My Little Queen

My Little Queen
Bab. 26 Menunggu mu.


__ADS_3

" Berhasil!!"


Teriak Natalie senang saat kunci pintu ruangan itu mulai terbuka. Ia pun bergegas keluar dan menuju tenda putri Artha untuk menemui sang putri.


"Yang mulia putri Artha, apakah anda ada di dalam?" seru Natalie memangil sang putri dari luar tenda.


Tidak ada jawaban sama sekali, Natalie berpikir mungkin sang putri sedang beristirahat hingga tidak mendengar panggilan nya.


Ia pun segera mengintip dari balik pintu tenda,tidak ada siapa-siapa di dalam tenda tersebut.


"Kemana putri Artha pergi?" pikirnya.


"Hei, Natalie apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang pengawal saat melihat Natalie hanya tertegun di depan tenda.


"Apa putri Artha ada di dalam?aku hendak melaporkan sesuatu" tanya pengawal tersebut.


"Hah? apakah kau tidak melihat putri dari tadi?" tanya Natalie.


"Bukannya putri bersamamu dari tadi?" balas sang pengawal heran.


"Aku dari tadi siang terkurung di dalam sebuah ruangan di dekat sana, sepertinya ada seseorang yang sengaja mengunciku dari luar."jelas Natalie lagi.


"Lalu di mana putri Artha sekarang?" Natalie dan pengawal itu mulai terlihat cemas.


Mereka dengan sigap mulai mencari sang putri sambil bertanya kepada orang-orang di sekitar sana.


"Terakhir aku melihat putri Artha pergi ke tenda putri Yu." ujar seorang dayang.


Mereka berdua pun bergegas menuju tenda putri Yu dan bertanya.


"Putri Artha sudah pergi sejak tadi siang,kalau tidak salah seorang dayang mengatakan bahwa putri Czarin mengajaknya berjalan-jalan di tepi hutan." ujar dayang dari kerajaan Ming.


Mereka pun kembali bergerak ke tenda kerajaan Chez dan menanyakan keberadaan putri Artha.


"Apa?!" seru putri Czarin.


"Aku tidak pernah keluar dari tendaku sejak tadi pagi, di udara yang panas ini bagaimana mungkin aku akan berjalan - jalan keluar!" ujarnya kesal.


Natalie dan sang pengawal saling bertatapan, sepertinya putri Czarin tidak sedang berbohong. Akhirnya mereka pamit dari hadapan putri Czarin yang sudah terlihat sangat kesal itu.


"Bagaimana ini? apakah sebaiknya kita dan beberapa pengawal mencari sendiri tuan putri di tepi hutan?" kata pengawal itu.


"Kau benar, sebentar lagi akan gelap. Akan sangat berbahaya bila putri Artha ada di luar seperti ini." kata Natalie lagi.


Di tempat lain, pangeran Enzo dan Robie sedang mengincar seekor babi hutan besar dari balik dedaunan.


"Aku akan membidiknya dari sini dan kau dari sebelah sana." bisik pangeran Enzo memberi petunjuk.


Robie dengan hati-hati membidikkan panah nya kearah seekor babi hutan besar yang sedang mencari makanan di dalam tanah.


"Shuut..!"

__ADS_1


Bidikannya mengenai lengan atas babi itu.


"Ngoik..ngoik..!" babi itu terkejut dan kesakitan namun ia masih bisa berlari, bukanya berlari menjauh namun babi hutan itu malah mencoba menyerang Robie yang memanahnya tadi.


"Shuut..!" pangeran Enzo membisikan panahnya dan kali ini mengenai perutnya,babi itu terjatuh dan berhenti mengejar Robie.


" Naik ke kuda mu, Robie!" seru pangeran Enzo,ia tidak mau mengambil resiko bila tiba-tiba babi itu kembali mengejar Robie.


Robie pun segera bergegas menuju kudanya dan benar saja tiba-tiba babi hutan itu bangkit kembali dan kali ini mengejar ke arah pangeran Enzo.


"Shuut..!"


Pangeran Enzo kembali melesatkan busurnya ke arah babi hutan itu dan mengenai perutnya.


"Goik..!"


Suara babi hutan itu terdengar semakin pelan hingga akhirnya benar - benar tidak bersuara.


"Sepertinya babi itu sudah benar - benar mati yang mulia!" kata Robie mendekati babi itu.


"Ya,kau angkatlah babi hutan itu!" perintahnya.


"Robie sebaiknya kau kembali ke perkemahan untuk meletakan babi itu, hujan sudah sangat deras, akan sulit bagi kita untuk pergi terlalu jauh ke dalam hutan dengan membawanya." ujar pangeran Enzo lagi.


"Tapi apa tidak mengapa meninggalkan anda sendirian di tempat seperti ini yang mulia?" kata Robie khawatir.


"Kau menghawatirkan ku robie? hahaha!" ujarnya sambil tertawa.


"Aku bahkan lebih menghawatirkan dirimu dari pada diriku sendiri." katanya sambil tersenyum. Semua orang tahu kemampuan beladiri dan memanah pangeran Enzo memang di atas rata-rata. Bertahan di tempat seperti ini untuk beberapa saat bukanlah hal yang perlu di khawatirkan baginya.


Sebenarnya alasan pangeran Enzo menyuruh Robie kembali ke perkemahan karena dari tadi hatinya merasa sangat gelisah,ia takut ada yang terjadi pada putri Artha di perkemahan saat ini.


Robie sedang memacu kudanya dengan kencang saat ia melihat Natalie dan beberapa pengawal seperti sedang mencari sesuatu di tepi hutan.


"Ada apa Natalie?" tanyanya seraya menghentikan laju kudanya.


Natalie yang sedang mencari putri Artha pun terkejut saat mendengar suara Robie.


" Oh, astaga Robie kau mengejutkan ku!" katanya sambil memegang dadanya.


" Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyanya lagi.


"Syukurlah kau kembali Robie,kami sedang mencari putri Artha,ia belum kembali dari tadi siang!" ucap Natalie dengan cemas,lalu ia menceritakan apa yang terjadi pada sang putri kepada Robie.


"Astaga kenapa bisa seperti itu,pangeran Enzo pasti akan sangat marah." katanya lagi,sambil berpikir sejenak ia lalu melanjutkan.


"Kau, tolong kau bawa babi ini ke tenda dan yang lain tetap mencari putri Artha di setiap sudut jangan ada yang terlewat kan,bila perlu minta bantuan pengawal dari kerajaan lain." katanya tegas.


"Aku akan kembali menemui pangeran Enzo dan memberi tahu nya masalah ini, pangeran harus tahu kejadian ini!" ujarnya seraya kembali ke dalam hutan sambil melaju kudanya dengan lebih kencang.


Hujan semakin deras dan hari mulai gelap saat putri Artha terlihat mulai menggigil kedinginan di bawah sana.

__ADS_1


"Oh tuhan tolong aku!" ujar putri Artha dengan penuh harap. Entah mengapa kali ini ia tidak menangis seperti kejadian sebelumnya di tepi jurang. Bila sebelumnya ia merasa ingin menyerah dan tidak ada keinginan untuk bertahan, tapi saat ini ia sangat ingin selamat karena ada seseorang yang ingin ia temui di sana saat ia kembali nanti.


" Enzo di mana kau?apakah kau tahu aku ada di sini?" gumamnya.


"Hhh..mengapa aku memikirkan nya di saat seperti ini. Lagi pula ia pasti sedang berburu di dalam hutan sekarang." gumamnya sedih sambil memeluk lututnya.


" Artha..!! "


" Artha..!! dimana kau!" panggil pangeran Enzo putus asa,sudah dari tadi ia mencari putri Artha sejak Robie menyampaikan kejadian ini pangeran Enzo langsung menelusuri sudut- sudut hutan,mereka berpencar satu sama lain,agar jejak putri Artha lebih mudah untuk di temukan.


"Artha..!!"


"Artha..!! jawablah aku,kumohon! "


"ARTHA....!!!" teriaknya dengan kencang.


"Enzo?apakah itu benar suara nya?" gumam putri Artha saat mendengar sayup-sayup suara pangeran Enzo.


"Ah,mungkin aku hanya berkhayal saja!" ujarnya lagi sambil kembali tertunduk lesu.


" ARTHA..!!"


" Di mana kau,jawablah!" suara pangeran Enzo menggelegar di tengah hujan deras di hutan itu.


"Enzo,itu benar-benar dia. Dia mencari ku!" kata putri Artha terkejut.


"Enzo,aku disini!"


"Enzo...!!" sahut putri Artha tak kalah kencang.


Pangeran Enzo berbalik saat ia mendengar suara putri Artha yang sayup-sayup terdengar dari dekat sebuah pohon besar yang condong ke arah bawah itu.


"Artha kau kah itu? Artha!" panggil nya lagi seraya mendekati tempat itu sambil berlari.


"Ya ,aku di sini! Enzo hati- hati saat mendekat ke sini ,ada jurang yang tidak ter...!"


" Bruuk..!" pangeran Enzo terjatuh ke dalam jurang itu dan terguling seperti yang di alami oleh putri Artha sebelumnya.


"...lihat dan kau akan jatuh!" sambung putri Artha saat melihat pangeran Enzo sudah lebih dulu terjatuh ke dalam jurang tak jauh dari tempatnya berteduh sekarang.


"Hhhh..!" napas pangeran Enzo tersengal-sengal,ia menoleh ke arah suara putri Artha dan tersenyum, matanya kembali berbinar cerah, seketika kecemasan yang ia rasakan dari tadi sirna sudah.


Tanpa memperdulikan pakaiannya yang terkoyak oleh tumbuhan duri, ia segera bangkit dan berjalan kearah putri Artha.


"Greep..!" ia langsung memeluk erat tubuh putri Artha.


" Syukurlah kau selamat Artha. Aku sangat mencemaskan mu!" ujarnya lembut.


Putri Artha sedikit terkejut dengan yang dilakukan pangeran Enzo namun ia merasa hangat di dalam pelukan sang pangeran,bulir air matanya yang ia tahan sejak tadi mulai mengalir berlahan.


" Mengapa kau lama sekali, Enzo! hiks!" ujar putri Artha sambil menangis.

__ADS_1


" Maafkan aku,maafkan aku!" ujar pangeran Enzo sambil tetap memeluk erat tubuh sang putri,ia tersenyum kecil,ia sangat senang putri Artha menunggu nya dan mengharapkan ia untuk menemukannya.


Untuk sesaat mereka tetap saling berpelukan. Keduanya berbagi kehangatan di bawah derasnya hujan malam hari itu.


__ADS_2