
Semenjak Emier makan diluar bersama Anita, Azzura tidak lagi menyediakan makan siang. Kebetulan papi gadhing dan mami Nasya sedang pulang kampung ke Malang.
Lagi-lagi Emier dan Azzura seperti orang asing yang tinggal satu atap. Jika Emier hendak mendekati Azzura maka gadis itu akan menjauh.
Persis seperti sepasang kekasih sedang marahan. Seperti ini lah membuat Emier semakin frustasi dibuat kelakuan Azzura.
"Hentikan, Ra. Jangan begini lagi!" kata Emier menarik rambut karena terlalu frustasi dengan hubungan mereka.
Azzura yang baru saja masuk kamar demi menghindari Emier terkejut karena kakak nya itu masuk ke dalam kamar.
Dengan cepat Azzura menguasai diri dari rasa terkejut. "Ngapain Abang masuk ke kamar ku?" tanya nya sedikit ketus.
Emier menatap Azzura nyalang. Rasanya sudah tak karuan bila begini. Berikutnya, ia bersimpu dengan menggenggam kedua tangan gadis itu.
"Bang," cicit Azzura terkejut melihat Emier seperti ini. Tiba-tiba jantung nya berdegup kencang karena perlakuan Emier.
__ADS_1
Emier menggeleng kemudian mengecup kedua punggung tangan Aisyah. Ia merasa sudah waktunya Azzura mengetahui tentang perasaan nya.
"Ra. Sudah sangat lama Abang pendam perasaan ini. Abang cinta kamu, Ra. Abang tahu ini salah, tapi inilah kenyataan nya. Abang cinta kamu lebih dari seorang Abang dan adik. Perasaan ini benar adanya, Abang cinta kamu."
Emier menunduk setelah mengatakan itu. Ada rasa lega ketika sudah dapat mengutarakan isi hatinya karena selama ini begitu tersiksa menyimpan rahasia besar dihatinya.
Hening.
Tidak ada yang mengeluarkan suara setelah pernyataan cinta itu. Azzura sendiri mematung tidak menyangka bila kakak tirinya mencintai nya selama ini.
Setelah tersadar, Azzura menarik kedua tangan nya yang masih di genggam. "Pergilah bang. Aku harap kejadian ini enggak akan pernah kita bahas lagi karena kita adalah keluarga dan aku mencintai Bara!" ia berbicara tanpa menatap Emier.
Masih dalam keadaan bersimpuh, Emier menipiskan bibir karena tahu jawaban Azzura akan seperti ini. Ia pun bangkit disertai terus menatap Azzura.
"Baiklah. Seenggaknya kamu sudah mengetahui isi hatiku. Semoga hubunganmu bersama Bara langgeng," kata Emier mengangguk-anggukkan kepala kemudian keluar dari kamar Azzura.
__ADS_1
Azzura menatap punggung Emier yang mulai menghilang setelah meninggalkan kamarnya. Ia tidak tahu harus bagaimana karena mereka bersaudara.
Ia terus memikirkan hal apa yang membuat Emier jatuh cinta padanya. Ingatan nya terus berputar ke masa lalu dimana sikap Emier sangat perhatian padanya.
Dari kedatangan ayah sambung dan kedua kakak tirinya datang ke Mansion mereka yang berada di Jerman. Dimana Emier memberikan sepatu berwarna merah muda untuknya.
Kejadian-kejadian dimana Emier selalu mendahulukan dirinya dari pada adik-adik Emier lain nya.
Azzura menggeleng tak setuju atas pemikiran nya dimana Emier telah menyukainya sejak kecil. "Itu enggak mungkin dan enggak boleh terjadi karena kami bersaudara," gumam nya tetapi hati kecilnya seakan menyangkal ucapan nya itu.
Di dalam kamar Emier mengacak rambut nya karena frustasi atas apa yang telah dilakukan nya. "Boddoh kamu, Em. Setelah ini gimana? kamu sudah di tolak dan pasti kalian akan jaga jarak lagi," ia melangkah bolak-balik seraya meremas jemarinya.
"Dan akhirnya kamu gak bisa berbuat apa-apa setelah ini, kan?"
❤️
__ADS_1