
Putri Artha dan pangeran Enzo sudah kembali dari perjalanan mereka ke kerajaan Spania. Raja Edward sangat terkejut saat melihat putri Artha yang pulang dalam kondisi cedera. Tapi putri Artha beralasan semua itu terjadi karena kesalahannya yang tidak berhati-hati saat berjalan - jalan di tepi hutan di Spania. Putri Artha dan pangeran Enzo sengaja merahasiakan kejadian yang mereka alami kepada raja Edward,karena mereka tidak mau hubungan kerajaan Magna dan kerajaan Spania yang memang tidak terlalu harmonis itu akan menjadi semakin memanas.
Pangeran Enzo mengendong putri Artha ke kamar mereka. Karena kaki putri Artha masih terkilir pangeran Enzo berkeras untuk menggendongnya walaupun tadi putri Artha sudah menolaknya karena putri Artha merasa tidak nyaman harus di gendong seperti itu di hadapan banyak orang.
Para dayang termasuk Natalie dan Jenny yang mengikuti mereka dari belakang tersenyum - senyum melihat perlakuan manis pangeran Enzo.
"Kau bisa menurunkan aku sekarang Enzo" kata putri Artha saat mereka sudah sampai di dalam kamar.
Pangeran Enzo menurunkan putri Artha di atas tempat tidur dengan berlahan, lalu ia pun duduk di sisi ranjang.
"Bagaimana keadaanmu Artha? apa kau merasa lelah?" tanya pangeran Enzo sambil menatap putri Artha.
"Ya,aku sedikit merasa lelah. Mungkin karena perjalanan yang cukup lama kakiku yang terkilir sepertinya sedikit membengkak." kata putri Artha sembari memperlihatkan kakinya yang bengkak.
"Ah,kau benar Artha! Apakah perlu ku panggil kan tuan Reclif?" tanya pangeran Enzo khawatir.
"Tidak usah Enzo. Kau tidak usah khawatir nanti aku akan meminta Natalie untuk mengompres bagian yang bengkak itu dengan air panas." ucap putri Artha sambil tersenyum kecil.
" Baiklah kalau begitu. Natalie tolong kau rawat Artha dengan baik!" seru pangeran Enzo pada Natalie.
"Tentu saja yang mulia,anda tidak perlu khawatir." jawab Natalie sambil membungkuk.
"Artha aku akan pergi menghadap ayahanda dahulu." ujar pangeran Enzo lagi.
"Ya, pergilah." jawab putri Artha.
"Cup!"
Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di kening putri Artha. Hal itu membuatnya terkesima sekaligus malu.
"Aku pergi dulu!" ujarnya seraya keluar dari kamar.
"Waaaaa...sebuah kecupan!" teriak Jenny saat pangeran Enzo sudah keluar dari ruangan itu.
"Astaga,apa yang sudah ku lewatkan selama perjalanan ke Spania? apakah sudah terjadi sesuatu?" ujarnya sambil tersenyum centil.
"Huss..! Jenny kau jangan begitu!" kata Natalie mengingatkan sang sahabat agar tidak bertindak kelewatan pada putri Artha.
__ADS_1
"Eh,maaf putri Artha saya hanya penasaran saja." katanya sambil tersenyum simpul.
"Aiish..kau ini!" sergah Natalie sambil memasang wajah kesal karena Jenny masih saja menggoda putri Artha.
"Sudahlah Natalie,tidak apa-apa." putri Artha tersenyum kecil melihat tingkah kedua dayangnya itu.
"Mungkin karena perjalanan yang panjang selama ke Spania membuat kami berdua menjadi lebih dekat,itu saja." putri Artha mencoba menjawab keingintahuan Jenny.
"Oh, begitu." kata Jenny sambil menggaruk kepalanya.
"O,ya putri Artha. Apa yang terjadi dengan kaki anda?" tanya Jenny lagi,dayang yang satu ini memang selalu ingin tahu masalah orang lain.
"Ceritanya panjang Jenny. Tapi mungkin Natalie bisa menceritakan nya dengan lebih singkat." putri Artha menengok ke arah Natalie.
Natalie pun akhirnya mulai bercerita tentang bagaimana awalnya putri Artha yang di jebak oleh seorang dayang hingga masuk ke dalam hutan dan pada akhirnya terjatuh ke dalam jurang hingga harus berada di sana sampai malam hari.
Natalie juga menceritakan bahwa putri Tania dari kerajaan Tartan lah yang telah merencanakan itu semua. Bahkan putri Tania dengan jahatnya mengkambing hitamkan putri Czarin sebagai pelakunya.
"Astaga aku tidak menyangka putri Tania jahat sekali!" ujar Jenny gemas sambil mengepalkan tinjunya.
Tidak lupa juga Natalie menceritakan kisah heroik seorang pangeran Enzo yang dengan cepat bisa menemukan putri Artha di dalam jurang. Serta bagaimana pangeran Enzo merawat putri Artha yang sedang sakit semalaman.
" Ehem, putri. Bukankah Anda dan pangeran Enzo cukup lama berada di dalam jurang itu dalam keadaan basah kuyup." ucap jenny tiba-tiba.
"Iya,lalu kenapa?" ujar putri Artha polos.
"Apakah benar - benar tidak ada yang terjadi di antara kalian saat itu?" tanya Jenny dengan raut tidak percaya.
"Eh,itu,anu.Emmm..tidak ada!" seru putri Artha. Ia terlihat gugup menjawab pertanyaan dari Jenny, apalagi ia menjawabnya sambil mengingat ciuman manis mereka di dalam jurang waktu itu.
Sontak saja Jenny dan Natalie menjadi heran dan makin curiga dengan gerak-gerik sang putri. Apalagi wajah putri Artha terlihat merona merah saat menjawab pertanyaan dari Jenny tadi.
"Ooo.. begitu saja." seru Natalie dan Jenny bersamaan,mereka menyadari sang putri bukanlah pembohong yang baik dan mereka berdua yakin pasti sudah terjadi sesuatu antara putri Artha dan pangeran Enzo selama mereka di bawah jurang saat itu.
"Aku baru ingat!" seru putri Artha.
" Ada apa putri? apa yang kau ingat?" ucap Natalie.
__ADS_1
" Jenny,bukankah aku pernah meminta mu untuk menyelidiki tentang menghilangnya nona Anne saat kami berangkat ke kerajaan Spania beberapa hari yang lalu." ujar putri Artha mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Ya,yang mulia.Saya sudah mencoba menyelidiki nona Anne selama anda pergi ke Spania." sahut Jenny.
"Apa yang sudah kau temukan, Jenny?" tanya putri Artha.
"Tidak banyak yang bisa aku temukan yang mulia. Tapi saat aku pergi keluar untuk mencari nona Anne ke rumah ibunya di pinggir kota aku menemukan bahwa ia tidak pernah kembali ke rumah itu bahkan para tetangga nya sudah lama tidak melihat nona Anne kembali untuk menjenguk ibunya."
"Bagaimana keadaan ibu nona Anne?" putri Artha sangat penasaran dengan keberadaan nona Anne.
"Kata para tetangganya,ibu nona Anne sudah lama tidak bisa berjalan sendiri,ia melakukan semuanya di atas kasur. Hanya anak bungsunya yang bernama Diana yang mengurusnya selama ini."
"O.. begitu rupanya." putri Artha berpikir sejenak.
"Apa kau sempat menanyakan penyakit yang di derita oleh ibunya?" ujar putri Artha lagi.
"Tidak tuan putri. Aku hanya berbincang dengan para tetangganya saja." jelas jenny lagi.
"Hmmm..kasus ini semakin membingungkan." pikir putri Artha.
"Baiklah Jenny. Kau sudah bekerja dengan baik,aku sangat senang dengan apa yang telah kau kerjakan." putri Artha tersenyum ke arah Jenny dan Jenny pun merasa sangat bangga dengan pujian putri Artha pada nya.
"Ah,aku hampir lupa! aku punya oleh - oleh untuk mu Jenny."
"Natalie , tolong kau bawa kotak yang kita persiapkan kemarin!" seru nya pada Natalie.
Natalie pun segera mengambil sebuah kotak kayu yang di lapisi kain beludru berwarna ungu.
"Ambillah Jenny." seru putri Artha.
"Terima kasih putri Artha,gaun ini indah sekali!" seru Jenny dengan mata berbinar-binar saat ia membuka kotak itu dan menemukan sepotong gaun indah berwarna ungu tua dengan renda di bagian bawahnya.
Jenny langsung menempelkan gaun itu di badannya lalu mulai berputar dengan sangat gembira. Putri Artha dan Natalie yang melihat itu tersenyum senang melihatnya.
Saat dalam perjalanannya ke Spania putri Artha dan Natalie sempet berbelanja di sebuah toko yang menjual gaun untuk para bangsawan,di sana putri Artha membeli pakaian untuk dirinya dan para dayang kesayangannya itu.
"Ini sangat indah putri Artha! aku belum pernah menerima hadiah sebagus ini! terimakasih yang mulia." ujarnya dengan berkaca - kaca.
__ADS_1
Putri Artha merentangkan kedua tangannya memberi tempat untuk Jenny yang sedang menangis haru itu untuk memeluknya.
"Astaga anda putri yang sangat baik, putri Artha." gumamnya dalam hati namun dengan linangan air mata di pipinya.