My Little Queen

My Little Queen
Bab 36 Rahasia kota Musty


__ADS_3

"Ah, ternyata ia sudah tertidur." ujarnya sambil tersenyum.


Pangeran Enzo menatap lembut wajah putri Artha yang sedang terlelap. Perjalanan panjang dan melelahkan yang baru saja ia lewati seakan terobati dengan menatap wajah wanita yang telah mencuri hati nya itu dari dekat.


"Aku sangat merindukan mu." gumam pangeran Enzo pelan,berlahan namun pasti rasa yang dulu sudah ada di hatinya itu sekarang semakin berkembang dan merekah.


Seperti air bah yang meluap, perasaan rindu yang mendalam dalam relung hati nya terasa membuncah. Perasaan itupun lah yang hampir membuat misinya dan jenderal Valentine hampir gagal karena pangeran Enzo yang kehilangan konsentrasi pada apa yang seharusnya ia lakukan.


Flashback


"Yang mulia,kita tidak bisa meninggalkan misi ini begitu saja tanpa hasil." ujar jenderal Valentine malam itu,sudah hampir tiga hari mereka mengintai kegiatan yang dilakukan oleh orang - orang yang mereka curigai di perbatasan wilayah kerajaan Magna itu,namun belum ada juga bukti yang mereka temukan.


Sebelumnya jenderal Valentine dan pangeran Enzo mendapatkan informasi dari salah seorang prajurit pengintai yang menyamar sebagai orang biasa di perbatasan bahwa ada segerombolan orang yang sering bolak-balik dari wilayah kerajaan Magna ke luar wilayah kerajaan lain. Dan sepertinya mereka adalah orang - orang yang terlatih dengan baik. Semakin hari jumlah mereka semakin banyak saja ,hal tersebut membuat kecurigaan bahwa orang - orang tersebut sedang membuat rencana penghianatan terhadap kerajaan Magna.


Untuk membuktikan hal itu, jenderal Valentine dan pangeran Enzo sengaja datang sendiri dan mengintai kegiatan orang - orang tersebut di wilayah perbatasan.


"Tapi paman,sudah tiga hari kita menunggu di sini dan tidak ada satu pergerakan pun yang kita temukan." kata pangeran Enzo.


Pangeran Enzo membicarakan rencananya kepada jendral Valentine untuk mengakhiri pengintaian mereka segera,karena ia anggap tidak mendapatkan hasil apapun.


"Aku tidak berpikir prajurit pengintai itu akan berani berbohong tentang masalah sebesar ini,yang mulia." ujar jenderal Valentine ,ia sangat yakin apa yang dilaporkan oleh prajurit pengintai itu pastilah benar adanya. Karena prajurit itu sudah tahu konsekuensinya apabila ia berbohong maka nyawanya lah taruhannya.


"Hhh..!"


Pangeran Enzo menarik napas berat,


ia tidak bisa beralasan apa - apa lagi kepada jendral Valentine,karena apa yang di ucapkan oleh jenderal Valentine sangat lah masuk akal.


"Baiklah kita tunggu sampai besok,tapi kalau sampai besok sore tidak kita temukan hasil apapun,maka misi ini akan segera aku batalkan." kata pangeran Enzo tegas.


Jenderal Valentine mengangguk setuju. Sebenarnya jenderal Valentine tahu benar alasan utama pangeran Enzo ingin mengakhiri misi ini dan segera kembali ke istana kerajaan Magna yaitu karena dua hari lagi adalah hari ulang tahun istrinya putri Artha. Tapi jenderal Valentine tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimanapun misi ini sangatlah penting dan berkaitan langsung dengan keselamatan kerajaan Magna.


"Ah,paman , bagaimana kalau kita menyamar dan mencari informasi di keramaian?" usul pangeran Enzo tiba-tiba.

__ADS_1


Jenderal Valentine berpikir sejenak,


"Apakah maksud yang mulia kita mencari informasi di pasar?" ujar jenderal Valentine.


"Tepat sekali paman. Tidakkah paman tahu,pasar adalah tempat bertemunya banyak orang,di sana orang-orang akan membicarakan banyak hal termasuk gosip yang beredar disekitar mereka." kata pangeran Enzo yakin.


"Baiklah kalau begitu yang mulia,mari kita bersiap - siap." kata jenderal Valentine sambil segera bergegas menyiapkan segala sesuatu untuk mereka.


Di pasar pangeran Enzo maupun jenderal Valentine sudah mengenakan pakaian biasa layaknya seorang petani yang ingin membeli keperluan mereka. Mereka berdua berjalan berkeliling sambil memperhatikan orang-orang di sekitarnya.


"Wah,roti isi daging ini enak sekali!" seru seorang pria yang sedang mengigit sepotong roti isi.


"Ya,toko roti itu sangat terkenal. Banyak sekali orang yang mengantri untuk mendapatkan nya." ujar teman si pria.


Pembicaraan kedua orang tersebut terdengar oleh telinga pangeran Enzo dan jenderal Valentine yang sedang lewat. Mereka bisa melihat tak jauh dari sana sebuah toko roti yang di depannya terdapat antrian banyak pelanggan.


"Bahkan kudengar para pekerja asing yang berbadan besar itu juga sering membeli roti isi untuk teman - temannya di sana. Mereka membeli banyak sekali sehingga kita sering kehabisan dan tidak mendapatkan roti itu." sambung pria tadi.


"Set..!"


"Ehmm..maaf tuan,bisakah saya bertanya sebentar?" tanya jenderal Valentine.


Kedua pria itu pun menoleh ke arah jenderal Valentine,mereka memperhatikan nya sejenak lalu berkata.


"Ada apa?" kata salah seorang dari mereka dengan sedikit curiga.


"Putra ku sangat menyukai roti isi daging,aku sangat ingin membelinya untuk ku bawa pulang ke rumah." kata jenderal Valentine.


"Kau bisa membelinya disana!" tunjuk salah seorang dari mereka ke arah toko roti tersebut.


"Ah,aku sudah ke toko itu tadi,tapi kata pemilik nya rotinya sudah habis." kata jenderal Valentine beralasan.


Mereka berdua memperhatikan masih banyak orang yang mengantri di depan toko itu,tapi mengapa rotinya sudah habis.

__ADS_1


"Maksudku,rotinya hanya tersisa untuk yang sudah memesan duluan. Sepertinya ada yang memesan dalam jumlah banyak." kata jenderal Valentine sambil berlagak seolah - olah sedang kesal.


"Kau benar tuan,para pekerja asing itu pasti yang memesannya. Mereka selalu memesan roti isi dalam jumlah yang sangat banyak."ujar pria tadi.


"O,ya benarkah?siapa mereka itu?mengapa pekerjaan asing itu berada di kota Musty ?" tanya jenderal Valentine.


"Mereka itu orang - orang dari kerajaan Tartan, mereka masuk melalui perbatasan. Kami juga tidak tahu alasan mengapa mereka berada di kota ini, mungkin mereka sedang ada kerjasama dengan pihak istana kerajaan Magna." ujarnya.


"Begitu kah?" jenderal Valentine menangapi perkataan keduanya dengan pura-pura mengerti.


"E,tuan apa tadi kau menginginkan roti isi daging untuk putra mu? aku masih ada dua yang belum ku makan,apakah kau ingin membeli sisa roti isi punya ku ini untuk putramu?" tanya seorang pria sambil menunjukan sebuah bungkusan berisi dua buah roti isi daging yang belum ia makan.


"Oh, baiklah aku akan membeli nya tuan, terimakasih." kata jenderal Valentine sambil menukar sejumlah uang dengan dua potong roti pada pria tersebut.


Setelah nya jenderal Valentine menceritakan semua yang dikatakan oleh kedua pria tadi kepada pangeran Enzo.


"Benarkah begitu paman!?" seru pangeran Enzo.


"Ya, pangeran. Mereka juga mengatakan bahwa orang - orang asing itu bertubuh besar dan kuat, kemungkinan mereka adalah orang-orang yang terlatih untuk berperang atau berkelahi." kata jenderal Valentine lagi.


"Apakah kita perlu bertanya kepada pemilik toko roti isi itu kemana mereka mengantar roti pesanannya?" pangeran Enzo memberi saran.


"Sepertinya itu tidak perlu yang mulia,coba anda lihat ke arah kanan!" kata jenderal Valentine, pangeran Enzo menoleh kearah yang ditunjuk jenderal Valentine dengan hati- hati. Dilihatnya ada tiga orang asing bertubuh besar sedang membawa sekeranjang roti isi yang mereka pesan.


"Ayo kita ikuti mereka!" bisik pangeran Enzo yang diikuti anggukan jenderal Valentine.


Mereka berdua pun segera bergerak untuk mengikuti para pria asing itu dengan hati-hati. Sambil mengendap - endap keduanya mengikuti kemana tujuan mereka, hingga tibalah mereka di sebuah gudang bekas tempat pengolahan anggur di perkebunan anggur tua di utara kota Musty .


Ketiga pria itu terlihat mengamati sekitar lokasi dengan seksama sebelum memasuki gudang anggur tersebut. Pangeran Enzo dan jenderal Valentine bergegas berlari ke arah belakang gudang dan bersembunyi di sana. Pangeran Enzo dan jenderal Valentine sangat terkejut ketika melihat apa yang ada di dalam gudang anggur lewat celah di bawah jendela yang sudah lusuh itu.


Puluhan bahkan mungkinkah ratusan pria berbadan besar dan kekar sedang berkumpul dan duduk dengan serius mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di tengah-tengah gudang besar itu. Dan mata pangeran Enzo serta jendral Valentine lebih terbelalak lagi saat mereka melihat siapa orang yang sedang memberi instruksi pada para pria tersebut.


"Apakah mataku tidak salah melihat paman Valentine!" bisik pangeran Enzo pada jenderal Valentine yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


" Tidak yang mulia,apa yang anda lihat tidaklah salah." bisik jenderal Valentine dengan suara bergetar.


__ADS_2