My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 25.


__ADS_3

Emier menangkup wajah Azzura dengan lembut. Diusap pipi sang pujaan hatinya yang basah karena air mata. Ia sedari dulu tak mampu melihat adik-adiknya menangis.


"Kamu bukan wanita muraahan ataupun jaalang, sayang. Aku mencintaimu. Jangan katakan itu lagi," tutur Emier kemudian memeluk tubuh Azzura.


Azzura menangis cukup lama dalam pelukan Emier. Ia takut bila tak ada yang menerima keadaan nya yang tak suci lagi. Ia juga takut hubungan terlarang mereka di ketahui oleh orang tua mereka. "Aku takut, bang!"


Emier membelai rambut hitam Azzura yang panjang. Sesekali kecupan mendarat di pucuk kepala pula. "Abang akan bertanggung jawab. Jangan berkecil hati," katanya menenangkan Azzura.


Azzura menggeleng. "Gimana dengan papi dan mami?" tanya nya karena tahu bila orang tua mereka tidak merestui.


Pelukan itu terurai. Kedua mata saling menatap disertai pikiran yang mencari ide agar mereka dapat bersama.


"Sayang. Kamu habis dari mana sebelum datang ke Rumah Sakit?" tanyanya mengingat tadi Azzura datang seperti habis menangis.

__ADS_1


Wajah Azzura berubah menjadi cemberut. "Tadi aku ke apartemen Bara," jawab nya membuat Emier mendelik.


"Setelah apa yang dia lakukan, kamu masih mau bertemu dengan dia, Ra? kamu gak percaya sama apa yang aku katakan?" cecar Emier marah mengetahui Azzura pergi menemui Bara apalagi bertemu sendirian disana.


Azzura meringis disertai cengiran kuda. Baru disadarinya jika ketika Emier sedang cemburu terlihat menggemaskan baginya. "Aku datang untuk meminta penjelasan. Tapi nyatanya saat aku kesana, aku melihat Bara sedang bercinta dengan seorang pria. Aku mual mengingat itu," terang nya membuat Emier diam menatapnya.


"Kamu enggak di apa-apain kan?" tanya Emier posesif.


Azzura menggeleng yakin karena memang Bara tak sempat menyentuh nya. "Aku langsung pergi setelah memutuskan hubungan kami, bang. Aku jijik melihat kelakuan mereka. Aku menyesal gak percaya apa yang kamu bilang sebelumnya. Maafkan aku," katanya jujur dengan mata berkaca-kaca.


Namun, itu sudah tak penting lagi baginya. Sekarang yang terpenting adalah Azzura sudah menerima cinta nya. Dan ini tak akan disia-siakan oleh nya.


Emier mengelus kepala Azzura karena tak tahu harus bicara apa jika mengenai Bara. Nyatanya, hingga sekarang masih menyimpan rasa cemburu karena Azzura sudah menjalin kasih 2 tahun lamanya dengan pria itu. "Jangan jumpai Bara lagi. Abang nggak suka," katanya jujur.

__ADS_1


Azzura mengangguk. "Maafin Zurra, bang."


Emier tersenyum disertai anggukan. "Sayang. Apa kamu manikah dengan ku?"


Azzura terperanjat mendengar pertanyaan menjadi isyarat lamaran untuknya. "Bang. Gimana dengan papi dan mami?" tanya nya tanpa menjawab pertanyaan dari Emier.


Satu tangan Emier terulur menyentuh pipi Azzura dan mengelusnya penuh kasih membuat sang empu memejamkan mata.


Degub jantung yang tak beraturan dan baru menyadari sikap Emier penuh kasih kepadanya.


"Kamu hanya cukup menjawabnya, Ra. Enggak perlu khawatirkan bagaimana papi dan mami. Biar aku yang mengurusnya. Apa kamu mau menikah dengan Abang?" tanya Emier sekali lagi.


Azzura menatap mata Emier begitu dalam. Terlihat jelas tatapan pria dihadapan nya menyimpan banyak cinta untuknya. Ingatan masa dulu dimana sikap Emier terlihat jelas bahwa sudah jatuh cinta padanya. Hanya saja, ia tak menyadari itu.

__ADS_1


"Aku mau."


❤️


__ADS_2