My Little Queen

My Little Queen
Bab. 20 Rencana perjalanan


__ADS_3

"Putri Artha,apakah anda mencurigai sesuatu?" tanya Natalie saat mereka kembali ke kamar sang putri dan Jenny sudah kembali ke pekerjaan aslinya di dapur.


"Hmm..aku belum terlalu yakin,tapi perasaanku mengatakan,mungkin nona Anne ada hubungannya dengan cookies beracun itu." jawab putri Artha sambil menyilangkan tangannya.


"Apa kau tahu racun yang ada di dalam cookies itu yang mulia?" tanya Natalie penasaran.


"Itu taxane,racun taxane biasa di temukan pada hampir semua bagian pohon yew, dan saat aku melihat hutan yew di belakang kebun istana tadi semuanya menjadi jelas."


"Tapi masalahnya sekarang,apa yang membuat nona Anne ingin meracuniku?apakah ada yang menyuruhnya melakukan hal itu? dan dimana keberadaan nya sekarang?" ujar putri Artha sambil berpikir keras , semua pertanyaan itu membuat putri Artha lelah, akhirnya mereka memutuskan untuk menunda penyelidikan ini keesokan harinya.


Keesokan harinya putri Artha sudah meminta ijin kepada pangeran Enzo untuk memangil tuan Churros yang bertanggung jawab atas makanan penutup di dapur istana ke ruangan kerja istana,dia beralasan ingin mengucapkan terima kasih karena hidangan penutup yang di buat oleh nya sangat enak.


"Tok..tok!!" pintu ruang kerja di ketuk.


"Silahkan masuk!" seru putri Artha.


"Saya mendapat perintah untuk menghadap anda yang mulia." ujar tuan Churros yang berperawakan gempal dan sedikit pendek dengan kumis melintang di bawah hidung nya. Sangat cocok dengan gambaran seorang koki makanan manis yang handal.


"Ya,saya meminta ijin kepada pangeran Enzo untuk mengundang anda kemari." jawab putri Artha sambil tersenyum.


"Silahkan duduk tuan Churros." ujar putri Artha mempersilahkan.


"Aku sangat menyukai makanan penutup yang manis dan segar,aku mengundang anda kemari untuk mengucapkan terimakasih karena hidangan yang anda buat sangat lah lezat." ucap putri Artha memulai pembicaraan.


"Terimakasih atas pujiannya yang mulia." ujar tuan Churros sambil membungkuk,ia tersenyum manis, terlihat aura kebanggaan di wajahnya,ia merasa senang karena tuannya memuji hidangan yang telah ia buat.


"Aku akan memberi Anda beberapa koin emas sebagai hadiah untuk anda. Natalie tolong kau bawakan ke sini!" ucap putri Artha.


Mata tuan Churros terlihat berbinar-binar,ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah dari sang putri.


"Terimakasih yang mulia, anda sangat baik hati." senyumnya terlihat sangat lebar saat menerima kantong yang berisi koin emas.


"O,ya tuan Churros. Saya dengar di dapur anda,ada beberapa dayang yang juga pandai membuat hidangan." putri Artha mulai menanyakan tujuan nya.


"Ya,yang mulia. Marie dan Anna sangat pandai membuat puding dan kue,serta nona Anne sangat pandai meracik cookies! eh,maksudku Marie dan Anna sangat membantu." ujar tuan Churros sambil meralat ucapannya.

__ADS_1


" Lalu ada apa dengan nona Marie,apakah ia tidak membantu anda?" tanya nya lagi.


"Marie cukup membantu,tapi ia sudah beberapa hari ini belum kembali ke dapur istana yang mulia." jawabnya gugup.


"Mengapa ia belum kembali?apakah terjadi sesuatu pada nya?" Putri Artha terus menyelidiki.


"Beberapa hari yang lalu ia meminta ijin untuk kembali ke rumahnya karena ibunya sedang sakit,tapi sampai hari ini ia belum juga kembali." tambah tuan Churros.


"Apakah ia meminta ijin langsung ke pada anda?" tanya nya lagi.


"Tidak yang mulia,kepala pelayan yang menyampaikan nya kepadaku." jawabnya serius.


"O, begitu." kata putri Artha sambil berpikir sejenak.


"Baiklah tuan Churros terimakasih atas informasinya. Anda bisa kembali ke tempat anda bekerja." tutur putri Artha sambil tersenyum kecil.


"Terimakasih yang mulia." ujar tuan Churros sambil membungkuk dan berlalu ke luar ruangan.


"Sepertinya tuan Churros tidak tahu apa-apa,tuan putri." kata Natalie.


"Sepertinya begitu." Putri Artha menimpali.


Seperti biasanya pagi ini mereka sarapan bersama di ruang makan.


"Dua hari lagi akan di adakan lomba berburu di kerajaan Spania, kita kan berangkat ke sana besok pagi." ujar pangeran Enzo saat ia sudah menyelesaikan sarapannya.


"Spania? kenapa kau tidak memberi tahuku? bukankah itu sangat jauh." kata putri Artha tidak senang.


"Aku sedang memberi tahu mu sekarang!" jawabnya datar.


"Selain itu kita juga akan mengunjungi paman Edmund di benteng barat,karena jalan ke kerajaan Spania melewati wilayah benteng barat." tambahnya lagi,lalu Pangeran Enzo beranjak pergi.


Tiba-tiba ia berhenti sejenak,


"Dan satu lagi,malam ini kita akan makan bersama ayah dan permaisuri di istana timur." ujarnya lalu benar - benar berlalu pergi.

__ADS_1


"Mengesalkan,ia hanya berbicara untuk membuatku kesal saja!" ujar putri Artha dengan wajah cemberut.


Makan malam di istana barat agak berbeda malam ini,seorang putri ikut menemani mereka makan di meja besar itu.


"Bagaimana kabar mu Artha?aku sangat senang melihat mu di sini. " kata raja Edward sambil tersenyum kepada sang menantu.


"Baik yang mulia,aku juga sangat senang bisa ada di sini." ujarnya dengan sopan.


"Apakah Enzo memperlakukan mu dengan baik?kau bisa mengadukan nya padaku bila Enzo memperlakukan mu dengan buruk!" ujar sang raja sambil kembali tersenyum.


Ingin rasanya putri Artha menceritakan apa yang terjadi padanya selama seminggu ini,ia menoleh ke arah suaminya yang terlihat dingin sambil menikmati hidangan yang ada.


"Enzo..,baik padaku yang mulia." akhirnya kata itu yang terucap dari mulutnya.


"Aku senang mendengarnya." kata raja Edward.


"Ku dengar kalian akan pergi ke perlombaan berburu di kerajaan Spania,apakah kalian juga akan mengunjungi paman Edmund di benteng barat?" tanya permaisuri Elizabet kepada pangeran Enzo.


"Ya , begitulah." jawab Enzo sekedar nya.


"Kalau kalian bertemu Andrian, tolong sampaikan salam ku padanya dan tanyakan kapan ia akan pulang ke istana." ujar permaisuri Elizabeth,tentu saja permaisuri Elizabeth merasa rindu dengan anak kandungnya yang sudah beberapa hari tidak ia lihat itu.


" Nanti akan aku sampaikan." ujar pangeran Enzo lagi.


" Ku rasa pergi ke Spania adalah ide yang bagus, walaupun tidak resmi tapi anggaplah ini sebagai perjalan bulan madu kalian." ujar sang raja.


" Aku harap akan segera ada kabar baik dari kalian berdua." tambah raja Edward.


"Uhuuk..uhuk!" pangeran Enzo tersedak seketika saat mendengar ucapan raja Edward,ia tahu maksud dan tujuan dari perkataan sang ayah.


" Ada apa Enzo,kenapa kau tiba-tiba tersedak!" ujar putri Artha sambil mengambilkan segelas air untuk pangeran Enzo.


"Minumlah ini!" ujarnya sambil tanpa ia sadari tangannya menepuk - nepuk punggung pangeran Enzo.


Raja Edward tersenyum melihat kelakuan manis putri Artha,ia terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Ah,maafkan aku!" ujar putri Artha sambil menarik tangan nya kembali.


Suasana menjadi canggung karena hal tadi,seulas senyum terukir di wajah pangeran Enzo,entah mengapa ia suka dengan apa yang di lakukan oleh putri Artha kepadanya.


__ADS_2