My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 10. Papi Gadhing Marah


__ADS_3

"Jadi kalian masih marahan?" tanya mami Nasya menatap kedua anak nya bergantian.


"Kenapa kalian kekanak-kanakan sekali?" sambung papi Gadhing juga menatap kedua anaknya bergantian.


Sementara Emier dan Azzura tertunduk tidak berani bertatap muka dengan orang tua mereka.


"Emier?!!" panggil papi Gadhing membuat Emier langsung menegakkan kepala melihat kearahnya.


"Ya, Pi!" sahut Emier sedikit takut bila sang papi telah berbicara serius.


"Alasan apa yang yang membuatmu melakukan tindakan kekerasan itu? kamu tahu, kelakuan kamu itu nggak mencerminkan sebagai seorang dokter," tegur papi Gadhing yang memang dahulunya seorang dokter.


Emier sendiri masih diam saja. Matanya melirik kearah Azzura yang juga tengah memerhatikan nya. "Pi. Aku pernah melihat Bara bersama seorang perempuan sedang bermesraan. Aku gak mau kalau Zurra diperlakukan begitu," kata nya menjelaskan.


Tetapi agaknya Azzura tidak terima atas perkataan Emier. "Bara nggak mungkin begitu, bang. Bersamaku dia gak pernah kurang ajar padaku," tolaknya membela Bara.

__ADS_1


Azzura merasa harus membela Bara karena pemuda itu sudah mengatakan akan mendatangi orang tuanya untuk melamar dan menikahinya.


Emier menoleh menatap Azzura dengan tatapan tak suka lalu membuang muka. Sakit rasanya mendengar pujaan hatinya membela pria lain.


"Apa ada bukti dengan apa yang kamu lihat, Emier?" tanya Mami Nasya semakin gusar.


Emier menggeleng lemah. "Emier kan nggak tahu kalau Bara itu pacar Zzurra, mi. Selama ini yang Emier tahu kalau Zurra gak pernah pacaran," kata nya, lagi-lagi ia harus menekan perasaan nya.


"Itu juga karena Abang terlalu posesif," bela Azzura lagi.


"Kamu juga bersalah, Azzura. Bukankah papi bilang jangan pacaran? itu dosa. Apalagi kamu gak pulang hanya karena merawat pacar kamu. Gak baik, kalian berdua dalam satu ruangan saja papi dan mami marah, kan? apalagi kamu bersama Bara?" selama ini papi Gadhing tampak diam saja namun selalu memerhatikan semua anaknya.


Emier berdecak mendengar papi Gadhing memarahi mami Nasya. Tentu saja ia tak rela karena sangat menyayangi ibu sambungnya itu. "Jangan memarahi mami, Pi."


Azzura menjadi merasa bersalah. Dirinya lah yang meminta mami Nasya untuk tidak memberitahu orang lain mengenai hubungan nya dengan Bara.

__ADS_1


"Pi. Jangan marahin mami, ini salah Zurra. Zurra yang minta mami agar menyembunyikan hubungan kami," lebih baik mengakui dan menurut daripada mami Nasya yang akan dimarahi.


"Tentu. Memang kamu yang salah, Zurra. Coba kalau kamu jujur dari awal, pasti Abang kamu gak akan berbuat begitu. Gimana kalau Bara melaporkan ke pihak berwajib? kamu mau Abang kamu di penjara?" tanya Papi Gadhing. Ia hanya ingin keluarganya rukun kembali seperti biasanya.


Azzura menggeleng. Walau sering kesal karena Emier sangat posesif dan seakan mengatur hidupnya, tetapi jauh di dalam lubuk hati sangat menyayangi kakaknya itu.


"Dan kamu apa gak berpikir kalau mami menutupi hubungan kalian sama saja mami itu berbohong pada papi. Mami kalian sudah menanggung dosa selama dua tahun. Astaghfirullah," papi Gadhing mengusap wajahnya dengan kasar. Dilihat istri tercintanya itu telah menangis dalam diam.


Papi Gadhing menghela nafas kemudian memeluk mami Nasya. "Jangan ulangi lagi. Maaf sudah bicara kasar," ungkapnya seraya membelai kepala istrinya yang berbalut hijab.


"Jadi, katakan. Kamu mau apa agar Abang dimaafkan dan kalian kembali rukun," kata papi Gadhing membuat Emier dan Azzura saling pandang.


"Zurra hanya ingin bang Emier minta maaf sama Bara. Itu saja, Pi. Dan Zurra akan minta Bara secepatnya datang kerumah untuk melamar," ucap Azzura membuat Emier menunduk dalam.


Papi Gadhing mengangguk mengerti dan langsung menatap Emier. "Kamu dengar, Em. Papi harap masalah ini selesai hari ini juga," terang nya tegas kemudian mengajak istrinya masuk ke dalam kamar sebelum berangkat ke Rumah Makan milik mereka.

__ADS_1


Emier menghela nafas panjang. "Ayo kita cuci piring dulu, setelah itu antar Abang ke alamat Bara."


❤️


__ADS_2