My Soulmate My Stepbrother

My Soulmate My Stepbrother
Bab 37


__ADS_3

"Astaga!!" Anita terkejut melihat dada bidang polos tanpa sehelai benang berada tepat di depan matanya.


Ia memundurkan tubuhnya melihat pemilik dada bidang tersebut. Matanya terbelalak mendapati wajah Reza disana.


"Za," panggilnya dengan suara serak. Ia mengingat apa saja yang terjadi malam tadi sehingga sahabatnya ini bisa tidur bertelanjang dada sambil memeluknya. Sementara dirinya hanya mengenakan pembungkus gunung kembarnya.


"Za," suaranya masih terdengar serak dan mulai panik saat ini.


Reza mulai mengerjapkan mata, ia menunduk menatap Anita yang sudah berkaca-kaca. Seketika itu pula rasa kantuk yang masih tersisa menjadi lenyap begitu saja.


"An. Ini gak seperti yang kamu pikirkan. Tadi malam suhu badan kamu naik lagi dan kamu menggigil. Aku sudah selimutin kamu sampai dua selimut tebal tapi tetap saja kamu meringis kedinginan. Jadi aku berinisiatif melakukan metode skin to skin dan ternyata berhasil membuat mu tidur dengan tenang. Maafkan aku, percayalah aku gak melakukan apapun bahkan mencuri kesempatan. Aku murni membantumu," terang Reza tak ingin membuat Anita salah paham dan menjauhi dirinya.


Anita menutupi tubuhnya dengan selimut. Memang terdapat dua selimut tebal di atas tempat tidur. Ia pun percaya jika Reza tak akan mungkin melakukan sesuatu di luar batas.


"Bisakah kamu keluar dari kamarku? aku ingin mandi dan pakai baju," cicit Anita tanpa membahas apa yang menjadi permasalahan mereka. Wajahnya memerah karena malu pada Reza.

__ADS_1


Reza pun baru menyadarinya gegas melepas pelukan dan menurunkan kepala Anita karena sebelumnya kepala wanita itu berada di pundaknya. "Maaf," gumamnya segera turun dari tempat tidur wanita itu, mengambil kaos dan memakainya. Kemudian segera keluar dari kamar.


Di luar kamar, Reza mengusap wajah nya. Sangat sulit menahan hasrat nya sedari malam karena posisi mereka yang saling bersentuha.


Ingatan di malam itu ...


Reza menggeleng untuk menepis ingatan di masa lalu. Ia sudah berjanji untuk melupakan kejadian itu.


Ia gegas masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dapur dan segera membersihkan diri agar segera pulang.


"An. Aku harus pulang, kalau ada apa-apa segera hubungi aku."


Reza mengatakan kalimat itu tanpa menatap mata Anita.


Anita hanya mengangguk karena sedang makan sereal buatan Reza. Badan nya sudah mulai mendingan, tidak seperti malam tadi.

__ADS_1


"Minumlah obat mu. Aku pulang dulu karena ibu sudah menungguku di rumah," kata Reza kemudian pergi dari Apartemen Anita. Sebelum keluar, ia mengacak rambut Anita lebih dahulu.


Anita sendiri hanya diam menunduk mendapat perlakuan seperti itu dari Reza. Entahlah, mungkin hanya perasaan nya saja karena merasa malu atas kejadian tadi pagi.


***


Azzura keluar kamar dengan mengenakan hijab. Memang belum sepanjang mami Nasya, tetapi sudah membuat Emier menatap takjub. Kebetulan saat wanita itu keluar kamar, Emier hendak masuk ke kamar.


"MasyaAllah, istriku. Kamu sangat cantik dan indah," kata Emier mendekati sang istri.


Di peluk dan dicium wajah Azzura dengan lembut. Rasanya sangat bahagia melihat istrinya menuruti permintaan nya malam tadi. "Makasih sudah menuruti keingin Abang," bisik Emier membuat Azzura menunduk tersipu malu.


"Tapi aku belum bisa kayak mami," cicitnya menundukkan kepala semakin dalam.


Emier meraih dagu Azzura, senyuman Dokter muda itu semakin mengembang. "Enggak apa-apa, sayang. Yang terpenting hijab kamu menutupi dada dan keluar rumah harus pakai kaos kaki," terang nya dan mendapat anggukan dari Azzura.

__ADS_1


"Kamu cantik."


__ADS_2