
Emier menghela nafas panjang berulang kali saat menyetujui masukan dari Reza agar menerima kehadiran dari wanita lain.
Seperti siang ini, Emier akan makan siang bersama dengan Anita sesuai janji temu mereka dua hari lalu.
"Makasih, Em. Aku senang kamu mau makan bareng sama aku," kata Anita dan hanya disenyumi saja oleh Emier.
Sudah sangat lama sekali Emier tidak makan di luar karena lebih memilih makan bersama keluarga nya di rumah.
Emier hanya memesan stick ayam agar segera menyelesaikan makan siang bersama Anita. Bagaimana pun, hatinya terasa tidak tenang apalagi tanpa memberi kabar Azzura.
"Cobain deh, Em. Dimsum ini sangat enak," kata Anita menyodorkan sepotong dimsum ayam yang sudah di totol-totol saus sambal.
Emier yang sungkan menerima suapan dari Anita. Tanpa sengaja pandangan nya ke arah pintu masuk Kafe dan ia melihat Azzura juga menatapnya.
Emier terkejut langsung bangkit hingga menimbulkan suara decitan yang membuat Anita tersentak.
__ADS_1
"Ada apa, Em?" tanya Anita mengikuti arah pandang Emier.
Emier menatap Anita sekilas lalu melihat ke arah luar lagi. Ia pun segera mengeluarkan tiga lembar uang pecahan seratus ribuan dari dompetnya lalu menaruh di atas meja.
"Aku harus pergi, An. Ini uang untuk makan kita. Maaf," kata Emier lalu segera keluar Kafe tanpa menoleh ke belakang yang menampakkan Anita berdiri terpaku karena harus merasa kekecewaan lagi.
Di luar Kafe, Emier berlari kecil mengejar Azurra. "Ra," katanya menangkap lengan Azzura.
Refleks apa yang dilakukan Emier membuat Azzura menubruk dada bidang sang kakak. Seketika jantung keduanya berdebar kencang.
Emier juga tidak kalah gugup dengan apa yang baru saja terjadi. "Ma-maaf!" kata nya. "Kamu sedang apa disini? kenapa gak jadi masuk ke dalam kafe?" imbuh nya masih memerhatikan mimik wajah Azzura berubah cemberut.
Mendengar pertanyaan Emier membuatnya menjadi kesal. "Nggak kenapa-kenapa. Aku cuma nggak mau ganggu orang yang sedang berduaan makan di luar. Padahal di rumah sudah ada makanan," sindir Azzura memperlihatkan betapa kesalnya saat ini.
Azzura kesal seperti seorang istri yang sudah masak banyak dan lelah, tetapi sang suami justru memilih makan diluar. Tetapi, agaknya perbuatan gadis itu membuat Emier merasa bingung. Pasalnya, Azzura tidak pernah menunjukkan tingkah laku yang seperti ini.
__ADS_1
"Maafin Abang. Kami sudah janji makan siang bersama 2 hari lalu," kata Emier mencoba menjelaskan.
Azzura menghempas tangan nya yang masih dipegang Emier. Entah mengapa hatinya bertambah kesal mendengar kakak nya itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya sudah. Pergi sana selesaikan acara kalian berdua. Aku mau pulang," katanya ketus tetapi lengan nya kembali dipegang oleh Emier.
"Abang antar," kata Emier hendak menarik Azzura menuju mobilnya. Namun Azzura menolak.
"Jangan sok perhatian deh. Sudah lama banget Abang enggak posesifin aku. Kenapa sekarang berubah? sudah sana sama pacar Abang saja," kata Azzura sewot dan lagi-lagi tidak mengerti dengan apa yang dirasakan.
Emier hanya diam memandang wajah Azzura. Ia berangan-angan sikap Azzura selalu seperti ini pasti akan membuatnya sangat bahagia.
"Abang sudah minta izin pada Anita. Sudah, sekarang kita harus pulang. Jangan membantah, Ra!"
Emier menarik tangan Azzura dan mengajak masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan, keduanya hanya berdiam diri memikirkan sikap keduanya seperti sedang cemburu kepada kekasih mereka.
__ADS_1
❤️