My Little Queen

My Little Queen
Bab 45. Aku akan menunggumu


__ADS_3

"Oh,kau pasti kelaparan!tunggu sebentar kau jangan kemana-mana, aku akan membawakan mu makanan!" seru gadis itu sambil berlari.


Pangeran Enzo memperhatikan gadis kecil yang semakin menghilang di kerumunan orang di pasar raya itu. Dilihatnya kembali pita berwarna merah muda yang sekarang membalut luka di tangannya.


"Kriuk..!"


"Ah,aku sungguh sangat kelaparan." gumamnya sambil duduk menepi di pinggir sebuah tenda tempat salah seorang penjual di sana.


" Kalau saja aku tidak nekat pergi ke pasar raya,mungkin aku sudah menyantap hidangan makan diangkut saat ini." pikirnya sambil membayangkan hidangan istimewa yang biasanya dihidangkan oleh para tukang masak istana.


" Hei! di situ kau rupanya. Ku pikir kau sudah pergi." ujar gadis kecil berkuncir dua tadi yang salah satu pita nya kini sudah terikat di tangan pangeran Enzo.


Pangeran Enzo menatap wajah gadis kecil yang penuh dengan keringat itu.


" Ini,aku bawakan roti dan apel untuk mu!" ujarnya sambil membungkuk dan menjulurkan kedua tangannya yang berisi roti dan buah apel.


Pangeran Enzo yang sangat kelaparan itu langsung mengambil keduanya dan segera memasukkan roti kedalam mulutnya disusul dengan buah apel merah yang terasa sangat manis.


" Kau pasti sangat kelaparan! apa orang tua mu tidak punya makanan dirumah?" tanya gadis kecil itu dengan polosnya.


" Uhuk..!"


"Uhuk..!"


Pangeran Enzo tersedak mendengar ucapan gadis itu.Mana mungkin orang tua nya tidak punya makanan, pikirnya.Gadis kecil itu segera menepuk-nepuk punggung pangeran Enzo dengan tangan nya.


" Astaga,kau tersedak! Makanlah pelan-pelan,tidak ada yang akan mengambil makanan mu." ujarnya sambil terus menepuk punggung pangeran Enzo.


" Ah, tunggu sebentar! aku akan mengambilkan mu air!" seru gadis itu dan mulai berlari,lalu ia berhenti sejenak.


" Jangan kemana-mana,aku akan segera kembali!" serunya lagi sambil tersenyum kecil.


Pangeran Enzo hanya mengangguk,ia lalu ikut tersenyum kecil sambil kembali menatap punggung gadis kecil yang semakin menjauh. Entah mengapa pangeran Enzo merasa sangat bahagia melihat senyuman gadis tadi.


Pangeran Enzo yang yang sebentar lagi berusia dua belas tahun itu sepertinya sedang jatuh cinta pada pandangan pertama untuk pertama kalinya dalam hidupnya.


" Kakak!"


Teriakan pangeran Adrian membuyarkan lamunan pangeran Enzo. Pangeran Enzo menoleh ke arah suara itu.


" Astaga Yang mulia! mengapa yang mulia ada di sini? dan mengapa yang mulia seperti ini?" seru pengawal pribadi pangeran Adrian,saat melihat Putra mahkota kerajaan Magna itu duduk seorang diri dengan keadaan yang lusuh di pinggir sebuah tenda.


Para pengawal itu segera mengamankan pangeran Enzo dan membawanya kembali ke istana.


" Tapi aku harus menunggu seseorang!" seru pangeran Enzo saat para pengawal itu hendak membawanya kembali ke istana.


" Maaf kan kami yang mulia,tapi di sini terlalu berbahaya bagi anda." ujar pengawal itu sambil mengangkat tubuh pangeran Enzo yang terus memberontak.


Tak lama kemudian seorang gadis kecil datang ke tempat itu sambil membawa air. Tapi ia tidak bisa menemui anak laki- laki yang di bantunya tadi.


flashback off.

__ADS_1


" A..apakah itu kau, Enzo?" ujar putri Artha tak percaya.


Pangeran Enzo menganggukkan kepalanya.


"Tapi kau tidak mengenaliku saat kita bertemu di pesta waktu itu."


kata pangeran Enzo.


"Karena kau terlihat...!" putri Artha menggantung ucapannya sambil mengingat kembali kejadian itu.


"...sangat berbeda." sambung nya.


Pangeran Enzo memperlihatkan bagian punggung tangannya,ada sebuah garis bekas luka di sana.


"Ah, ini bekas luka waktu itu!" seru putri Artha menyentuh tangan pangeran Enzo.


"Jadi benar itu kau!?" kata putri Artha sambil memandang mata pangeran Enzo.


Pangeran Enzo mengangguk kecil sambil tersenyum.


"Terima kasih sudah membantu ku. Dan maaf..aku tidak bisa menunggu mu saat itu." ujar pangeran Enzo sambil menggenggam tangan putri Artha lembut.


Keduanya saling bertatapan,banyak hal yang terjelaskan hari ini. Banyak rasa yang terungkap dari hati mereka.


Pangeran Enzo tak dapat menahan hasrat cinta nya pada putri Artha yang membuncah. Berlahan wajahnya mulai mendekati wajah putri Artha,ada rasa takut dari sisi hati nya apabila putri Artha akan menolak nya.


Namun pangeran Enzo melanjutkan hasratnya saat melihat putri Artha memejamkan kedua matanya, hingga kedua bibir mereka kembali bertautan.


Putri Artha yang tidak dapat menolak hasrat terpendam di dalam dirinya pun mulai menikmati dan membalas setiap sentuhan pangeran Enzo pada dirinya.


Suara lenguhan keluar dari bibir ranum putri Artha saat mulut pangeran Enzo sudah bergerilya ke bagian sensitif tubuhnya.


"Tok..!"


"Tok..!"


"Tok..!"


Suara ketukan keras di pintu tidak menghentikan pangeran Enzo yang sudah di kuasai napsu itu.


"Yang mulia,saya Jenderal Valentine ijin menghadap!" seru jenderal Valentine dari luar pintu.


"Eh, Enzo hentikan! Jenderal Valentine ada di luar!" ujar putri Artha mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan pangeran Enzo.


Pangeran Enzo terlihat enggang mengakhiri kegiatan panas mereka berdua. Tapi putri Artha dengan tegas menjauh dari pangeran Enzo dan mulai merapikan pakaiannya yang sudah berantakan kembali.


Dengan wajah kesal pangeran Enzo terpaksa pergi ke arah pintu.


"Sial..!"


Seru nya kesal sambil membuka pintu ruang an sambil memasang wajah datar.

__ADS_1


Jenderal Valentine yang berdiri di depan pintu terkejut saat melihat mimik muka pangeran Enzo yang terlihat sangat tidak bersahabat itu.


Tidak seperti biasanya, pangeran Enzo akan sangat bersemangat dan senang bila bertemu dan berbincang dengan nya.


"Eh,maaf bila menggangu waktu anda yang mulia!" ujar jenderal Valentine kikuk.


"Ada yang ingin saya sampaikan terkait apa yang kita selidiki selama ini." ujar nya serius.


"Ada apa jenderal Valentine?" kata pangeran Enzo datar.


Pangeran Enzo mulai memasang telinganya walaupun masih sedikit kesal.


"Mereka sudah mulai bergerak yang mulia!"


Seketika wajah pangeran Enzo berubah menjadi serius,ia menatap ke arah jenderal Valentine dengan tajam.


" Apa berita ini bisa di percaya paman?" tanya pangeran Enzo memastikan.


"Ya yang mulia!saya sendiri baru saja dari sana untuk memastikan nya." jawab jenderal Valentine tegas.


"Baiklah! siapkan semuanya,kita harus segera menghalangi mereka!" perintah nya pada jenderal Valentine.


Jenderal Valentine mengangguk kan kepalanya tanda mengerti. Pangeran Enzo hendak beranjak pergi,namun tiba-tiba ia teringat bahwa sang istri masih menunggu nya di dalam ruangan.


" Paman,kau bersiaplah dahulu sebentar lagi aku menyusul!" ujar pangeran Enzo pada jenderal Valentine. Jenderal Valentine membungkuk kan badannya sejenak dan segera berlalu pergi.


"Hhh..mengapa semua itu harus terjadi saat ini!" gumam pangeran Enzo sambil menghela napas berat ,lalu ia kembali ke dalam ruangan dan menemui putri Artha yang sedang membaca sebuah buku.


"Artha.."


"Sepertinya kau harus kembali ke kamar sekarang." ujar pangeran Enzo pelan.


Putri Artha menatap wajah sang suami yang terlihat tegang.


"Apa yang terjadi Enzo?" tanya nya cemas.


"Mereka yang pernah aku ceritakan dulu,saat ini sudah mulai bergerak." ujarnya dengan wajah lesu.


Putri Artha yang sudah mendengar cerita dari pangeran Enzo tentang masalah ini membelalakkan matanya tidak percaya.


"Mereka benar-benar melaksanakan nya!" ujarnya tidak percaya.


"Ya,tapi ini baru awal. Aku dan paman Valentine akan mencoba untuk menghentikan nya agar masalah ini tidak menjadi besar dan berbahaya." katanya lagi.


"Maafkan aku!" ujar pangeran Enzo sambil memeluk tubuh putri Artha yang berdiri di depannya. Ia menenggelamkan tubuh putri Artha yang mungil itu kedalam dekapannya seakan tidak mau melepas nya.


"Tidak apa-apa,aku mengerti!" jawab putri Artha, putri Artha mengerti pria yang ada di depannya ini punya tangung jawab besar atas kerajaan Magna,karena ia adalah putra mahkota kerajaan ini. Putri Artha tak mau menjadi penambah beban suaminya dengan menjadi manja atau pun merengek sedih.


"Apakah kau mau menunggu ku, Artha?" tanya pangeran Enzo, pertanyaan yang punya arti sangat dalam.


"Tentu saja,aku akan menunggumu kembali!" tutur putri Artha membalas dekapan hangat pangeran Enzo,ia memejamkan matanya dan menghirup aroma tubuh sang suami dalam-dalam.

__ADS_1


Saat ini putri Artha mulai menyadari bahwa ia sangat tidak ingin jauh dari pria ini,walau rasa cinta itu belum berbunga namun putik nya sudah mulai tumbuh. Semoga dengan seiringnya waktu rasa itu akan mekar dan merekah dengan sempurna di hati putri Artha.


__ADS_2