
"Hei... Kamu kenapa?" tanya Emier menyadari Azzura tampak diam saja sejak makan siang bersama tadi.
Azzura menoleh kearah Emier yang sedang menyetir. Ia mendengus kesal lantaran pria di sampingnya itu sangat tidak peka.
Emier yang merasa Azzura tidak menjawab pertanyaan nya gegas menoleh kearah pujaan hatinya yang sedang cemberut. Ia pun bergegas menepikan mobil lalu duduk mengarah pada Azzura.
"Kamu kenapa, hem? cerita sama Abang," kata Emier lembut seperti biasanya.
"Kenapa Abang begitu sikapnya ke kak Anita? pasti dia jadi baper, kan? aku jadi ragu dengan perasaan Abang ke aku," kata Azzura memberanikan diri menatap Emier walau hatinya sedang ketar-ketir karena sedari tadi kakak nya yang tampan itu menatapnya begitu intens.
"Kenapa kamu meragukan perasaan Abang?" tanya Emier masih menatap Azzura seperti semula.
__ADS_1
Ditanya dan ditatap seperti itu justru membuat Azzura menjadi gugup. Tetapi, rasa kesal terhadap sikap Emier kepada Anita tadi membuatnya harus berani mengatakan hal itu kepada Emier. "Tentu saja. Sikap Abang ke orang bisa buat baper," kata nya menerangkan.
"Dan hanya kamu yang dari dulu gak bisa baper, kan? kamu selalu menilai sikap Abang berlebihan," kata Emier benar apa adanya.
Azzura terdiam karena ucapan Emier membuatnya kalah telak. Memang benar, selama ini sikap Emier selalu dianggapnya berlebihan dan tidak pantas diberikan untuk seorang adik.
"Abang ini Dokter bukan CEO yang terkenal dingin seperti tokoh protagonis pria di novel yang sering kamu baca. Seperti 'Menjadi Istri Rahasia Anak SMA', 'Menikahi Gadis CULUN', dan 'Penjara Cinta Tuan Malvyn'. Kalau sempat Abang seperti mereka, maka pasien akan ketakutan Zzura!' terang Emier tidak ingin ada perdebatan lagi dengan Azzura.
Emier merasa jika Azzura tengah cemburu padanya dan tentu saja sangat senang bila perasaan nya benar. "Abang hanya menuruti apa yang kamu bilang, Ra. Kamu sendiri yang meminta hubungan kita dirahasiakan. Jadi kenapa Abang yang disalahkan?"
"Jadi Abang senang kalau hubungan kita dirahasiakan? tentu saja, bukan? karena itu Anita masih mengejar Abang. Abang perhatian dan tetap tidak jaga jarak juga, sih? mending aku jomblo saja. Biarin aku sudah gak gadis lagi," katanya sewot tetapi Emier diam saja.
__ADS_1
Kemudian Emier mengusap wajah dengan kasar. Ditarik tengkuk leher Azzura lalu dibungkam bibir gadis pujaan hatinya begitu rakus. "Kamu hanya milikku," katanya kemudian mencium bibir Azzura.
Azzura menatap Emier dengan tatapan sendu setelah pria itu puas bermain dengan bibirnya. "Apa karena aku sudah enggak suci lagi membuat Abang sesuka hati menyentuh ku? aku hanya enggak suka Abang memperlakukan wanita lain sama seperti memperlakukan aku. Tapi kenapa Abang tega melakukan ini padaku?" tanya nya merasa sakit hati atas apa yang dilakukan Emier pada nya.
Mendengar ucapan Azzura panjang lebar membuat Emier menyesali perbuatan nya barusan. Sungguh, bukan bermaksud seperti ini. "Kamu salah paham, Ra!"
Azzura tidak lagi menjawab. Ia memilih memiringkan wajah dengan tatapan nya keluar jendela. Tanpa terasa air bening sedikit asin mengalir dari pelupuk matanya.
"Sayang. Bukan begitu maksud, Abang. Baiklah, kalau memang menurut kamu sikap Abang ke Anita kelewat batas maka Abang akan menjauhinya." Emier mengatakan dengan tegas.
"Aku hanya wanita rendah."
__ADS_1