kakek.
Semua orang terlihat terkejut,begitu juga dengan utari. Dia terkejut melihat sang kakek memukul Briana, belum lagi saat ini kakek tua itu memeluk nya dengan cukup erat. Utari semakin terkejut dan hanya bisa diam saja,dia merasa senang sekaligus bingung .
"kau ngak papa kan cucu menantu ku ?" Tanya sang kakek dengan pelan,dia menepuk pundak utari membuat Utari menangis.
Entah kenapa utari malah menangis,dia membalas pelukan sang kakek dengan cukup erat. Membenamkan wajah nya didalam dada bidang sang kakek,dia sudah cukup senang mendapatkan perhatian yang lebih seperti ini.
"Kenapa sayang?apa ada yang terluka?" tanya kakek Bagas dengan nada khawatir
__ADS_1
Kakek Bagas menatap Bagas yang masih menatap nya dengan kesal,tapi sang kakek malah membalas tatapan itu dengan tak kalah tajam nya . Seperti ada aliran listrik dengan tegangan tinggi keluar dari mata kedua nya,seolah akan membuat kebakaran yang cukup dahsyat nya.
"Kenapa kau biarkan wanita ular itu masuk kedalam sini ? Apa kau tidak bisa menjaga cucu menantu ku hah?" bentak sang kakek dengan cukup keras ,semua orang mendengar nya .
"Aku baru mau mengusirnya kek,aku ngak tau kalau dia datang kesini lagi " jawab Bagas dengan kesal
"Kenapa kalian masih diam saja hah!! bawa pergi wanita itu " Teriak Bagas dengan keras juga,dia merasa kesal disalah kan oleh kakek nya .
"Kalian kenapa sih? wanita itu yang penipu, kenapa kalian malah percaya pada nya " teriak Briana,sambil menghempaskan tangan beberapa pria yang menyentuh nya .
Tanpa perduli ucapan Briana,ketiga pengawal suruhan sang kakek sudah menarik tubuh Briana dan menghempaskan nya keluar. Sehingga tubuh Briana tersungkur dengan cukup kuat,tangan dan kaki nya lecet-lecet akibat gesekan aspal.
"Aaawww,kalian tidak tau siapa aku ya? kalian akan mendapatkan balasan nya nanti " bentak Briana sambil meringis menahan sakit
"Silahkan,kami akan menunggu nya nona. Tapi anda tau siapa yang menyuruh kami kan?apa anda berani berhadapan dengan pria tua itu?" jawab salah satu pria suruhan sang kakek.
Tadi nya Briana tidak terlalu yakin kalau kakek nya Bagas akan melakukan hal ini,karena pada pengawal itu mengaku kalau mereka adalah orang suruhan kakek Bagas maka dia ingin membuat kakek itu melihat apa yang dilakukan utari pada nya sehingga dia terlihat seperti orang yang dianiaya oleh Utari dan Bagas.
Tidak menyangka malah dia yang mendapatkan pukulan dari pria tua itu,ada rasa kesal dan marah di dalam hati nya . Kesempatan untuk mendekati Bagas tidak bisa lagi dia lakukan, karena pasti nya pria tua dirgantara itu tidak akan tinggal diam .
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘