
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Si bibik menatap wajah bingung barry,baru kali ini dia melihat barry terlihat murung dan melamun. Si bibik sudah mengikuti keluarga barry mulai dari barry kecil,jadi dia tau tumbuh kembang dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan oleh Barry selama ini.
"tuan muda,mendingan kita tanya pendapat non Rara jika anda takut ditolak. Anda bisa mendekati anak nya ,seperti nya anak nya begitu menyukai anda" saran si bibik membuat barry tersenyum lembut .
"makasih bik, tapi jika ngak berhasil juga gimana ?" keluh barry dengan tatapan bingung nya, membuat si bibik ingin tertawa tapi dia menahan nya.
"ada satu lagi cara nya tuan muda, anda buat non Rara hamil. Pasti dia mau menikah dengan anda" jawab si bibik dengan senyuman lembut nya
Sedangkan mata Barry melotot,dia merasa terkejut mendengar ucapan si bibik. Bagaimana bisa dia buat anak orang hamil dengan cepat,dia saja belum pernah melakukan nya . Jika miliknya besi,mungkin sudah berkarat.begitu lah yang dia pikirkan saat ini.
"Tapi bik..." jawab barry dan langsung dipatahkan oleh si bibik
"sebaiknya dicoba saja dulu tuan,ini sudah malam . Besok pagi coba minta pendapat non Rara atau malam ini tuan muda bisa buat cara kedua lebih dulu ,menghamili non Rara " ucap si bibik sambil tertawa dan berjalan dengan cepat keluar kamar nya
"bibik.." bentak barry yang merasa malu mendengarnya sendiri,masak iya untuk urusan seperti itu pun harus diajarkan orang lain .
Setelah si bibik keluar dari kamar nya,barry mulai memikirkan hal yang dikatakan oleh si bibik. Memang anak nya Rara sudah menerima nya, tapi jika Rara masih menolak nya. Dia harus apa? Rencana kedua sang bibik pun mulai dia pikirkan,dia akan menghamili Rara.
"Tapi bagaimana memulai nya ?" tanya Barry dalam hati, Dia tidak pernah mempelajari hal mengenai bercinta, walaupun dia pernah mempelajari mengenai anatomi tubuh manusia tapi dia tidak tau bagaimana memulai untuk bercinta
__ADS_1
Barry berjalan dengan pelan keluar dari kamar nya,hari sudah sangat cukup larut. Dia merasa bingung harus bagaimana memulai nya ,tapi dia akan mencoba nya.
Barry membuka pintu kamar miliknya ,dia akan menggendong Rara dan memindahkan nya ke kamar tamu yang memang tadi dia masuki . Dia berjalan mengendap-endap masuk kedalam kamar itu,seperti seorang pencuri agar barry kecil tidak terbangun .
Ceklek....
Pintu terbuka,Barry melihat rara yang sudah tidur disamping tubuh barry kecil sambil memeluk nya. Dia berjalan mendekati nya, berdiri disamping tempat tidur yang Rara tiduri. Terdapat cukup banyak ruang disamping tubuh Rara karena barry berada disamping lainnya ,melihat hal itu. Barry membalikan tubuh Rara hingga terlentang,dia ngak mau Rara terbangun sehingga dia mulai merangkak naik ke atas tubuh Rara.
Barry mulai mengingat film yang terakhir kali dia tonton saat remaja dulu,film romantis yang ada sedikit dengan iya-iya nya walaupun sebagian ada yang disensor tapi tetap saja dia bisa mengingat semua nya dengan jelas.
"dimulai dengan ciuman dan ikuti naluri aja " batin barry.
Saat hanya tinggal beberapa centi lagi,Rara membuka mata nya. Barry terkejut,begitu juga dengan Rara. Dia ingin mendorong tubuh barry tapi tangannya di naikan ke atas kepala Rara dan ditahan nya, membuat Rara semakin terkejut.
"apa yang anda lakukan pak?" tanya Rara dengan pelan,dia tidak ingin anak nya terbangun dan melihat apa yang mereka lakukan.
Barry tidak menjawab apa pun,dia langsung meraup bibir Rara membuat Rara terkejut dan berusaha memberontak tapi ciuman kaku yang diberikan oleh Barry mampu membuat Rara tersadar.
Rara masih diam merasakan lummatan yang diberikan oleh Barry,dia ingin tertawa karena tubuh barry terasa tegang dan ciuman nya kaku. Dia juga memperhatikan wajah barry yang sama seperti tubuh nya ,dia tersenyum tipis disela-sela ciuman nya.
Kemudian Rara mulai memejamkan mata nya, dia membalas ciuman kaku barry dengan ciuman lembut nya. Membuat barry membuka mata nya dan menatap ke arah wajah Rara yang sudah terpejam,dia mengikuti apa yang dilakukan di film yang dulu dia tonton.
__ADS_1
Tangan nya mulai terlepas satu dan turun menyentuh salah satu dada milik Rara,membuat Rara membuka mata nya dan melotot ke arah barry . Rara mulai memberontak tapi barry tidak membiarkan nya, dia melepaskan ciuman nya dan menatap mata Rara.
"bercinta lah dengan ku" ucap Barry dengan pelan,dia juga ngak mau barry kecil bangun.
"Jangan ,aku ngak mau " jawab Rara dengan suara pelan dan gelengan kepala nya ,dia ngak mau bercinta dengan Barry karena dia baru saja habis menstruasi. Dia takut jika dia akan hamil,dia ngak mau hal itu terjadi.
Mendapatkan penolakan dari Rara,membuat barry tersenyum dan melanjutkan aksi nya . Dia semakin bersemangat untuk bercinta dengan Rara,dia mencium dan memberikan gigitan di leher milik Rara membuat Rara membusung kan dada nya .
Rara melenguh dengan pelan,dia tidak ingin barry kecil terbangun, barry juga tidak melepaskan ciuman nya dileher Rara membuat Rara gelisah . Apalagi tangan barry sudah mulai masuk kedalam dress yang dipakai oleh Rara,entah belajar dari mana. Insting bercinta dalam diri Barry mulai timbul,dia tidak lagi perduli dengan ucapan Rara yang ingin menjerit tapi dia tahan .
Tangan barry sudah menggenggam bongkahan kenyal milik Rara yang sudah tidak tertutupi sehelai benang pun,dia merasakan dengan jelas kulit mulus milik Rara. Kemudian dia mulai memelintir pucuk dada milik Rara dengan lembut membuat Rara melengkungkan tubuh nya ke atas,dia merasakan sensasi yang aneh saat barry melakukan hal itu.
Rara sudah lama tidak merasakan sesuatu yang seperti itu,dari mulai hamil sampai saat ini. Dia sudah lupa bagaimana rasa nya mendapatkan rangsangan yang memabukan seperti ini,dia merasa seperti melayang dan ingin lebih lagi.
Apalagi daerah sensitif nya yang sudah mulai basah dan gatal,dia ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari Barry. Sentuhan yang dilakukan barry membuat nya terbuai,mata nya sudah sayu menatap ke arah barry.
Tangan barry terlepas pada bagian kepala Rara yang menahan tangan nya,Dia mulai bergerak ke arah lainnya yang lebih sensitif ditubuh Rara. Rara tidak lagi memberontak dan menikmati apa yang dilakukan oleh Barry,suara merdu milik Rara saat jari milik barry sudah memasuki bagian inti nya tapi hal itu hampir saja membuat barry kecil terbangun tapi dengan cepat tangan barry menutup mulut nya . Membuat Rara tersadar ,dia langsung melirik ke arah barry kecil yang sedang mengulet.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1