My Little Queen

My Little Queen
Bab.16 Pelajaran Malam


__ADS_3

Malam ini malam terakhir putri Artha sebagai seorang gadis,besok status nya akan berubah menjadi "Princess of Magna",tidak ada pesta lajang seperti yang biasa dilakukan para putri sebelum malam pernikahannya,karena di kerajaan Magna putri Artha tidak memiliki seorang teman pun untuk di ajak berpesta.


"Tok..tok!" pintu kamar putri Artha di ketuk.


"Siapa?" tanya putri Artha.


"Ini Natalie yang mulia!" serunya dari balik pintu.


"Masuklah Natalie!" ujar putri Artha.


Natalie dan seorang dayang masuk ke kamar putri Artha.


" Selamat malam putri" kata Natalie sambil tersenyum,ia dan temannya masuk kedalam kamar,mereka berdua membawa kotak dan buntalan.


"Selamat malam , Natalie!" jawab putri Artha.


"Selamat malam juga tuan putri,saya Jenny dayang dari bagian dapur istana." ujar Jenny sambil membungkuk.


"Ah, selamat malam juga Jenny,senang berkenalan dengan mu." kata putri Artha sambil tersenyum.


"Apa yang kalian bawa malam - malam begini?" tunjuk nya sambil memperhatikan kotak dan buntalan yang mereka berdua bawa.


"Ah,ini coba anda lihat yang mulia!" kata Natalie sambil membuka kotak dan buntalan yang mereka bawa.


Kotak itu berisi cemilan manis dari dapur istana,sedangkan buntalan itu berisi beberapa lembar kain dan bunga kering.


"Untuk apa semua ini, Natalie?" tanya putri Artha.


"Kita akan mengadakan pesta lajang kecil-kecilan tuan putri!" ucap Natalie sambil tersenyum riang.


"Ah, Natalie kau tidak perlu melakukan ini semua." kata putri Artha terharu.

__ADS_1


"Putri,aku sangat sedih karena anda tidak membuat pesta lajang sebelum hari pernikahan mu.Maka aku dan Jenny memutuskan untuk membuat pesta lajang untuk anda, walaupun mungkin ini tidak seperti yang anda harapkan,tapi kami akan berusaha sebaik mungkin!" kata Natalie dan diikuti oleh anggukan Jenny.


"Terimakasih Natalie, Jenny!" ujar putri Artha seraya memeluk keduanya,tanpa terasa air mata mengalir di pipinya,tentu saja putri Artha merasa sedih saat ini. Dimana biasanya seorang putri yang akan menikah dikelilingi oleh teman - teman dan keluarga nya dalam suasana bahagia. Namun ia hanya seorang diri di sini,tanpa teman dan tanpa keluarga.


Putri Artha sangat bersyukur masih ada Natalie dan Jenny yang menghiburnya malam ini.


"Jangan bersedih tuan putri,kami akan membuat pesta lajang ini tidak akan terlupakan bagi anda." kata Jenny mantap.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita mulai saja pesta lajang kita!" seru putri Artha sambil menghapus air matanya,ia berjanji akan menikmati pesta mereka bertiga malam ini.


Mereka bertiga mulai menyantap kue-kue yang mereka bawa dari dapur,tidak lupa Jenny yang hobi bernyanyi dan bercanda itu, menyanyikan lagu-lagu tentang cinta,ia juga membuat beberapa lelucon yang membuat putri Artha serta Natalie tertawa terpingkal-pingkal.


"Sebaiknya dibuat seperti ini bukan?" kata Natalie.


"Tidak-tidak,bukan seperti itu,tapi seperti ini!" ujar Jenny sambil mengoleskan pemerah bibir berwarna merah terang ke bibir putri Artha.


Lalu mereka berdua menatap hasil riasan mereka pada wajah putri Artha. Bedak yang tebal, pewarna mata dan wajah yang sangat terang,serta pemerah bibir yang sangat tebal dan merah.


"Hahahaha...!" Putri Artha ikut tertawa melihat pantulan wajahnya di cermin.


Natalie dan Jenny ikut bahagia mendengar sang putri tertawa ceria, mereka berpandangan sambil tersenyum.


"Apakah aku terlihat cantik seperti ini?!" canda putri Artha sambil memajukan bibirnya yang terlihat sangat tebal.


"Ah,bibir anda terlihat sangat menggoda yang mulia, pangeran Enzo pasti akan senang melihat nya!hahaha!" kata Jenny sambil tertawa.


Putri Artha berhenti tertawa,


"A..apa maksudmu Jenny? mengapa pangeran Enzo akan menyukainya?" ucap putri Artha terbata,ia sedikit bingung dengan apa yang di katakan oleh Jenny.


"Astaga! anda belum mengerti hal seperti itu yang mulia?" tanya Jenny terkejut.

__ADS_1


Putri Artha mengelengkan kepalanya.


"Putri Artha belum genap berusia enam belas tahun , Jenny. Putri pasti belum di ajarkan tentang masalah ini,bukankah para putri bangsawan baru akan belajar masalah ranjang setelah mereka berusia enam belas?" jelas Natalie.


"Kau benar Natalie, berbeda dengan kita para dayang,kita sudah di ajarkan masalah tersebut saat usia lima belas. Itu artinya tuan putri baru akan mempelajarinya setelah musim gugur tahun ini." tambah Jenny sambil menopang dagunya di atas tangannya sambil berpikir.


Meskipun putri Artha adalah seorang gadis yang pintar,tapi soal yang satu ini putri Artha masih sangat polos. Ia terlihat bingung dengan apa yang di bicarakan oleh kedua dayang nya itu.


"Baiklah,kami akan memberikan yang mulia pembelajaran singkat tentang bagaimana menghangatkan ranjang anda setelah menikah,tuan putri!" ujar Jenny dengan sangat bertekad.


"Pertama-tama anda harus memastikan kalau pangeran Enzo tertarik dengan penampilan anda yang mulia,saat anda hendak mulai berciuman pastikan untuk memajukan bibir anda seperti ini." ujar Jenny sambil memajukan bibirnya.


"Lalu,biarkan ia menyentuh anda dan.......!" Jenny menjelaskan dengan berapi-api pelajaran yang tidak pernah putri Artha pelajari sebelumnya itu.


"Aaaaaa... tidak!!,mana mungkin aku melakukan hal itu, Jenny! itu sangat memalukan!!" teriak Putri Artha sambil menutup wajahnya yang memerah karena malu.


Natalie dan Jenny merasa bingung melihat hal itu, sekaligus mereka merasa kasihan dengan putri Artha dan mungkin juga dengan pangeran Enzo, apakah sang putri akan berteriak seperti ini saat pangeran Enzo mendekati nya nanti? baru di ceritakan saja ia sudah berteriak histeris,bagaiman kalau..?ah, sudahlah.


Pesta lajang mereka bertiga akhirnya usai,malam sudah semakin larut, Natalie dan Jenny pamit untuk kembali ke kamar mereka.


"Selamat malam yang mulia,semoga tidur anda nyenyak malam ini!" tutur mereka berdua sebelum putri Artha menutup pintunya.


"Selamat malam untuk kalian berdua dan terima kasih atas segalanya!" ujar putri Artha seraya memeluk kedua dayang nya tersebut.


Natalie dan Jenny melambaikan tangannya kepada sang putri, putri Artha membalasnya dengan lambaian tangannya pula.


Natalie dan Jenny kembali ke kamar mereka sambil tersenyum-senyum, mereka sangat senang bahwa pesta kejutan yang mereka buat di sukai oleh sang putri.


Pangeran Enzo memperhatikan apa yang dilakukan mereka bertiga,malam ini pangeran Enzo harusnya mengadakan pesta lajang dengan teman-teman lelakinya,tapi ia mengurungkan hal tersebut saat ia tahu putri Artha tidak bisa mengadakan pesta itu untuk dirinya sendiri.


"Setidaknya kau banyak tertawa malam ini Artha." ujarnya dalam hati, seulas senyum terlihat di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2