My Little Queen

My Little Queen
Bab 43 Tawanan dan Tawaran


__ADS_3

"A..apa yang mulia?apakah anda tidak salah?ada gadis itu bersama pangeran Adrian,yang mulia!" ujar Natalie mengingatkan.


"Ya,aku tahu Natalie. Ijinkan mereka berdua masuk!" perintah nya.


Natalie berbalik ke belakang,dengan gugup dan perasaan khawatir ia berlahan membuka pintu kamar itu.


" Adrian berhenti!!"


Seru pangeran Enzo dari arah belakang,ia terlihat tergesa menuju ke arah pangeran Adrian diikuti Robie dan beberapa pengawal.


Pangeran Adrian tersentak mendengar teriakan itu,tanpa menoleh ia hanya tersenyum sinis.


" Hah! apa hak mu menghentikan ku Enzo?apa karena kau suaminya?" ucapnya tajam.


Pangeran Enzo hanya diam,ia tahu sang adik akan memulai pertengkaran dengan nya.


" Suami seperti apa yang tidak bisa melindungi istrinya dari serangan seorang gadis seperti ini, hah?" sindir pangeran Adrian sambil menyunggingkan senyum mengejek.


"Adrian ku mohon hentikan!" pangeran Enzo berusaha untuk meredam amarah nya atas ucapan pangeran Adrian tadi.


"Hahaha..!kau tak bisa menghentikan ku Enzo,kau lihat gadis ini?aku akan menghabisi gadis ini di depan Artha agar dia dapat menilai siapa yang benar-benar bisa melindungi nya!" ucap pangeran Adrian dengan nada sombong sambil menarik ikatan tali pada tangan Xana,membuat Xana yang sudah di sumpal mulut nya itu terhuyung ke depan.


"Set..!"


Pangeran Enzo menarik kerah baju pangeran Adrian dengan marah,apa yang di ucapkan oleh Adrian tadi sudah diluar batas.


"Hmm..ternyata ada drama cinta segitiga di sini, menarik sekali!" pikir Xana dalam hati. Walaupun Xana berusia cukup muda tapi pengalamannya bertemu banyak orang telah membuatnya dapat menilai karakter dan sifat seseorang dari gerak-gerik orang tersebut. Oleh karena itu Xana bisa mengetahui bahwa pangeran Adrian memiliki hati pada putri Artha yang merupakan istri dari kakaknya sendiri.


"Enzo, berhenti!" suara putri Artha yang tertatih berjalan ke arah mereka sambil memegang dadanya yang belum sembuh total.


Pangeran Enzo segera melepaskan tangannya dari kerah baju pangeran Adrian,ia lalu segera menghampiri putri Artha dan segera membawanya ke tempat tidurnya.


"Artha,apa yang kau lakukan.Kau masih harus beristirahat." kata pangeran Enzo dengan khawatir pada sang istri.


Pangeran Adrian memalingkan wajahnya saat melihat adegan itu, hatinya masih terasa bergemuruh bila melihat kedekatan suami istri itu.


"Aku tidak apa-apa, Enzo. Aku mau duduk saja." kata putri Artha tegas,hingga membuat pangeran Enzo tak dapat membantah nya.


Putri Artha lalu duduk di tepi tempat tidur nya.

__ADS_1


"Masuklah Adrian." ujar putri Artha.


Pangeran Adrian yang masih berdiri di depan pintu akhirnya masuk ke dalam kamar tersebut bersama Xana. Ini pertama kalinya Xana melihat kamar yang sangat besar dan indah seperti ini,ia berdecak kagum melihat ornamen yang berlapis emas di setiap sudut dinding kamar.


"Ah,para putri dan pangeran itu ternyata benar-benar sangat kaya!" gumam Xana dalam hati.


"Hhh..! Setidaknya aku pernah menginjak permadani indah ini dan melihat kamar indah seorang putri sebelum kematian ku." gumam Xana lagi sambil memelas lesu membayangkan nasib hidupnya.


Xana tidak menyangka bahwa akhir hidupnya akan berakhir di tangan seorang pangeran muda yang tidak ia kenal sama sekali. Sungguh miris, pikirnya.


"Artha,aku sungguh tidak percaya suami mu ini tidak bisa melindungi mu dari seorang gadis sepertinya!" ucap pangeran Adrian menyindir pangeran Enzo.


Pangeran Enzo hanya diam sambil menahan marahnya, putri Artha melirik sang suami yang terlihat sedang menahan amarahnya. Rahangnya mengeras, mulutnya terkatup rapat dan tangannya mengepal kuat.


"Aku,menemukan gadis ini saat ia mencoba melarikan diri dari kastil tua tempatnya di tahan." cerita pangeran Adrian.


"Dan aku akan menghabisi gadis ini di depanmu agar ia tidak bisa lagi mengganggu kehidupan mu di masa depan!" seru pangeran Adrian dengan percaya diri.


Perkataan pangeran Adrian mencengangkan semua yang ada di sana, mereka tercekat dengan ucapan sang pangeran yang terkesan sadis itu.


" Adrian,aku berterimakasih dengan apa yang telah kau lakukan untuk ku,tapi..." putri Artha menggantung ucapan nya.


" Tapi bukankah hukuman itu terlalu mudah bagi gadis ini." ujar putri Artha lagi.


" Begitu kah menurut mu Artha?" ujar pangeran Adrian bingung.


" Ya, tentu saja! Luka di tubuhku ini akan meninggalkan bekas yang tidak akan hilang seumur hidupku." tambahnya.


Pangeran Adrian mengernyitkan dahinya,lalu mengangguk kecil tanda mengerti.


" Lalu, menurut mu hukuman apa yang setimpal untuk gadis ini, Artha?" kata pangeran Adrian senang,ia merasa putri Artha menyukai apa yang telah ia lakukan.


Xana menelan ludahnya dengan kasar, keringat dingin mulai mengalir di dahinya. Xana merasa cemas dengan hukuman yang akan di berikan sang putri.


" Sial..!ternyata putri Artha sangat kejam!" pikirannya.


" Aku ingin gadis ini berada di bawah kakiku selama hidupnya!" seru putri Artha.


Pangeran Adrian, pangeran Enzo dan yang lainnya terlihat mengernyitkan dahinya. Mereka semua bingung dengan ucapan sang putri.

__ADS_1


" Apa maksudnya Artha?aku tidak mengerti" kata pangeran Adrian.


" Aku ingin ia menjadi pengawal pribadi ku seumur hidupnya!" serunya lantang.


" Haa.. pengawal pribadi!?" pangeran Enzo dan Natalie sungguh terkejut mendengar hal itu. Bagaimana bisa putri Artha mempekerjakan seorang gadis yang hampir saja membunuh nya sebagai pengawal pribadi nya.


" Tunggu dulu! Artha, bukanya aku tidak menyetujui keinginan mu,tapi aku bisa mencarikan orang lain yang lebih ahli dan berpengalaman untuk menjadi pengawal pribadi mu." pangeran Enzo mencoba membujuk istrinya.


"Tidak , Enzo! aku yakin ada seseorang di sini yang bisa membentuk gadis ini menjadi seorang pengawal pribadi yang ahli dan terampil untuk ku." ujar putri Artha sambil melirik ke arah pangeran Adrian.


" Si.. siapa maksudmu? aku?" kata pangeran Adrian tergagap.


" Ya,kau Adrian. Dengan keahlian dan pengalaman yang kau miliki,aku yakin kau bisa mengajari gadis ini." kata putri Artha sambil tersenyum manis.


Pangeran Adrian merasa berbunga- bunga mendengar ucapan yang ia arti kan sebagai pujian dari putri Artha kepada dirinya itu.


" Tentu saja! tentu saja aku bisa melakukannya." kata pangeran Adrian dengan penuh percaya diri.


"abcdefg..." mulut Xana yang tersumbat kain seperti ingin menyampaikan sesuatu.


" Apa yang ingin di katakan gadis itu?" kata pangeran Enzo saat mendengar Xana mengucapkan sesuatu yang tidak jelas.


Pangeran Adrian membuka sumpalan di mulut Xana.


"Hah..! kalian para pangeran dan putri seenaknya saja menentukan apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mau menjadi bawahan siapapun,kalian mengerti!!" seru Xana tegas.


"Hei kau!kau pikir siapa kau,hingga bisa menolak perintah putri Artha,hah?" ejek pangeran Adrian.


Xana hendak mengumpat untuk meladeni ejekan pangeran Adrian saat tiba-tiba putri Artha menawarkan sesuatu padanya.


"Aku akan membayar mu lebih!" ucap putri Artha serius.


"Aku akan membayar mu dua kali lipat dari apa yang kau dapatkan selama ini." tambahnya lagi.


Xana memutar wajahnya ke arah putri Artha, gadis penyuka koin emas dan perak serta apapun yang berupa materi itu menyunggingkan senyum liciknya.


"Ditambah makan dan tepat tinggal gratis seumur hidup dan bayaran lebih bila ada pekerjaan tambahan!" ujar Xana menaikan tarif nya .


"Baiklah,aku setuju!"seru putri Artha

__ADS_1


__ADS_2